PENELITIAN KOPI 2023 PALING AKBAR YANG PERNAH DILAKUKAN TAHUN LALU - Majalah Otten Coffee
Industri kopi kurang lengkap tanpa melakukan refleksi apa saja yang sudah dilakukan untuk mendukung komoditas kopi menjadi lebih baik lagi di kemudian hari.
BEBERAPA hal di tahun lalu terbukti telah mendorong kopi bergerak lebih baik, menjadikan beberapa penelitian terkait kopi untuk digunakan sebagai referensi yang mendasar. Ulasan tentang kopi green bean dan keberlanjutannya, konsumsi akan kopi dan pengendalian kualitas dan pastinya manfaat kopi bagi kesehatan tubuh.
Berikut kami rangkumkan dengan menyoroti 3 hal tersebut.
Kopi Green Bean dan Keberlanjutan

- Perubahan iklim mempengaruhi produksi kopi secara global, studi dalam istilah “systemic shocks” mempelajari data di setiap wilayah di 12 negara produksi kopi pada tahun 1980 dan 2020. Menjelaskan variabilitas kejadian gabungan tahunan, baik secara global maupun regional. Kenaikan suhu yang berkelanjutan akan menjadi tantangan produksi kopi sebagai respons terhadap bahaya iklim.
- Penurunan produksi kopi skala global dikaitkan dengan berkurangnya serangga penyerbuk yang membantu pertumbuhan tanaman secara umum. Sebuah studi mengeksplorasi kaitan penggunaan lahan pertanian (seperti penggundulan hutan), perubahan iklim, produksi pangan dan perdagangan. Menyimpulkan hilangnya serangga penyerbuk akibat perubahan iklim dan penggundulan hutan akan mengakibatkan penurunan produksi kopi secara umum.
- Temuan memproyeksikan bahwa kopi jenis liberika akan mendapatkan tempat jika pasokan kopi arabika dan kopi robusta mengalami gangguan persediaan karena beberapa faktor penyebab. Maka tidak menutup kemungkinan kopi liberika muncul sebagai alternatif di tengah kesulitan akses pasok untuk biji kopi arabika dan robusta.
- Penelitian melibatkan beberapa petani kopi di Honduras dan El Salvador yang merupakan negara tetangga, memiliki struktur ekonomi dan kebudayaan yang sama namun memiliki perbedaan signifikan perihal produksi kopi bahkan biaya produksi yang dikeluarkan. Biaya lebih rendah dan profit lebih tinggi di Honduras dibandingkan di El Salvador, dan sistem produksi kopi specialty secara konvensional lebih menguntungkan dibandingkan sistem produksi organik.
- Melakukan penelitian pada tanaman kopi kultivar hibrida, memungkinkan akan menghasilkan kopi yang secara alami rendah kafein. Hasil uji coba ini membutuhkan dua hingga tiga tahun untuk tanaman kopi tumbuh dan berbuah. Namun untuk tahap ini, penelitian kopi rendah kafein alami telah memasuki babak baru yang dimulai oleh peneliti Brazil.
- Silsilah tanaman kopi diluncurkan setelah beberapa penelitian dan penelusuran panjang yang dilakukan. Pada silsilah ini, menjelaskan bagaimana sebuah varietas tanaman kopi bisa terdistribusi ke negara tertentu pada rentang tahun tertentu. Laporan silsilah tanaman kopi ini diterbitkan oleh perusahaan Royal Coffee dengan judul “World History & Geography of Arabica Coffee Cultivars“.
- Peneliti menuliskan seri terbaru dari sejarah spesies tanaman kopi arabika, menjelaskan pergerakan varietas tanaman kopi arabika yang berlangsung selama berabad-abad. Selanjutnya menyoroti paling populer di industri kopi saat ini adalah varietas turunan Ethiopia, dan menjelaskan bagaimana varietas turunan seperti typica/bourboun, new-yemen dan kelompok varietas harrar perlu dilakukan strategi budidaya dan diskusi menyeluruh.
- Basis data penanda molekuler SNP KASP pada varietas tanaman kopi yang digunakan untuk membangun dan mengenali karakteristik genetik yang cepat, hemat biaya, dan definitif untuk mengautentifikasi varietas kopi arabika tertentu. Total 23 varietas dan 1424 sampel kopi yang dipelajari berasal dari 5 negara produksi kopi, Guatemala, El Salvador, Costa Rica, Honduras dan Peru.
Konsumsi Akan Minuman Kopi

