Kenapa Matcha Kembali Viral? Tren Baru Buka Cafe Matcha - Majalah Otten Coffee
Dalam beberapa tahun terakhir, cafe matcha kembali merebut perhatian dunia, tidak hanya dalam bentuk minuman klasik seperti matcha latte, tetapi juga dalam aneka inovasi seperti matcha tiramisu, matcha croissant, hingga matcha affogato.

Akhirnya, investasi pada whisk bambu (chasen) yang bagus akan menyempurnakan hasil ekstraksi dari rekomendasi bubuk matcha pilihanmu di rumah.
Di berbagai kota besar dari Tokyo, Seoul, hingga Jakarta kita melihat ledakan kedai kopi spesialis matcha yang menawarkan pengalaman menikmati matcha secara lebih otentik dan premium. Tapi kenapa tren ini kembali menguat di 2024–2025? Apakah sekadar siklus tren makanan, atau ada faktor yang lebih dalam?
Simak juga: Beda Matcha, Hojicha dan Green Tea!
1. Matcha Sebagai Simbol Gaya Hidup Sehat dan Mindful
Salah satu pendorong utama kebangkitan tren matcha adalah pergeseran gaya hidup masyarakat global yang semakin peduli kesehatan dan mindfulness. Menurut laporan Global Wellness Institute 2024, konsumen kini lebih memilih produk yang tidak hanya lezat, tetapi juga memberi manfaat kesehatan jangka panjang. Matcha mengandung antioksidan tinggi (terutama katekin EGCG), mendukung metabolisme tubuh, meningkatkan fokus, dan memiliki kandungan kafein yang lebih stabil dibanding kopi, sehingga tidak menyebabkan crash.
Banyak konsumen muda, terutama Gen Z dan Milenial, mengasosiasikan matcha dengan self-care rituals seperti slow morning, journaling, hingga mindful break di tengah kesibukan. Ini menjadikan matcha bukan sekadar minuman, melainkan bagian dari gaya hidup modern yang mengutamakan keseimbangan antara produktivitas dan ketenangan.
2. Narasi Budaya dan Autentisitas yang Kuat
Tren matcha juga didukung oleh narasi budaya yang dalam. Berasal dari tradisi upacara teh Jepang (chanoyu), matcha membawa cerita tentang keheningan, penghormatan terhadap alam, dan filosofi “wabi-sabi” menghargai keindahan dalam ketidaksempurnaan. Cafe-cafe matcha yang bermunculan saat ini banyak yang mengangkat konsep minimalis, desain Jepang modern, dan storytelling tentang asal-usul daun teh mereka, dari kebun di Uji, Kyoto, atau Shizuoka. Konsumen modern, menurut riset dari NielsenIQ 2024, lebih memilih brand yang punya cerita kuat dan nilai budaya otentik, bukan sekadar menjual produk. Ini membuat cafe matcha lebih dari sekadar tempat minum teh, matcha menjadi destinasi pengalaman budaya.

3. Estetika Visual dan Daya Viral di Media Sosial
Matcha punya karakter visual yang sangat kuat: warna hijau cerahnya langsung mencolok di foto dan video. Dengan dominasi platform seperti Instagram dan TikTok, makanan dan minuman yang photogenic menjadi lebih cepat viral.
Bahkan di TikTok, tagar #matchalatte dan #matchacafe masing-masing telah melampaui jutaan views pada awal 2025. Cafe-cafe baru yang mengusung menu spesial matcha secara sadar mengembangkan estetika ruangan, piring saji, dan tampilan produk mereka agar highly shareable. Di era konten pendek, matcha adalah “perfect subject” untuk menciptakan aesthetic moment yang organik dan mengundang user-generated content.
4. Inovasi Produk dan Kolaborasi Antar-Brand
Berbeda dari tren matcha sebelumnya di awal 2010-an yang lebih tradisional, tren sekarang lebih eksperimental. Banyak cafe berkolaborasi dengan brand lain, misalnya dengan bakery artisanal untuk membuat matcha cruffin, atau dengan brand es krim untuk membuat matcha soft serve eksklusif. Di beberapa kota, bahkan muncul cafe yang menggabungkan matcha dengan kopi dalam menu seperti dirty matcha (espresso shot over matcha latte) atau matcha tonic. Inovasi ini membuat matcha tetap relevan dan menarik bagi pasar yang mudah bosan dengan penawaran standar.

5. Didorong oleh Pasar Specialty dan Premiumization
Ada perubahan pola konsumsi dari kuantitas ke kualitas. Konsumen kini lebih mau membayar lebih untuk matcha ceremonial grade yang rasanya lebih umami dan teksturnya lebih halus. Berdasarkan data dari Mordor Intelligence 2024, pasar global matcha diperkirakan tumbuh sebesar 7,6% CAGR hingga 2029, dengan segmen premium mengalami lonjakan tertinggi. Ini membuka peluang cafe-cafe baru untuk memposisikan diri di pasar high-end, sambil mendidik konsumen soal kualitas matcha yang sebenarnya.
6.Lebih dari Sekadar Musiman
Kebangkitan tren matcha bukanlah sekadar tren musiman. Ia adalah cermin dari perubahan besar dalam perilaku konsumen mengutamakan kesehatan, budaya, estetika, dan kualitas. Kombinasi antara nilai tradisional Jepang dan inovasi modern menjadikan matcha lebih dari sekadar bahan makanan: ia menjadi simbol zaman baru yang mengutamakan keseimbangan hidup. Melihat tren ini, tak heran jika dalam beberapa tahun ke depan kita akan melihat lebih banyak cafe matcha yang menawarkan pengalaman beyond the cup.
Sebagai catatan terakhir, rahasia di balik resep matcha yang sempurna adalah ketepatan memilih bubuk ceremonial vs culinary dan kelengkapan edukasi soal beda green tea dan matcha.
Tentang Kopi Susu Enak Ala Cafe
Powder Drink Kreasi Minuman Segar
Sirup Kopi Terbaik untuk menu cafe!

