ROK VS FLAIR: PILIH MANA UNTUK ESPRESSO MAKER KAMU - Majalah Otten Coffee
Dua alat pembuat espresso tanpa listrik ini sama-sama bintang di kelasnya, tapi manakah yang terbaik?
DALAM beberapa tahun terakhir, terutama sejak era seduh manual dan gelombang kopi ketiga menjadi isu paling seksi di industri kopi, kebutuhan akan alat-alat pembuat espresso pun semakin meningkat signifikan dari tahun ke tahun. Yang paling mencolok salah satunya adalah permintaan akan pembuat espresso manual. Alat ini belakangan tampaknya menjadi pilihan populer banyak kedai kopi. Selain karena hasil akhirnya yang dianggap “telah bisa dikompromikan” untuk membuat minuman-minuman berbasis espresso, alat pembuat espresso manual pun—tanpa dipungkiri—bisa membantu menghemat begitu banyak biaya. Mengoperasikannya sama sekali tidak memerlukan tenaga listrik, karenanya tidak perlu biaya tambahan pula setiap bulan.
Untuk kedai-kedai kopi yang sangat mempertimbangkan korelasi antar biaya operasional, ongkos produksi, dan pendapatan keuntungan, keberadaan alat pembuat espresso manual tentu saja sangat berpengaruh, bahkan sangat penting. Espresso maker manual adalah jalan keluar yang dianggap efisien.
Dari sekian banyak variasi pembuat espresso manual yang beredar di pasaran, ada dua idola yang saat ini menjadi favorit di kelasnya, Flair Espresso dan ROK Presso. Keduanya sama-sama memiliki basis penggemar yang cukup, hm, militan. Kami mencoba memakai kedua alat ini dan menemukan bahwa masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri. Untuk memberi penilaian yang adil, kami membandingkan keduanya sama-sama dengan versi terbaru. ROK Presso GC yang mendapatkan perbaikan di bagian cylinder dan plunger bersama tambahan splitter, dan Flair Espresso Signature Pro yang kini dilengkapi pressure gauge dan sejumlah tambahan spare parts.
Apa-apa saja kelebihan dan kekurangan masing-masing? Berikut perbandingannya.
| Aspek | Flair | ROK |
|---|---|---|
| Latar Belakang Brand | Didirikan oleh insinyur mekanik berpengalaman dari California, fokus pada inovasi teknis dan kualitas tinggi | Didirikan oleh creative director/desainer dari London, fokus pada desain simpel dan praktis |
| Filosofi Produk | Mengutamakan presisi, kontrol teknis, dan hasil espresso berkualitas profesional | Menawarkan alat kopi manual yang ringkas, mudah digunakan, dan efisien |
| Inovasi & Teknologi | Mengintegrasikan fitur teknis canggih seperti pressure gauge, material premium, dan modularitas produk | Fokus pada desain ergonomis dan material yang cukup kuat, pembaruan material untuk daya tahan |
| Kualitas Material | Material premium seperti stainless steel, aluminium die-cast, dan komponen berkualitas tinggi lainnya | Material campuran aluminium dan plastik BPA-free |
| Target Pasar | Pengguna yang serius dan perfeksionis dalam membuat espresso dengan kontrol maksimal | Pengguna yang menginginkan alat espresso manual praktis dan terjangkau |
| Reputasi di Komunitas Kopi | Diakui sebagai brand premium dengan kualitas hasil espresso yang superior dan fitur lengkap | Dikenal sebagai alat yang praktis dan mudah digunakan, populer di kalangan pemula dan kedai kecil |
| Dukungan & Spare Parts | Menyediakan banyak spare parts dan aksesori untuk perawatan dan peningkatan performa | Spare parts terbatas, fokus pada kesederhanaan |
| Portabilitas Produk | Produk dikemas dengan tas khusus yang compact dan mudah dibawa bepergian | Desain ringkas tapi kemasan kurang praktis untuk traveling |
ROK Presso GC
ROK Presso GC (pada awalnya bernama Presso saja) merupakan sebuah espresso maker manual yang telah melalui perjalanan panjang sebelum mencapai bentuknya saat ini. Alat ini pertama kali diciptakan oleh sebuah agensi desain di kota London pada 1997. Ide awalnya berawal dari keinginan sederhana sang Creative Director, Patrick, yang juga seorang penggemar kopi, untuk mendesain sebuah alat pembuat kopi manual rumahan dan tanpa listrik. Perlu waktu bertahun-tahun bagi Patrick dan rekan-rekannya untuk mendesain, menjalani serangkaian prototype termasuk terus melakukan sejumlah perbaikan di sana-sini sembari waktu berjalan hingga akhirnya desain ROK Presso GC saat ini diperkenalkan ke publik pada 2018 lalu.


