KOPI LIBERIKA DIPROYEKSI AKAN MENDAPAT RUANG DI INDUSTRI KOPI - Majalah Otten Coffee
Kopi liberika bukanlah hal baru di industri kopi, tapi popularitasnya berada dalam bayang-bayang kopi arabika dan kopi robusta.
JENIS tanaman kopi liberika menghasilkan buah kopi dan biji kopi yang jauh lebih besar dibandingkan arabik adan robusta, pohonnya pun mencapai 5 hingga 11 meter. Dari segi produksi mengalahkan arabika dan robusta, namun cita rasanya belum bisa bersaing. Tanaman kopi liberika secara menyeluruh mampu beradaptasi pada iklim, paling hemat biaya budidaya dan hal ini tentunya berpotensi menjadi alternatif komoditas kopi. Baru – baru ini, varietas excelsa dari jenis kopi liberika dikembangkan dengan tujuan bisa menyaingi cita rasa dan seleranya masuk ke peminum kopi.

Secara historis varietas excelsa jenis kopi liberika secara sendirinya diabaikan, jatuhnya minat pasar komersil pada kopi liberika sekitar akhir tahun 1880an dan awal tahun 1990an. Excelsa menawarkan beberapa kelebihan dibandingkan liberika tradisional dalam hal kualitas kopi dan proses budidaya, tentunya karakter tahan terhadap hama dan penyakit menjadi khas jenis kopi ini.
Komoditas kopi liberika dikenal secara umum di kalangan penggemar kopi unggul dalam hal hasil panen yang tinggi bahkan sebanding ataupun melebihi jumlahnya dengan kopi robusta dan arabika di beberapa negara produksinya. Atribut lainnya terkait karakter tanaman dan proses budidaya juga unggul di beberapa hal seperti pematangan buah yang sinkron, buah kopinya rapat dan lainnya.

Sejarah budidaya dan pandangan yang memproyeksikan kopi liberika khususnya varietas excelsa menjanjikan tentang kualitas sensorik dan faktor lainnya secara komersil. Perlu adanya penelitian untuk memajukan pengembangan varietas excelsa kopi liberika, namun penelitian ini akan berlangsung didorong oleh pasar atau adopsi komersil. Jika terjadi masalah pada pasokan kopi arabika dan robusta, kopi liberika akan menjadi alternatif tapi jika hal itu terjadi tapi kopi liberika belum siap menjadi komoditas alternatif.
Kesimpulan dari penelitian proyeksi yang dilakukan oleh beberapa peneliti dipimpin ilmuwan tanaman kopi terkenal Aaron P. Davis dari Royal Botanic Gardens, Kew, Inggris. Tingkat dan intensitas isu terkait iklim, masahal hama dan penyakit yang menjadi penyebab gangguan rantai pasok arabika dan robusta, kemungkinan besar menjadi faktor penentu utama dalam munculnya kembali kopi liberika termasuk varietas excelsa sebagai komoditas kopi pilihan.

Disadur: dailycoffeenews.com
Gambar utama: Ceri kopi liberika di Borneo. 2019 Daily Coffee News oleh Asser Christensen.