- Di Belanda, peneliti melakukan kajian pada kopi kapsul sekali pakai yang disimpulkan buruk untuk lingkungan. Melibatkan 3 tipe material penyusun kopi kapsul dan yang memberikan data paling sulit didaur ulang adalah material plastik konvensional.
- Sekelompok peneliti yang berasal dari Coffee Excellence Center di Zurich University of Applied Sciences mendapatkan sebuah pencerahan pada kasus aroma dan cita rasa kopi. Mereka menemukan alasan apa yang membuat kopi memiliki aroma dan cita rasa yang menonjol ketika diuji pada proses coffee cupping.
- Meneliti teknis pembuatan espresso dengan meminimalisir gumpalan bubuk kopi dan efek statik dari bubuk kopi yang baru saja digiling untuk dibuat menjadi espresso. Penelitian ini mempelajari dampak dari menyemprotkan sejumlah kecil kelembapan pada biji kopi sesaat akan digiling, dan hasilnya meminimalisir efek statik dan gumpalang. Hasil akhir dari espresso pun konsisten dan intens ketika menambahkan kelembapan dibandingkan yang tidak.
- Semakin halus bubuk kopi memicu penurunan kualitas espresso yang diekstraksi, eksperimen ini diteliti untuk melihat seberapa besar pengaruh ukuran bubuk kopi ketia air dipaksa mengekstraksi. Temuan ini menjelaskan bahwa semakin halus bubuk kopi, air mengalir tidak cukup merata sehingga hasil ekstraksi kurang maksimal bahkan volume akhir juga kurang karena terhambat.
- SCA menerbitkan panduan yang menyoroti tentang makna menyeluruh perihal proses coffee cupping di industri kopi specialty. Sebuah panduan yang menjelaskan terkait peran penting seorang pencicip dalam rantai pasok industri kopi dan peran-peran tersebut membutuhkan kompetensi untuk pencicip kopi (coffee cupper) yang tidak hanya mencicip tapi memahaminya secara menyeluruh.
- Asosiasi kopi Jerman meneliti selama 3 tahun mempelajari aktivitas ekstraksi kopi. Pada dasarnya para peneliti mempelajari fokus pada variabel ekstraksi seperti temperatur air, tekanan air dan ukuran bubuk kopi. Hingga mampu menjelaskan bahwa tekanan air yang rendah mampu memberikan hasil ekstraksi yang aromatik, dan menjelaskan perubahan variabel lainnya.
Kopi Dan Kesehatan

- Penelitian menyimpulkan bahwa rutin minum kopi mengurangi risiko infeksi COVID-19, melibatkan pengujian laboraturium terhadap sel manusia, serta uji coba pada manusia terdiri dari 64 partisipan yang diberi pseudovirus SARS-CoV-2. Minum kopi setiap hari dikaitkan dengan alat diet yang ampuh dalam mencegah infeksi pada seseorang, termasuk mencegah infeksi COVID-19.
- Kebiasaan minum kopi dan susu dapat meningkatkan efek anti-peradangan. Manfaat kopi yang dikombinasikan dengan khasiat alami dari susu dapat menggandakan sifat anti-inflamasi alami sel kekebalan tubuh.
- Minum kopi rutin pada batas menengah dapat membantu menurunkan tekanan darah. Penelitian ini dilakukan di Italia, menyimpulkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah sedang secara teratur dapat berkontribusi menurunkan penanda tekanan darah yang terkait dengan pengerasan arteri dan penyakit kardiovaskular.
- Kafein kopi memiliki manfaat bagi tubuh seseorang, malahan penelitian terbaru menyimpulkan bahwa pengalaman minum kopi juga mampu membangkitkan kinerja otak sepenuhnya.
- Di Jerman penelitian dilakukan pada produk alternatif yang bersumber dari tanaman kopi selain biji kopi. Menyimpulkan bahwa produk alternatif seperti bunga kopi, kulit kopi, daun kopi bisa dikomersialkan dengan penanganan khusus agar terhindar dari kemungkinan senyawa yang tidak baik bagi tubuh.
- Paduan musik dan kopi meningkatkan kinerja otak menjadi lebih baik, khususnya ketika pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi dan memori. Minum kopi dan mendengarkan musik adalah aktivitas sehari-hari yang dapat meningkatkan kinerja kognitif seseorang.
- Sebuah studi dilakukan di China yang mengaitkan kebiasaan minum kopi 2 cangkir hingga 3 cangkir per hari dengan risiko kecemasan dan depresi terendah dibandingkan dengan yang bukan peminum kopi.
- Mempelajari aktivitas senyawa biji kopi mentah yang disangrai, pada kadar tertentu mengandung senyawa kimia yang tidak baik pada tubuh. Fokus penelitian pada proses sangrai, dan senyawa seperti akrilamida secara alami terbentuk saat biji kopi disangrai. Namun senyawa ini terminimalisir ketika proses penyeduhan dan persiapannya.
- Minum kopi tanpa pemanis dikaitkan dengan penurunan berat badan, studi ini melibatkan lebih dari 100.000 peserta. Mempelajari bagaimana kebiasaan minum kopi mampu menjadi pemicu penurunan dan penambahan berat badan di kalangan orang dewasa.
- Kopi dapat meminimalisir persentase kelemahan fisik yang kemudian hari. Melibatkan penelitian lebih dari 12.000 peserta usia paruh baya, mereka dilengkapi perangkat aktif untuk memantau ruang gerak. Menemukan bahwa mereka usia tua yang minum kopi memiliki energi dan fisik yang kuat dibandingkan yang tidak minum kopi.

Disadur dari dailycoffeenews.com
