KOPI SUPER LANGKA DAN NARASI YANG MENYERTAINYA - Majalah Otten Coffee
Kopi langka adalah biji kopi jenis tertentu yang sulit untuk didapatkan karena beberapa hal dan tentu harganya mahal dibandingkan kopi komersial yang beredar.

KOPI dengan harga mahal belum tentu langka sementara kopi langka sudah pasti mahal, namun jika kamu penasaran kopi apa saja yang dibanderol dengan harga mahal, kamu akan menemukan daftar biji kopi yang begitu bervariasi. Menyoroti kopi langka bukan berarti ada masalah kelangkaan pada kopi secara umum, melainkan karena beberapa hal dan situasi tertentu biji kopi tersebut menjadi langka di pasar sehingga sudah sulit untuk ditemukan.
Kelangkaan pada kopi tertentu dipicu banyaknya permintaan namun persediaan biji kopi tidak memadai, kepopulerannya menjadikan permintaan akan biji kopi tertentu meningkat sementara hasil panen masih menyisakan tantangan. Arabika bisa dibilang terlalu rentan sehingga tidak bisa diandalkan untuk menghasilkan biji kopi yang banyak. Bahkan kebanyakan kopi arabika bercita rasa tinggi tumbuh di lingkungan yang sulit untuk diakses jalur distribusinya.
Selanjutnya ketika biji kopi memenangkan sebuah penghargaan atau dibawa barista dunia berkompetisi sehingga dikenal secara global, permintaan mendadak tinggi tapi hasil panen tidak penuhi permintaan. Hal ini merupakan salah satu pemicu biji kopi tertentu menjadi langka, dan pemicu kelanggan biji kopi lainnya juga bisa disebabkan petani kopi tidak tertarik untuk menanam varietas biji kopi tertentu padahal ada peminatnya. Bahkan kesulitan proses pengolahan biji kopi yang melibatkan siklus alami dari keanekaragaman hayati yang sulit untuk dikelola menyebabkan proses terhambat.
Mari berkelana mengenal biji kopi yang terbilang langka dan salah satunya biji kopi yang berasal dari Indonesia.
Biji Kopi Lelang
Biji kopi yang diikutsertakan dalam kompetisi Cup Of Excellence terbilang biji kopi dengan hasil panen yang langka, dalam artian biji kopi yang mengikuti kompetisi lelang tersebut adalah hasil panen pada saat itu. Perihal hasil panen di periode berikutnya belum bisa dipastikan mendapatkan grade yang sama ketika dinilai oleh Cup Of Excellence. Namun produser kopi yang memenangkan kompetisi lelang pastinya dikenal memiliki standar perawatan yang baik karena bisa menghasilkan hasil panen biji kopi yang bercita rasa tinggi.
Di Indonesia pemenang Cup of Excellence 2022/2023 adalah petani lokal dari Pantan Musara melalui koperasi Ribang Gayo Musara. Para produser kopi yang tergabung di Koperasi Ribang Gayo Musara memenangkan skor tertinggi 2 tahun berturut-turut. Penasaran kisah pak Asman Arianto membangkitkan industri kopi Pantan Musara hingga populer.

Biji Kopi Yang Tumbuh Di Wilayah Akses Yang Sulit
Biji kopi arabika merupakan varietas yang populer dan menjadi biji kopi yang paling diminati oleh peminum kopi di seluruh dunia. Karakteristik tanaman varietas kopi arabika yang manja, memerlukan perawatan intens agar tanaman kopi arabika tumbuh subur menghasilkan panen yang bagus. Lingkungan tanah pun memiliki pengaruh besar dalam pertumbuhan tanaman kopi arabika. Maka tidak heran banyak kopi arabika yang populer karena cita rasanya, namun memiliki akses distribusi yang sulit.
Laman differencecoffee.com memasukkan kopi Blue Mountain Jamaica ke dalam daftar kopi langka, alasannya walaupun industri kopi di Jamaika tidak terlalu baik tapi memiliki struktur tanah yang baik untuk tanaman kopi tumbuh. Kompetisi kop di Jamaika tidak ada yang menyelenggarakannya, sehingga biji kopi yang keluar dari Jamaika tidak memiliki standar. Untuk mendapatkan biji kopi terbaik asal Jamaika perlu pembeli green bean yang cermat, dan biji kopi asli biasanya ada sertifikasi karena keaslian prosesnya.
Varietas Biji Kopi Yang Jarang Ditanam
Kopi jenis liberika sangat jarang ditemui di pasaran, padahal karakter tanaman kopi ini terbilang begitu unggul perihal ketahanan. Tidak mudah terserang hama penyakit, cukup bertahan dari suhu ekstrim dan banyak hal lainnya. Hasil panen kopi liberika pun terbilang lebih banyak dibandingkan kopi arabika, namun kelangkaannya terjadi karena biji kopi ini kurang populer dari sisi cita rasa. Padahal ada salah satu varietas yang mampu bersaing dari segi cita rasa yaitu varietas excelsa.
Varietas excelsa dari kopi liberika menawarkan beberapa keunggulan dibandingkan liberika secara umum, dalam hal kualitas kopi, proses budidaya, ketahanan terhadap hama dan penyakit. Beberapa penelitian juga sering dilakukan untuk melakukan pengembangan pada varietas ini untuk menjadi alternatif memenuhi kebutuhan pasar kopi skala global. Proyeksi kopi liberika khususnya varietas excelsa akan masuk ke rantai pasok komoditas kopi mengingat arabika dan robusta memiliki tantangan terkait masalah hasil panen.
Biji Kopi Dengan Metode Yang Tidak Biasa
Hampir semua pecinta kopi sepakat bahwa kopi luwak tergolong menggunakan metode yang tidak biasa ketika memproses ceri kopi. Biji kopi ini menerapkan proses alami dari biologis hewan luwak, ceri matang sempurna yang merupakan makanan hewan luwak menjadikan hewan ini sebagai penyortir yang ulung. Kemudian dipercaya bahwa biji kopi dari ceri matang yang telah dimakan dari hewan luwak, memiliki senyawa rasa yang unik. Narasi kopi luwak yang populer ini menjadikannya banyak peminat namun prosesnya yang tidak biasa, biji kopi luwak sangat terbatas.

Satu lagi kopi dengan proses yang tidak biasa, adalah proses kopi yang melibatkan pengairan alami dari aliran sungai dan juga metode fermentasi anaerob ganda. Kopi arabika Colombia Finca El Diviso Ethiopian Landrace
menerapkan metode pencucian dengan fermentasi anaerob ganda selama 72 jam, pada fermentasi pertama tujuannya untuk memastikan cita rasa pada daging buah kopi sehingga mengoptimalkan rasa manis ketika diseduh. Walaupun untuk saat ini, kopi Colombia Finca dari kebun El Diviso tidaklah langka masih bisa memenuhi permintaan pecinta kopi, bisa jadi kedepannya akan menjadi langka karena beberapa alasan.
Bagaimana menurut kamu tentang biji kopi yang dikatakan langka?

disadur dari differencecoffee.com – the rarest & best coffees of ther world