Kelengkapan Bawaan
Satu set bawaan ROK Presso GC hadir dengan bagian-bagian yang cukup ringkas, antara lain terdiri dari satu bodi ROK presso, satu portafilter, satu sendok kopi yang merangkap tamper, dan clip-on splitter (fitur tambahan di bawah portafilter untuk membuat double shot).
Material
Bodi Rok Presso GC masih tetap menggunakan polished aluminium. Bagian plunger dan cylinder terbuat dari bahan glass composite, semacam material serat fiber yang lebih kuat tapi ringan dan bebas BPA. Kedua sendok kopi/tamper dan splitter terbuat dari bahan plastik yang juga bebas BPA.


ROK dan Flair. Pilih mana?
Flair Espresso Signature Pro
Proyek awal Flair Espresso diinisiasi oleh Sergio Landau, seorang insinyur mekanik yang memiliki latar belakang panjang di bidang teknik mesin dan industri alat-alat biomedis. (Saat ini ia juga menjabat sebagai CEO Intact Idea LLC, produsen Flair yang berbasis di California). Seperti kisah-kisah penemuan alat kopi pada umumnya, awal penciptaan Flair pun bermula dari obsesi Landau, seorang penggemar kopi yang perfeksionis, untuk mendapatkan espresso dengan kualitas sempurna.
Produksi massal Flair Espresso dimulai dengan melibatkan platform pendanaan publik terbesar di dunia, Kickstarter, pada tahun 2016 meskipun Landau mengatakan bahwa ia sebetulnya “telah mengerjakan prototype alat ini untuk dirinya sendiri sejak 6 tahun sebelumnya”. Pada 2018 lalu, Flair mengerjakan dan memperkenalkan seri terbarunya, Flair Espresso Signature Pro, yang telah mengalami beberapa modifikasi dan tambahan fitur.

Kelengkapan Bawaan
Satu set Flair Espresso Signature Pro hadir dengan paket yang cukup komplit dan beserta sangat banyak spare parts, terdiri dari base, base untuk portafilter, portafilter (yang dilengkapi screen), brew cylinder (yang dilengkapi plunger), preheat and tamping cap, stem dengan pressure gauge, dosing cup, filling funnel, drip tray, tamper dari stainless steel, dan sebuah buku panduan.
Material
Sebagian besar material bodi dan spare parts Flair Espresso Signature Pro terbuat dari bahan metal yang kuat, antara lain stainless steel (pada bagian brew head, drip tray, portafilter, tamper), die cast aluminum, stainless steel yang dilapisi lagi dengan copper (pada base untuk portafilter), silikon (pada preheat and tamping cap), dan plastik polypropylene yang bebas BPA (pada dosing cup, filling funnel).
Perbandingan keduanya:
Pembaruan.
ROK – Bagian plunger dan cylinder yang selama ini kerap menjadi masalah utama ROK Presso karena terbuat dari plastik (sehingga menjadi rentan pula diganti berkali-kali terutama jika digunakan dalam pemakaian intens seperti di kedai-kedai kopi) telah diperbarui dengan material glass composites yang bebas BPA. Dengan material baru ini, kedua bagian yang sering bermasalah itu terasa lebih kokoh dan “aman” saat kita mengekstraksi espresso—mengingat kedua bagian itulah yang paling sering mendapat tekanan saat tuas ROK presso digerakkan. Selain pembaruan, ROK Presso GC juga menambahkan sebuah splitter (semacam double spout kecil) yang bisa dilekatkan di bawah portafilter untuk menghasilkan dua shot espresso.
FLAIR – Pada edisi terbarunya, Flair memberikan tambahan spare parts dan sejumlah modifikasi. Antara lain, penambahan pressure gauge yang terintegrasi dengan brew head. Fitur ini memudahkan kita untuk melihat profil tekanan dan sekaligus mengawasi tekanan brewing dengan lebih seksama. Terdapat sebuah “markah” pada gauge yang menunjukkan bahwa espresso mencapai standar yang baik jika jarum setidaknya telah mendekati 10 bar.
Selain dosing cup (yang sebetulnya bisa dipakai merangkap sebagai tamper seperti pada kemasan sebelumnya), kali ini Flair juga menambahkan ekstra lagi, sebuah tamper (betulan) dari stainless steel. Modifikasi tampak pada beberapa spare parts, antara lain ukuran reservoir air dan portafilter yang lebih besar dibandingkan versi terdahulunya. Portafilter basket dapat menampung 14-24 gram bubuk kopi, sementara bagian reservoir dapat diisi hingga 75 ml air—jumlah yang lebih cukup jika ingin membuat double shot espresso.






Mengoperasikan ROK Presso GC.






