Pakai Kopi Premium Blend 1 Kg, Bikin Kopi Susu Literan tanpa Mesin Kopi - Majalah Otten Coffee
Kopi susu literan bisa kamu bikin sendiri di rumah tanpa mesin espresso. Cukup kopi bubuk yang tepat, air panas, saringan, dan sedikit kesabaran untuk menyaring ampasnya.
Format literan makin digemari karena praktis: sekali racik, stoknya cukup untuk beberapa hari. Tinggal tuang ke gelas berisi es batu atau isi tumbler sebelum berangkat. Kuncinya ada di base kopi yang pekat, supaya rasa kopinya tetap terasa walau dicampur susu dan gula dalam jumlah banyak.
Promo Bisa Berubah Sewaktu-waktu.
Baca Juga : Rekomendasi Harga Kopi 1 Kg untuk Ragam Kebutuhan
Kenapa Pakai Premium Espresso Blend 1 Kg?
Premium Espresso Blend 1 Kg adalah house blend Otten Coffee dengan komposisi 50% Arabika dan 50% Robusta. Racikan ini memang dirancang untuk menu kopi susu, jadi cocok sekali dijadikan base kopi literan.
- Rasa kopi tetap menembus susu. Robusta menyumbang body yang tebal dan rasa pahit yang mantap, sementara Arabika memberi aroma dan manis alami. Hasilnya, kopi tidak “tenggelam” walau dicampur susu, creamer, dan gula aren.
- Profil rasa yang akrab di lidah. Karakternya condong ke cokelat dan kacang, profil yang paling pas dipadukan dengan susu ala kopi susu kekinian.
- Hemat untuk produksi literan. Satu kemasan 1 kg dibanderol Rp195.000 dan cukup untuk sekitar 12 kali racikan dengan resep di bawah. Artinya, biaya kopi per liter hanya sekitar Rp16.000.
- Bisa langsung dipesan dalam bentuk bubuk. Otten menyediakan gilingan gratis sesuai alat seduh. Untuk metode di artikel ini, pilih gilingan Medium.
- Kesegaran terjaga. Kemasan aluminium foil dilengkapi one-way valve dan zip lock, dengan masa rasa puncak sekitar 2 minggu hingga 3 bulan setelah tanggal sangrai jika disimpan rapat di tempat sejuk.

Bahan dan Alat
Resep ini menghasilkan sekitar 1 liter kopi susu, cukup untuk 4 sampai 5 gelas.
| Bahan | Takaran | Fungsi |
|---|---|---|
| Premium Espresso Blend, gilingan Medium | 80 g (sekitar 13 sdm) | Base kopi pekat |
| Air panas (90 sampai 94°C) | 400 ml | Menyeduh kopi |
| Susu UHT full cream | 400 ml | Badan utama kopi susu |
| Susu evaporasi | 150 ml | Memberi rasa susu lebih creamy |
| Gula aren cair | 100 ml | Pemanis, sesuaikan selera |
| Creamer bubuk (opsional) | 2 sdm | Menambah gurih |
| Garam | Sejumput | Menyeimbangkan pahit dan manis |
Alat yang dibutuhkan:
- Teko atau gelas ukur tahan panas minimal 600 ml
- Saringan kawat (saringan teh)
- Kain saring atau saringan halus
- Kertas filter V60 atau sejenisnya (opsional, untuk penyaringan terakhir)
- Botol kaca atau jerigen kecil 1 liter yang bersih dan bertutup
Cara Membuat Base Kopi Pekat
Base kopi dibuat dengan metode seduh rendam (immersion): kopi bubuk direndam air panas, lalu ampasnya disaring bertahap 2 hingga 3 kali sampai kopi bersih.
- Panaskan air. Didihkan air, lalu diamkan sekitar 30 detik sampai suhunya turun ke kisaran 90 sampai 94°C. Air yang terlalu mendidih membuat kopi cenderung pahit getir.
