TRIK AEROPRESS: PENERAPAN SUHU AIR BEDA DI SEDUHAN
Trik AeroPress Suhu Air memberikan efek ekstraksi rasa yang berbeda dari biasa, sudahkah memiliki alat kopi AeroPress? Yuk berbagi pengalaman menyenangkan ketika eksplorasi resep seduh menggunakannya.
TIAP tahunnya selalu dinanti oleh para pecinta AeroPress, 2022 ini Indonesia pun akan mengirimkan delegasinya untuk ikut serta berlaga di Kejuaraan AeroPress Dunia di Canada. Jika Indonesia menjadi tuan rumah Kejuaraan AeroPress Dunia bukanlah tanpa sebab. Potensi biji kopi Indonesia yang memiliki keragaman khas, bahkan lahan tanamnya juga menyimpan kisah-kisah menarik untuk diulas. Namun sebelum itu, mari berharap semoga perwakilan Indonesia mendapat tempat pertama di World AeroPress Championship 2022, agar kesempatan menjadi tuan rumah kejuaraan bergengsi ini terbuka lebar.
Sedang hangat-hangatnya kejuaraan AeroPress Indonesia, dan regional sumatera sudah menyelesaikannya, giliran Bandung dan Jakarta. Tidak ikut serta menjadi kontestan di kejuaraan AeroPress, sebagai pecinta alat kopi menyenangkan ini, tidak ada salahnya eksplorasi cara seduh di rumah. Berikut ini sedikit ulasan yang bisa membuka rasa penasaran dan ingin langsung mencobanya. Pernahkah memanipulasi penerapan suhu air penyeduhan kopi AeroPress yang berbeda? Kalau begitu, jangan berhenti membaca sampai di sini.
Standar Suhu Air Seduh AeriPress
Alan Adler penemu alat kopi AeroPress sangat favorit dengan cara seduh yang normal dan tentu Alan merekomendasikannya ke para pecinta alat kopi ini. Paling menarik dari metode seduh kopi AeroPress andalannya adalah suhu air yang rendah 80°C. Tentunya hal ini berhasil mencuri perhatian para pecinta kopi yang berpegang teguh pada suhu air 90-96°C. Hal ini menjelaskan, bahwa alat kopi AeroPress hadir begitu menyenangkan, sesuai untuk siapa saja yang berani mengeksplorasi resep kopi andalan mereka.
Selengkapnya: resep kopi AeroPress ala penemunya

Menggunakan 2 Suhu Air Berbeda
Alan sendiri ketika menikmati sajian kopi Americano buatannya, menggunakan 3 suhu air berbeda yang pertama suhu 80°C dan setelah selesai menambahkan suhu air 50°C dan 15°C. Suhu air pertama digunakan untuk penyeduhan, sedangkan kedua suhu air berikutnya saya rasa digunakan untuk menyeimbangkan karakter rasa dan menurunkan suhu agar sesuai seperti yang diinginkan. Bagaimana jadinya jika 2 suhu air berbeda ini digunakan ketika penyeduhan, suhu air pertama digunakan ketika blooming selanjutnya suhu air kedua digunakan selama perendaman bubuk kopi.
Berapa tepatnya suhu air yang digunakan, kamu yang paling paham untuk mencobanya, bisa saja menggunakan air bersuhu ruangan, air bersuhu sedang dan air bersuhu panas optimal. Temukan variasi suhu air yang bisa memaksimalkan potensi rasa kopi AeroPress kamu.
Siapa Pun Bisa Jadi Pemenang Dengan AeroPress !!
Resep Kopi Para Juara AeroPress Dunia

Suhu Air Yang Sama, Perlakuannya Berbeda
Ada yang menarik dari metode seduh Juara 3 WAC2021 Brandon Smith dari South Africa, menambahkan air setelah penyeduhan AeroPress menjadi begitu populer. Brandon menggunakan suhu air yang mungkin terbilang sama, yang dilakukannya hanya membuka penutup kettle dan memastikan kettle tidak terhubung dengan pemanas. Jika pun ada penurunan suhu air selama prosesnya, saya kira penurunan suhu tidak terlalu drastis pada rentang proses penyeduhan yang berlangsung. Aksi membuka penutup kettle selama proses penyeduhan mungkin menginspirasi banyak orang untuk mencoba perlakuan yang baru selama memanipulasi suhu air penyeduhan.
Mungkin bisa saja menggunakan air panas ketika sudah pada suhu yang diinginkan dipindahkan pada kettle lain, atau malah kettle yang akan digunakan untuk menuangkan air penyeduhan sudah didinginkan bagian luarnya dengan es batu.
Jika kamu memiliki teknik AeroPress dan menerapkan perbedaan suhu air selama penyeduhan, yuk berbagi cara seduh favorit kamu di sini.
Baca juga selengkapnya 18 teknik aeropress sebagai bahan referensi.

