18 TEKNIK AEROPRESS RAHASIA PARA JUARA WAC - Majalah Otten Coffee
Cara menggunakan AeroPress terbilang mudah, bahkan diklaim alat kopi paling menyenangkan, bisa dikreasikan sesuai dengan teknik AeroPress yang bervariasi.
KONSEP awal alat kopi AeroPress ditemukan untuk mendapatkan karakter rasa kopi yang ramah, pada masa penciptaannya kebanyakan alat kopi cenderung hasilkan profil rasa berat dan tebal. Kelebihannya dan sekaligus menjadi alasan alat kopi satu ini cepat menyebar dan disukai pecinta kopi karena alatnya yang praktis dan portabel. Sejak dikenalkan ke publik oleh penemunya, AeroPress telah banyak mengalami pengembangan dari segi teknis hingga tampilan. Alat kopi AeroPress yang begitu populer ini tidak heran jika secara konsep dan bentuk ada yang menirunya. Itulah mengapa, evolusi desain diterapkan dengan harapan semakin memudahkan pecintanya mengenal mana yang asli AeroPress.
Selengkapnya Baca Sejarah AeroPress
Kejuaraan AeroPress Dunia (World AeroPress Championship) merupakan ajang bergengsi penuh kebanggaan, yang diselenggarakan di tiap Negara tanpa mengurangi sedikit pun prinsip dasar alat kopi ini. AeroPress yang diperuntukkan semua kalangan karena praktis digunakan di banyak tempat, dan menciptakan momen menyenangkan karena kemudahaan selama penyeduhannya. Tidak ribet membuat kopi di lahan terbuka ketika sedang pergi traveling, apalagi seduhan kopi harian di rumah. Seperti apa resep kopi AeroPress favorit kamu, ingin meningkatkan cara seduh kopi AeroPress, cobain teknik AeroPress para juara berikut ini.
Selengkapnya Baca Sejarah Kejuaraan AeroPress Menjadi Kompetisi Dunia
Beberapa teknik AeroPress secara umum diketahui dan diterapkan oleh para pecinta alat kopi friendly ini. Begitu pun demikian para Juara AeroPress, namun salah satunya ada juga yang tidak diterapkan dan memilih teknik AeroPress lainnya. Pelajari bagaimana tekniknya dan optimalkan eksplorasi resep AeroPress favorit kamu!
Siapa Pun Bisa Jadi Pemenang Dengan AeroPress !!
Resep Kopi Para Juara AeroPress Dunia

1. Inverted or Normal
Manakah yang lebih baik, teknik normal dengan cara seduh gaya lama ala penemunya Alan Adler atau teknik inverted yang melibatkan aksi membalik AeroPress. Teknik inverted dikenal juga dengan istilah upside-down, beberapa orang percaya dengan teknik terbalik lebih memberikan kontrol ekstraksi kopi. Dan sensasi membalikkan AeroPress itu begitu istimewa bagi pecintanya. Namun, sebagian orang memilih cara lama dengan asumsi karet penekan akan memberikan dampak buruk terhadap kualitas rasa kopi AeroPress.

2. Suhu Air Rendah
Faktanya resep AeroPress milik Alan Adler merujuk pada suhu air yang rendah, idealnya menggunakan suhu 80°C air seduhan. Tentu hal ini tidak sepaham dengan keyakinan umum, bahwa kopi enak harus dibuat pada rentang suhu 90°-96°C. Sudahkah mencobanya, kira-kira seperti apa karakter kopi AeroPress dengan suhu yang rendah.
3. Blooming
Teknik ini sangat populer pada metode seduh kopi pour-over. Blooming adalah kegiatan memastikan ekstraksi merata dan meminimalisir bubuk kopi yang tidak terekstraksi sempurna. Melibatkan 2-3x tuangan airpada jumlah 50gram dan selama 30-45 detik proses blooming dilakukan.
4. Menggunakan 2 Grinder Berbeda
Teknik satu ini terbilang unik dan baru muncul di World AeroPress Championship 2022 yang diperkenalkan oleh Jibbi Little jaura 1 WAC. Biasanya hanya menggunakan 1 grinder, teknik ini melibatkan dua grinder dengan tujuan untuk lebih memastikan tidak ada silver skin yang terikut.
- Juara 1 WAC2022 Jibbi Little asal Australia, menggunakan grinder Timemore pada pengaturan gilingan sangat kasar kemudian dilanjutkan dengan grinder KINU pada level 4, selanjutnya disaring (100-200 microns).
5. Vacuum Brew
Umumnya diterapkan pada metode normal, memasang penekan namun tidak menekannya untuk mengekstraksi. Cukup memasang penekan dan ditarik kembali untuk menciptakan hisapan agar menghentikan laju air.
- Juara 2 WAC 2022 Simons Derutter asal Belgia, menggunakan metode upright setelah tuang bubuk kopi dan air kemudian memasang penekan tanpa menekannya. Menariknya kembali untuk menciptakan hisapan dan membiarkannya, memberi waktu ekstraksi.
6. Blind Press, Membilas Dengan Menekan AeroPress Kosong
Umumnya pembilasan / pre-heat pada alat seduh dilakukan terpisah, pada AeroPress pembilasan yang sering dilakukan; membilas paper filter terpisah dengan silinder AeroPress. Bagaimana jika pembilasannya dilakukan bersamaan. Memasang paper filter ke penutup AeroPress memasangnya ke silinder, kemudian tuang dengan air panas, dan pasang penekan mulai menekan untuk membuang air.
7. Menghentikan AeroPress tanpa bunyi “hiss”
Pada tahap akhir penekanan AeroPress, bunyi “hiss” merupakan suara udara yang terperangkap selama proses penyeduhan dan dipaksa keluar. Bisa dibilang sebagai indikator menghentikan penekanan dan pertanda proses seduh telah selesai. Namun, ada yang menarik dari teknik satu ini, proses penyeduhan AeroPress dihentikan ketika penekan ada pada tanda angka “1” tertera pada sisi AeroPress. Idenya untuk mengantisipasi karakter rasa yang tidak ramah ikut juga terekstraksi jika ditekan hingga selesai.
Diterapkan oleh
- Juara 1 WAC2014 Shuichi Sasaki asal Jepang, dengan indikator berhenti pada gramasi 45gram.
- Juara 3 WAC2009 Alexander Scheen Jensen asal Norway

