Ceremonial Matcha & Popularitas Matcha, Akankah Gantikan Kopi? - Majalah Otten Coffee
Di tengah hiruk-pikuk kafe dan tren minuman kekinian, secangkir matcha dengan warna hijaunya yang khas mulai mencuri perhatian, ada ceremonial matcha.

Dikenal sebagai minuman kaya antioksidan dan simbol gaya hidup sehat, matcha kini menjadi pilihan favorit generasi muda yang mencari alternatif dari kopi. Namun, apakah popularitasnya yang meroket cukup untuk menggoyang dominasi kopi yang telah lama mengakar?
Membaca ulasan dari komunitas pencinta teh juga sangat membantu dalam menyaring rekomendasi bubuk matcha mana yang memberikan aroma paling autentik khas Jepang.
Ceremonial Matcha
Ceremonial matcha adalah bubuk teh hijau berkualitas tinggi yang digunakan dalam upacara tradisional Jepang. Rasanya yang halus dan sedikit manis membuatnya berbeda dari teh hijau biasa. Proses pembuatannya melibatkan penggilingan daun teh yang sangat halus, sehingga menghasilkan tekstur lembut dan warna hijau cerah yang khas.
Selain rasanya yang unik, ceremonial matcha juga kaya akan antioksidan dan kafein alami yang memberikan energi dan fokus. Minuman ini semakin populer di kalangan pecinta minuman sehat karena manfaat kesehatannya serta pengalaman ritual yang menenangkan saat menikmatinya. Ceremonial matcha bukan hanya minuman, tapi juga bagian dari budaya dan tradisi yang mendalam.
Tata Cara Mempersiapkan Ceremonial Matcha
- Siapkan alat-alat: mangkuk matcha (chawan), sendok bambu (chashaku), pengocok bambu (chasen), dan saringan teh.
- Panaskan mangkuk dengan air panas, lalu buang airnya dan keringkan mangkuk.
- Ayak bubuk matcha sebanyak 1-2 sendok chashaku ke dalam mangkuk agar tidak menggumpal.
- Tuangkan sekitar 60-70 ml air panas (sekitar 70-80°C) ke dalam mangkuk.
- Gunakan chasen untuk mengocok matcha dengan gerakan cepat membentuk huruf “M” atau “W” hingga berbusa halus di permukaan.
- Setelah berbusa, matcha siap dinikmati segera untuk mendapatkan rasa dan aroma terbaik.
Pertumbuhan Pesat Matcha di 2025
Matcha mengalami lonjakan popularitas global pada 2025. Pasar matcha diperkirakan tumbuh dari USD 3,84 miliar pada 2024 menjadi USD 4,24 miliar pada 2025, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 10,3% . Faktor pendorong utama pertumbuhan ini meliputi kesadaran akan manfaat kesehatan matcha, seperti kandungan antioksidan tinggi dan efek menenangkan dari L-theanine, serta daya tariknya di media sosial yang menampilkan estetika minuman berwarna hijau cerah .
Namun, lonjakan permintaan ini juga menimbulkan tantangan. Produksi matcha yang sebagian besar terpusat di Jepang menghadapi tekanan besar, dengan laporan kekurangan pasokan dan kekhawatiran akan penurunan kualitas akibat produksi massal . Kondisi ini menyebabkan harga matcha meningkat dan ketersediaannya menjadi terbatas di beberapa wilayah.

Kopi: Raja yang Masih Bertakhta
Meskipun matcha mengalami pertumbuhan pesat, kopi tetap menjadi minuman paling populer di dunia. Pada 2024, sekitar 12,6% populasi dunia mengonsumsi kopi setiap hari, dengan nilai pasar global mencapai USD 223,78 miliar dan proyeksi pertumbuhan tahunan sebesar 5,4% . Kopi memiliki akar budaya yang kuat di berbagai negara, termasuk Indonesia, di mana minum kopi merupakan bagian integral dari kehidupan sosial dan tradisi.
Tren Konsumsi di Indonesia
Di Indonesia, minuman berbasis teh dan kopi siap minum (RTD) diperkirakan mencapai nilai pasar USD 3,55 miliar pada 2033, naik dari USD 1,79 miliar pada 2024, dengan CAGR sebesar 7,90% . Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya permintaan konsumen akan minuman praktis yang tetap menawarkan manfaat kesehatan. Matcha, dengan profil kesehatannya, berpotensi besar untuk berkembang di pasar ini, terutama di kalangan generasi muda yang sadar kesehatan.
Kompetitor, Bukan Pengganti
Meskipun matcha menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan dan menarik minat konsumen yang mencari alternatif sehat, kopi masih memegang posisi dominan dalam budaya dan konsumsi global. Matcha lebih tepat dianggap sebagai pelengkap daripada pengganti kopi, menawarkan pilihan bagi konsumen yang mencari variasi dalam kebiasaan minum mereka. Dengan demikian, meskipun matcha akan terus berkembang dan memperluas pangsa pasarnya, kecil kemungkinan ia akan sepenuhnya menggantikan posisi kopi dalam waktu dekat.
Setelah menguasai beda green tea dan matcha sekaligus tahu penggunaan spesifik ceremonial vs culinary, kini saatnya mempraktikkan resep matcha ala kafe premium.
Tentang Kopi Susu Enak Ala Cafe
Powder Drink Kreasi Minuman Segar
Sirup Kopi Terbaik untuk menu cafe!