Mengoperasikan Flair Espresso Signature Pro.
Pengoperasian
ROK lebih praktis digunakan, dan lebih simpel. Kita hanya perlu mengisi bubuk kopi ke dalam portafilter, menekannya dengan sendok tamper, memasangkannya pada bodi Rok presso, lalu menekan tuas. Selesai.
Sementara pada Flair, pemakaiannya sedikit lebih ruwet dan njlimet. Sebelum membuat espresso, kita perlu memasangkan beberapa spare parts dulu, menyusunnya, dan kemudian mengekstraksi. Bubuk kopi harus dituangkan dulu ke dalam portafilter (tanpa gagang) berukuran ‘mini’ sekitar 47 mm. Namun, kelebihannya, Flair seolah sudah mengantisipasi hal-hal remeh tapi cukup mengganggu seperti bubuk kopi yang tumpah, efisiensi, dan sebagainya sehingga mereka juga menyertakan sebuah funnel (semacam corong yang dipasangkan langsung mengarah pada permukaan portafilter). Dengan funnel ini, kita bisa menuangkan bubuk kopi dengan rapi dan mengurangi tumpahan remah-remah bubuk kopi di atas meja. Lalu, portafilter dipasangkan dengan brew head, dan tekan tuasnya untuk mulai mengekstraksi espresso.
Pros/Cons:
▪ Masing-masing portafilter ROK dan brew head Flair harus dipanaskan terlebih dahulu untuk menghasilkan ekstraksi espresso yang baik. Selain mempertimbangkan kesegaran bubuk kopi yang digunakan beserta kehalusan level gilingannya, air yang digunakan untuk menyeduh pun pada kedua alat ini setidaknya harus berada di suhu minimal 93°C.
▪ Perlu menekan kedua tuas ROK berkali-kali untuk mendapatkan hasil espresso. Sementara pada Flair, kita cukup menekan tuas sekali saja. Juga: meskipun tuas ROK konon sudah dimodifikasi sehingga lebih ringan ditekan tapi jika menggunakannya berkali-kali untuk kebutuhan yang intens seperti di kedai kopi… tetap saja, gempor juga. Sementara tuas Flair, tidak perlu tenaga berarti untuk menekannya.
▪ Menggunakan ROK Presso cenderung lebih ringkas, praktis, dan efisien. Ini akan sangat berguna dan membantu terutama saat menghadapi irama kerja yang cepat di balik bar. Menggunakan Flair memang sedikit ribet pada awalnya. Tapi, menurut saya, kita hanya akan diruwetkan di awal pemasangan main post dan lever (bodi utama) saja. Jika sudah terbiasa “membongkar-pasang” brew head dan mendapatkan ritmenya, maka selanjutnya… yah, biasa saja.
▪ Satu paket ROK Presso GC dikemas dalam sebuah cangkang kaleng yang berdesain industrial, keren dan urban. Namun, jika ingin membawanya bepergian dalam traveling-mode akan cenderung merepotkan. Flair dikemas dalam satu tas khusus yang compact dan handy. Jadi sekiranya ingin membawa serta alat ini untuk bepergian kemanapun, tinggal angkut saja.
Hasil espresso
Perlu eksperimen berkali-kali untuk mendapatkan formula dan komposisi yang pas jika ingin mengekstraksi espresso yang bagus dari ROK. (Tapi bukankah kebanyakan mesin espresso manual pun begitu?) Namun, umumnya, espresso yang dihasilkan oleh ROK Presso memiliki crema lebih bubbly dan sedikit tipis.
Pada Flair, sepengalaman saya, dalam 2 kali percobaan saja kita sudah bisa mendapatkan hasil espresso dengan kualitas yang bagus. Espresso yang dihasilkan oleh Flair umumnya memiliki crema tebal, dengan warna gold yang menawan, dan karakter rasa yang lebih bold. (Secara pribadi, saya menyukai karakter espresso seperti ini).


Kesimpulannya
Melihat latar belakang masing-masing penemunya yang berasal dari background pekerjaan dan spesifikasi kejuruan berbeda—ROK dibuat oleh seorang creative director/desainer, sementara Flair dibuat oleh seorang insinyur teknik—maka tampaknya jawaban akan pertanyaan “mana yang lebih bagus?” kembali pada ketertarikan dan kebutuhan Anda.
ROK menonjolkan kepraktisan, Flair mengutamakan hal-hal detail yang serba teknis. Jadi pilihan berpulang ke tangan Anda: pilih desain dan kepraktisan, atau hasil akhir dan hal-hal detail?
Selamat membuat espresso!
Tertarik dengan espresso, yuk buat sendiri di rumah.
Pilih Espresso Maker Manual atau Otomatis?