8. Dilution; Menambahkan Air Pada Hasil Akhir AeroPress
Teknik ini mungkin jarang ditemukan penyeduh AeroPress rumahan, tapi untuk kejuaraan AeroPress, teknik ini selalu diterapkan. Konsepnya hampir mirip dengan cara membuat Americano. Dengan tujuan lebih meringkankan karakter rasa dari hasil ekstraksi kopi AeroPress. Semacam hal wajib, tiap peserta kejuaraan AeroPress menerapkan hal yang sama menambahkan air pada hasil ekstraksi AeroPress. Untuk mengejar kapasitas hasil sajian atau mengoptimalkan rasa lebih ringan.
9. Mengontrol Suhu Air Sebelum Dilution
Turunan dari variasi dilution, sebelum menambahkan air pada hasil ekstraksi kopi AeroPress, suhu air berperan penting mempengaruhi karakter rasa. Tentu sebagian orang akan secara detail dan terukur, untuk menemukan konsistensi seduhan kopi AeroPress mereka. Beberapa trik memanipulasi suhu air sebelum dituang ke kopi AeroPress.
Diterapkan oleh
- Juara 3 WAC2021 Brandon Smith dari South Africa, ketika menunggu durasi seduhan selama beberapa menit, penutup kettle dibuka dengan tujuan menurunkan suhu air panas. Selanjutnya dituang ke hasil akhir AeroPress.
- Juara 3 WAC2019 Alexis Gagnaire dari France, menambahkan 30ml air bersuhu normal ruangan dan 30ml air panas dari kettle.
10. Air Seduhan > Tuang Bubuk Kopi > Air Seduhan
Umumnya seduhan kopi apa pun, dimulai dengan memasukkan bubuk kopi ke alat seduh, dan metode ini malah sebaliknya. Tuang terlebih dahulu air panas, kemudian bubuk kopi dan mengaduknya. Memberikan waktu untuk bubuk kopi terlarut, dan menambahkan air kemudian.
Diterapkan oleh
- Juara 3 WAC2009 Alexander Scheen Jensen dari Norway, pertama menuang air panas 100ml kemudian memasukkan bubuk kopi yang sudah digiling. Mengaduknya, dan memberikan waktu untuk terendam, selanjutnya menuangkan air panas kembali.
11. Penyaring Pada Penutup AeroPress
Umumnya menggunakan 1 kertas penyaring yang dipasang ke penutup AeroPress. Berbeda pemahaman tentang apakah dibasahi terlebih dahulu ataupun tidak sama sekali, dan keduanya banyak yang menerapkannya. Namun, pada tahap mengoptimasi penyaringan ada yang menarik dan jarang digunakan oleh banyak orang.
Diterapkan oleh
- Juara 2 WAC2019 Benja Khemacheva dari Thailand, memasang 1 kertas penyaring dan 1 penyaring metal pada penutup AeroPress dan kemudian dibilas pre-heat.

