CARA MENUMBUHKAN TANAMAN KOPI. - Majalah Otten Coffee
Kopi menjadi komoditas yang paling banyak dicari oleh banyak orang. Dalam menjaga ketersediaan kopi, membudidayakan tanaman kopi adalah solusi agar tidak terjadi kelangkaan biji kopi kedepannya.
Kopi adalah minuman yang dikenal semua orang di belahan dunia, semua lapisan masyarakat menikmati kopi sebagai ritual awal hari mereka. Di Italia, Espresso menjadi ritual wajib warga negara Italia. Dengan Mokapot andalannya, secangkir Espresso siap diminum setiap pagi. Tidak kalah di Indonesia, secangkir kopi tubruk siap dinikmati untuk meningkatkan suasana hati. “Tanpa kopi, maka lemas seharian” itulah slogan dari beberapa pencinta kopi.
Untuk mendapatkan biji kopi yang terbaik, membutuhkan serangkaian proses yang harus dilewati, mulai dari pemilihan bibit tanaman kopi, memilih lokasi penanaman, cara budidaya tanaman kopi, hingga proses roasting biji kopi menjadi biji kopi yang siap digiling.
Membudidayakan tanaman kopi memiliki teknik tersendiri, karena tanaman ini sangat rentan penyakit dan mudah terserang hama seperti gulma. Oleh karena itu, tanaman kopi perlu diperhatikan secara khusus agar hasil panennya jauh lebih maksimal.
Asal Usul Tanaman Kopi
Berawal dari tanah Afrika Timur 3000 tahun lalu, kopi sudah mulai ditanam oleh suku Galia yang tinggal di dataran tinggi. Lalu di abad 7 -10 Masehi, bangsa Arab memperkenalkan kopi sebagai minuman energi menyebar ke daerah afrika utara dan mulai menanamkan tanaman kopi di dataran tinggi Afrika Utara.
Tanaman Kopi masuk ke Indonesia melalui Belanda pada tahun 1696 dengan kopi arabika berasal dari Malabar, India. Budidaya kopi dimulai di daerah kedawung, sebuah daerah pertanian dekat Batavia.
Di awal abad ke-20 Pemerintah Kolonial Belanda mendatangkan kopi robusta ke Indonesia, sebagai alternatif kopi arabika yang sedang dilanda gagal panen karena wabah penyakit karat daun di tanaman kopi arabika.
Sampai saat ini, kedua tanaman kopi ini masih ramai ditanam di Indonesia karena masih banyak penikmat kopi arabika maupun robusta.
Arabika vs Robusta

Setiap penikmat kopi memiliki jenis kopi tersendiri, ada yang suka arabika karena lebih kopinya lebih wangi dan sedikit asam, lalu robusta yang profilnya lebih ke coklat dan baunya sedikit manis. Ini perbedaan lebih detail antara dua jenis kopi ini.
Genetika
Kopi arabika dikenal rasanya halus, kompleks, dan manis, sedangkan kopi robusta memiliki rasa yang lebih kuat, dan terlihat lebih berminyak ini karena kadar kafein di kopi robusta lebih besar dibanding kopi arabika.
Lokasi Tumbuh
Tanaman kopi arabika harus ditanam di tempat dengan ketinggian 600 – 2000 mdpl dan memiliki kebutuhan iklim khusus agar tidak mudah terserang oleh hama dan penyakit. Sedangkan tanaman kopi Robusta, lebih mudah ditanam dibanding kopi arabika, cukup di daerah dengan ketinggian 200 – 800 mdpl, maka tanaman kopi robusta siap ditanam. Tanaman kopi robusta tidak rentan terserang hama karena kadar kafeinnya yang menjadi racun bagi hama.
Bentuk Biji Kopi
Biji Kopi yang dihasilkan oleh tanaman kopi arabika lebih besar dan oval dibanding biji kopi robusta yang bentuknya lebih bulat dan sedikit lebih kecil
Baca Juga: Perbedaan Kopi Arabika dan Kopi Robusta
Karakter Kopi Di Setiap Wilayah
Di Indonesia sendiri, setiap daerah memiliki karakteristik tanah, iklim, dan cuaca yang berbeda. Ini membuat setiap profile kopi berbeda di setiap daerah, seperti
- Kopi Aceh Gayo yang memiliki rasa seperti Kurma, Jeruk, dan Biji Kokoa yang digiling dan chocolate liquor
- Kopi Mandheling memiliki rasa sweet chocolate, earthy dan bau aroma herbal yang kuat.
- Kopi Wanoja Kamojang mempunyai profile rasa almond, passionfruit, pisang, dan kue black forest.
- Kopi Flores Bajawa memiliki rasa asam yang rendah, karamel, dan campuran cherry dan blueberry.
- Kopi Toraja Sapan dengan rasa seperti dark chocolate, manis, dan berempah.
Dari ke lima daerah yang berbeda, tanaman kopi dapat menghasilkan yang berbeda, dari aceh gayo yang mempunyai rasa kecoklatan sampai Toraja Sapan memiliki rasa manis dan berempah. Ini membuktikan tempat penanaman kopi memiliki pengaruh terhadap rasa dari kopi itu sendiri.
Baca Juga: Jenis Biji Kopi di Indonesia
Membudidayakan Tanaman Kopi
Menumbuhkan tanaman kopi memerlukan beberapa usaha yang harus dilaksanakan terlebih dahulu, seperti:
- Menyiapkan Lahan
Pastikan lahan terbebas dari gulma dan tanaman parasit lainnya, siapkan beberapa pohon pelindung agar tanam kopi tidak langsung terpapar sinar matahari seperti pohon lamtoro. - Penanaman
Saat penanaman, buat lubang tanam 1-2 minggu sebelum penanaman tanaman kopi. Buat interval lubang tanam sejauh 2,5 m agar tidak saling berdempetan. - Perawatan Tanaman Kopi
Tanaman kopi, harus dilakukan beberapa metode seperti penyulaman diawal penanaman, penyiangan pada gulma secara manual atau kimiawi. Melakukan pembubunan disekitar tanaman kopi, lalu diberi pupuk. - Panen Tanaman Kopi
Tanaman Kopi siap dipanen tergantung varietasnya ada yang 2 tahun siap panen, ada yang membutuhkan 4 tahun agar bisa dipanen.
Kesimpulan
Sebagai salah satu minuman yang paling terkenal di dunia, membudidayakan kopi memiliki keterampilan tersendiri agar rasa yang keluar lebih maksimal dan dapat dinikmati oleh banyak pecinta kopi dalam bentuk espresso, tubruk, sampai kopi susu gula aren yang lagi tren saat ini.
Berbagai biji kopi pilihan tersedia di ottencoffee.co.id dari green beans, biji yang sudah di roast sampai yang sudah di giling tersedia di Otten Coffee. Mulai cari biji kopi yang cocok buat kamu dan nikmati pagi kamu dengan secangkir kopi dari Otten Coffee.
Ingin bikin kopi ala barista di rumah!
Mesin Kopi Kapsul Praktis! Resep Kopi Rumahan Gampang

