5 Beda Kopi Arabika vs Robusta, Mana yang Lebih Enak?
Secara umum ada dua jenis kopi di dunia yaitu kopi arabika dan robusta. Lalu apa yang membedakan kedua jenis kopi ini?

BEDA orang, beda pula selera kopinya. Karena selera kopi cukup kompleks dan subjektif, maka setiap orang punya referensi pilihan kopinya masing-masing. Dan di dalam industri kopi semua selera kopi adalah sah-sah saja. Dan selama kopi dinikmati secara suka cita, maka sudah pasti kopi itu nikmat adanya.
Perlu diketahui bahwa kedua kopi tersebut merupakan dua jenis kopi yang berbeda. Hal yang paling membedakan pastinya terletak pada tempat dimana dua spesies kopi itu tumbuh, rasa, dan juga perbedaan ekonomisnya. Dalam artikel ini, akan dijelaskan lebih lanjut mengenai perbedaan kedua jenis kopi tersebut. Tujuannya adalah untuk membantu penikmat kopi pemula dalam memilih jenis kopi yang paling sesuai dengan selera kamu.
Apa Perbedaan Utama Kopi Arabika dan Robusta?
Perbedaan utama kopi Arabika dan Robusta terletak pada rasa dan kandungan kafeinnya. Arabika memiliki profil rasa asam buah yang kompleks dengan kafein rendah. Sebaliknya, Robusta memiliki karakter rasa yang lebih pahit, bold, dengan kadar kafein dua kali lipat lebih tinggi.
- Karakter Rasa: Arabika cenderung asam (fruity/floral), manis, dan ringan. Robusta lebih pahit, earthy, dan bernuansa kacang/cokelat pekat.
- Kandungan Kafein: Robusta mengandung kafein sekitar 2,2% – 2,7%, jauh lebih tinggi dibanding Arabika yang hanya sekitar 1,2% – 1,5%.
- Bentuk Biji: Biji Arabika berbentuk oval memanjang dengan garis tengah bergelombang. Biji Robusta lebih bulat dan kecil dengan garis tengah lurus.
- Kecocokan Seduh: Arabika ideal untuk manual brew (V60, Chemex) atau black coffee, sedangkan Robusta sangat cocok sebagai campuran espresso blend dan es kopi susu kekinian agar rasa kopinya tidak tertutup susu.
|
|
|
|
|
|
|
Lalu apa yang membedakan keduanya? Berikut jawabannya.
Perbedaan Arabika dan Robusta
Kopi arabika dan robusta memiliki perbedaan dari segi rasa, bentuk, aroma bahkan karakter dari tanaman arabika dan robusta itu sendiri.
- Arabika memiliki kandungan kafein lebih rendah daripada robusta.
- Dari segi rasa kopi arabika lebih manis, dan lembut. Kopi robusta umumnya memiliki rasa yang pahit dan lebih kuat di lidah.
- Dari segi bentuknya arabika cenderung lonjong dan robusta cenderung bundar.
- Harga kopi arabika lebih mahal karena biaya perawatan yang dikeluarkan lebih besar dibandingkan robusta.
- Tanaman arabika perlu dirawat dengan teliti mulai dari budidaya hingga panen, sedangkan budidaya tanaman robusta lebih mudah.
Rekomendasi Kopi Terbaru Otten Coffee untuk V60, French Press, AeroPress dan metode manual brew.
Perbedaan Rasa
Dari segi rasa, kopi Arabica memiliki banyak variasi rasa yang mana beragam. Rasa dari kopi tersebut dapat lembut, manis, tajam, dan juga kuat. Anda dapat mengetahui bahwa sebelum disangrai, aroma dari kopi ini amat mirip dengan tasting notes blueberry. Akan tetapi, setelah disangrai, kopi tersebut akan memiliki aroma buah-buahan manis. Tentu saja secara umum, kebanyakan penikmat kopi specialty dunia cenderung menyukai aroma kopi arabika bila dibandingkan dengan robusta.
Sedangkan untuk rasa dari kopi Robusta, ini cenderung memiliki variasi rasa yang netral. Terkadang ini juga memiliki rasa atau aroma seperti gandum. Sebelum disangrai, biji kopi ini memiliki aroma kacang-kacangan. Yang disayangkan, amat jarang untuk menemukan robusta berkualitas tinggi dipasaran sana. Faktanya, harga biji kopi Arabica lebih tinggi bila dibandingkan dengan kopi Robusta.
Kopi Arabika
Kopi jenis ini tumbuh pada daerah dengan ketinggian 800-1700 mdpl. Suhu yang dimiliki adalah 16-20 °C. Yang perlu diketahui mengenai jenis kopi ini adalah mengenai aspek kepekaan terhadap jenis penyakit karat daun atau lebih dikenal dengan HV atau Hemileia Vastatrix. Ini terutama bila ditanam pada daerah yang memiliki elevasi kurang dari 700 mdpl.
Yang perlu diketahui selanjutnya adalah asal dari kopi tersebut. Faktanya, kopi ini berasal dari negara Ethiopia dan juga Brasil. Kedua negara tersebut menguasai 70% pasar kopi secara global pastinya. Anda dapat pula menemukan banyak jenis kopi lain yang berasal dari kedua negara tersebut pastinya.
Ciri-ciri kopi Arabica adalah aroma yang wangi, hidup pada daerah yang dingin dan sejuk, memiliki rasa yang sedikit asam, rasa kental dimulut, pahit, dan juga memiliki tekstur lebih halus. Juga memiliki kadar kafein yang lebih rendah dari kopi robusta.
Promo Bisa Berubah Sewaktu-waktu.