- Tuang dan aduk. Masukkan 80 g kopi bubuk ke teko, tuang 400 ml air panas, lalu aduk rata sampai tidak ada gumpalan bubuk kering.
- Diamkan 5 sampai 6 menit. Tutup teko agar panas tidak cepat hilang. Waktu rendam ini membuat ekstraksi cukup untuk menghasilkan kopi pekat tanpa terlalu pahit.
- Saringan pertama: saringan kawat. Tuang kopi lewat saringan kawat untuk membuang ampas kasar. Jangan tekan ampas di saringan, karena bubuk halus ikut lolos.
- Saringan kedua: kain saring. Saring ulang lewat kain saring atau saringan halus. Tahap ini membuang sebagian besar partikel halus yang membuat kopi terasa berpasir.
- Saringan ketiga (opsional): kertas filter. Kalau masih ada endapan, saring sekali lagi dengan kertas filter. Hasilnya kopi lebih bersih dan lebih awet disimpan.
- Dinginkan. Biarkan base kopi mencapai suhu ruang sebelum dicampur susu. Hasil akhirnya sekitar 280 sampai 300 ml kopi pekat, karena sebagian air terserap ampas.

|
|
|
Meracik Kopi Susu Literan
Setelah base kopi dingin, semua bahan tinggal dicampur dalam satu botol 1 liter.
- Larutkan creamer bubuk (jika dipakai) dan sejumput garam ke dalam base kopi selagi masih sedikit hangat, aduk sampai larut.
- Masukkan gula aren cair, aduk rata.
- Tambahkan susu evaporasi, lalu susu UHT full cream.
- Tutup botol dan kocok perlahan sampai warnanya merata.
- Cicipi. Kalau kurang manis, tambah gula aren sedikit demi sedikit. Kalau terlalu kuat, tambah susu UHT.
Sajikan dengan es batu penuh di gelas, karena es yang mencair akan sedikit mengencerkan kopi. Rasio ini sengaja dibuat agak pekat supaya tetap enak sampai tegukan terakhir.
Penyimpanan: simpan di kulkas dalam botol tertutup rapat dan habiskan dalam 3 hari, karena campurannya mengandung susu segar. Kocok dulu sebelum dituang, sebab kopi dan susu bisa sedikit memisah. Kalau ingin stok lebih lama, simpan base kopinya saja dan racik dengan susu sesaat sebelum diminum.
Tips dan FAQ
Kenapa kopinya harus disaring 2 sampai 3 kali?
Satu kali saring dengan saringan kawat hanya membuang ampas kasar. Partikel halus yang tersisa membuat kopi terasa berpasir, cepat mengendap di dasar botol, dan rasanya terus bertambah pahit selama disimpan. Penyaringan bertahap membuat base kopi lebih bersih dan stabil.
Gilingan apa yang paling pas?
Medium. Gilingan terlalu halus (Fine) sulit disaring dan cenderung pahit, sedangkan gilingan kasar (Coarse) butuh waktu rendam lebih lama agar kopinya cukup pekat.
Bisa diganti gula pasir atau pemanis rendah kalori?
Bisa. Gula pasir sebaiknya dibuat sirup dulu (larutkan dengan air panas 1:1) agar cepat larut di susu dingin. Pemanis rendah kalori juga bisa, takarannya disesuaikan selera.
Kopi susunya terlalu pahit, apa yang salah?
Biasanya karena air terlalu panas, waktu rendam terlalu lama, atau ampas ditekan saat disaring. Coba turunkan waktu rendam ke 4 sampai 5 menit dan biarkan kopi menetes sendiri.
Berapa liter yang bisa dibuat dari 1 kg kopi?
Dengan takaran 80 g per racikan, satu kemasan Premium Espresso Blend 1 Kg cukup untuk sekitar 12 liter kopi susu.
Pahami Cara Buat Kopi Susu, Pilih House Blend Favorit!