12. Menemukan Rasio AeroPress
Bukan rahasia lagi teknik rasio harus dikuasai, bahkan tidak hanya seduhan AeroPress hampir di semua metode seduh menggunakan teknik rasio yang harus dipahami. Berapa rasio yang paling tepat hanya kamu yang mengetahuinya dengan banyak pratik menemukan yang terbaik. Menurut kamu berapa ya rasio AeroPress?
13. Mengeluarkan Udara Yang Terperangkap Pada Silinder
Pada teknik inverted, ketika menginginkan hasil akhir volume sajian tertentu semisal pada tanda 3 atau diantaranya, ada udara terperangkap ketika memulai proses penekanan. Untuk mengeluarkan udara tersebut, sebelum memasang penutup AeroPress masih posisi inverted tekan hingga permukaan seduhan kopi tepat pada ujung permukaan AeroPress. Selanjutnya pasang penutup AeroPress dan balik untuk memulai penekanan seduhan kopi.
Diterapkan oleh
- Juara 1 WAC 2022 Jibbi Little asal Australia
- Juara 1 WAC2021 Tuomas Merikanto dari Finland
- Juara 2 WAC2021 Maru Mallee dari the Netherlands
- Juara 3 WAC2013 Tibor Varady dari Hungary
14. Mengguncangkan Silinder AeroPress
Tidak terlalu kencang, hanya sebatas guncangan ringan, dengan tujuan memastikan pertemuan air seduhan dan bubuk kopi merata. Ada yang menerapkannya pada tahap blooming di 30-50ml air pertama kali dituang, dan ada juga yang menerapkannya pada pertengahan durasi seduhan kopi AeroPress. Teknik ini tergolong umum dan banyak diterapkan tidak hanya oleh juara AeroPress tapi juga penyeduh kopi rumahan. Temukan pada tahap mana, melakukan guncangan yang terbaik untuk seduhan kopi AeroPress kamu.
15. Menepuk Silinder AeroPress
Mungkin teknik ini diadaptasi dari penyeduhan kopi pour-over yang menepuk drippernya pada saat-saat akhir bubuk kopi dilalui air seduhan. Diawali dengan menciptakan pusaran dari guncangan silinder ataupun tidak sama sekali. Umumnya teknik ini pada tahap penutup AeroPress sudah terpasang dan menjelang tahap penekanan AeroPress.
Diterapkan oleh
- Juara 2 WAC2021 Maru Mallee dari the Netherlands, setelah memasang penutup AeroPress dan mengeluarkan udara yang terperangkap di dalam silinder. Membalikkannya, menciptakan pusaran mengguncangnya x3 dan menepuk AeroPress 2x ke server sebelum mulai menekannya.
16. Mengaduk Bubuk Kopi pada Silinder
Tujuan awalnya untuk memastikan bubuk kopi bertemu air panas secara merata. Yang unik, tiap orang menerapkannya pada tahap yang berbeda, ada yang mengaduknya pada saat blooming, ada juga yang mengaduknya pada pertengahan seduhan. Media pengaduknya pun berbeda, dengan pendekatan yang berbeda sesuai pemahaman masing-masing, dengan sendok pengaduk yang tersedia dari set AeroPress dan ada juga yang menggunakan sendok bambu.

17. Penekanan Lambat atau Penekanan Cepat
Hasil kopi AeroPress tidak terlepas dari teknik seberapa cepat kopi ditekan. Ada yang menerapkan penekanan yang lambat dan ada juga yang menerapkan penekanan cepat. Untuk menemukan konsistensi perlu mencatat tiap tahapan proses penyeduhan AeroPress, bahkan pada tahap penekanan. Kebanyakan orang memastikan penekanan konsisten berdasarkan durasi penekanannya, namun tidak hanya itu saja.
Diterapkan oleh
- Juara 2 WAC2019 Benja Khemacheva dar Thailand, untuk lebih memastikan konsistensi yang diharapkan, resepnya pun harus detail. Penekanan menggunakan siku tangan dengan durasi penekanan 30 detik.
18. Menyortir Biji Kopi dan Bubuk Kopi
Agar lebih memastikan konsisten sajian akhir kopi AeroPress perlu pendekatan variabel yang mungkin mendukung konsistensi yang diharapkan. Sama seperti keseragaman bubuk kopi dan juga biji kopi yang digunakan. Umumnya teknik ini sering digunakan untuk penyeduhan kopi AeroPress untuk mendapatkan hasil ekstraksi yang menyeluruh dan merata ketika dituang.
Diterapkan oleh
- Juara 3 WAC 2014 Jeff Verellen dari Belgium, memisahkan biji kopi yang pucat, terlalu besar, terlalu kecil dan biji kopi yang terbelah. Setelah digiling, memastikan bubuk kopi seragam dengan alat pengayak bubuk kopi khusus.
Semoga rangkuman teknik AeroPress ini bisa menambah wawasan kamu untuk menciptakan resep kopi AeroPress andalan. Menjelang Indonesia AeroPress Championship persiapkan diri dan melatih teknik, hingga akhirnya menemukan resep kopi yang paling menyenangkan menurut kamu.

Diperbarui tanggal 28 juni 2023 oleh Yoga.