Kopi Robusta
Sedangkan untuk kopi robusta, ini merupakan keturunan dari beberapa jenis spesies kopi. Mengenai kualitas dari buah kopi, faktanya ini lebih rendah dibandingkan dengan kopi Arabika. Kopi jenis ini menguasai sekitar 30% pasar dunia.
Mengenai asal dari kopi tersebut, ini banyak terdapat di Kolumbia, Indonesia, dan juga Filipina. Lalu apa ciri-ciri dari kopi tersebut? Orang biasanya akan menjumpai rasa yang lebih menyerupai cokelat. Bau yang dihasilkan juga manis. Tekstur dari kopi ini cenderung kasar dan memiliki warna yang bervariasi. Mungkin Anda perlu juga mengetahui ciri-ciri dari pohon Robusta. Ini bahkan tumbuh pada daratan rendah yaitu sekitar 700 m dpl. Jumlah biji kopi yang dihasilkan juga lebih tinggi. Untuk proses berbunga, diperlukan waktu hingga 10 bulan yang nantinya menjadi buah. Jenis kopi ini berbuah pada suhu udara yang lebih hangat. Untuk rasa robusta tidak lebih kompleks dari kopi arabika namun kandungan kafeinnya lebih tinggi dari arabika.
Untuk penikmat kopi yang menyukai rasa yang lebih kuat maka kopi robusta adalah jawabannya.
Promo Bisa Berubah Sewaktu-waktu.
Kesimpulan
Kopi Arabika dan Robusta merupakan dua jenis kopi yang memiliki perbedaan rasa, aroma, keasaman, dan kepadatan. Perbedaan utama kedua jenis kopi ini terletak pada genetika, areal budidaya, cara pengolahan, dan kondisi lingkungan tempat kopi ditanam. Berikut beberapa alasan mengapa kopi Arabika dan Robusta berbeda:
- Genetika: Arabika dikenal dengan rasanya yang halus, kompleks, dan manis, sedangkan Robusta cenderung lebih kuat, lebih pahit, dan memiliki tingkat kekentalan lebih tinggi.
- Lingkungan tumbuh: Arabika biasanya ditanam di dataran tinggi dengan suhu dan iklim sejuk, menghasilkan kopi dengan karakter manis dan asam. Robusta banyak ditemukan di daerah tropis dengan ketinggian lebih rendah, menghasilkan kopi dengan tingkat keasaman rendah namun rasa yang lebih penuh.
- Pengolahan: Cara pengolahan kopi, seperti basah atau kering, juga berkontribusi terhadap kualitas aromatik kopi. Arabika dan Robusta cenderung memberikan hasil yang berbeda tergantung cara pengolahan yang digunakan.
Karena perbedaan tersebut, kopi Arabika dan Robusta menampilkan beragam rasa dan aroma yang menjadikan masing-masing kopi populer di kalangan pecinta kopi.
Rekomendasi mesin kopi rumahan
Disc. hingga 1JT* Mesin Kopi Breville

Artikel ini diperbaharui oleh Mustika T. Yuliandri pada 14 April 2023

