MERAWAT SARINGAN KOPI KAIN AGAR TAHAN LAMA - Majalah Otten Coffee
Saringan kopi kain atau dikenal dengan cloth filter memang sudah ada sejak lama, bahkan sebelum ‘Gelombang Kopi Ketiga’ tiba.
ALAT seduh manual yang satu ini sudah terlebih dahulu dipakai secara turun temurun di Jepang dengan cara slow drip dan di beberapa daerah di Indonesia seperti Nanggroe Aceh Darussalam dengan kopi tareknya. Di era seduh kopi semakin kekinian, saringan kopi memiliki perbedaan sesuai alat kopi yang digunakan.
Di era sekarang ini, cloth filter merupakan alternatif saringan kopi yang cukup ekonomis dan lebih eco-friendly karena bisa dipakai berkali-kali. Hasil seduhannya pun berada di tengah-tengah antara paper filter yang clean dan smooth dan metal filter yang lebih body dan oily. Saringan kain dinilai mampu memberi rasa nikmat yang jernih namun tetap aromatik dan tebal. Itu kenapa banyak penyeduh era sekarang yang gemar menggunakannya.
Untuk kamu yang mempertimbangan untuk memiliki cloth filter atau saringan kopi dari bahan kain ini, mungkin harus tahu keunggulan dan kelemahan alat seduh ini. Antara lain sebagai berikut:
- Cloth filter sangat eco-friendly dan mengusung tema zero waste karena bisa dipakai berulang-ulang dan tentunya berbeda dengan paper filter. Jadi kamu cukup investasi beli satu kali, bisa dipakai dalam rentang waktu yang lama. Tergantung perawatannya.
- Ia lebih ekonomis dari paper filter karena hanya beli sekali dan lebih ekonomis pula dari metal filter karena harganya yang relatif murah.
- Saringan kopi kain ini juga hadir dalam berbagai ukuran. Kamu bisa menemukannya yang cocok untuk saringan kopi V60, Kalita Wave bahkan Chemex. Bentuknya juga beragam mulai dari yang biasa hingga yang disertai gagang dan pegangan sehingga mempermudah kontrol dalam menyeduh.
- Kelemahannya, jika terlalu lama dipakai akan menguning dan residu yang tertinggal akan memengaruhi rasa kopi yang diseduh setelahnya. Jadi harus dirawat secara ekstra.
- Jika tidak langsung dibersihkan setelah dipakai, saringan kopi ini akan susah hilang warna kopinya dan tentu ini tidak sedap dipandang dan kainnya juga akan mudah rusak.
Bicara soal merawat cloth filter atau saringan kopi ini, ternyata sebenarnya tidak sesulit kedengarannya kok. Dan untuk kamu yang ingin membeli alat ini atau yang sudah punya tapi sulit bagaimana merawatnya kami akan memberi tahu tips merawat saringan kopi kain. Tips ini kami sunting dari YouTube James Hoffman seorang juara barista dan juga ekspertis di bidang kopi.

Nah jangan sampai ya cloth filter kamu rusak dan tidak bisa dipakai lagi karena tidak dirawat. Karena cloth filter jika tidak dibersihkan dengan benar akan meninggalkan resido pada pori-pori saringan yang kelak akan mengganggu rasa kopi hasil seduhan berikutnya. Selain itu, tentu kita tak suka melihat noda hitam tertinggal di sana juga, bukan? Lalu bagaimana cara merawatnya? Intip tipsnya di bawah ini:
Dicuci Bersih setelah Digunakan
James Hoffman, seorang ahli kopi terkemuka mengatakan bahwa cloth filter harus dicuci bersih sesaat setelah dipakai. Jangan sampai dia dibiarkan mengendap lama karena takkan bisa hilang.
Direndam Air Sesaat setelah Dipakai
Dia menambahkan lagi alangkah baiknya jika cloth filter yang sudah dicuci direndam pada air saja agar kualitas kainnya terjaga.
Dibekukan di Dalam Freezer
Pun bisa juga dalam keadaan basah dimasukkan dalam plastik dan disimpan di freezer sampai kamu memerlukannya kembali. Ini baik untuk menjaga kualitas cloth filter itu sendiri.
Gunakan Baking Soda
Selain tips dari James Hoffman, kami sendiri menggunakan baking soda dalam membersihkan cloth filter. Setelah dicuci bersih, kami merendam cloth filter pada air hangat yang sudah dicampur baking soda sekitar 1-2 jam lalu keringkan.
Tips di atas bisa kamu tiru jika kamu memang menggunakan cloth filter secara rutin dan mulai jengkel karena warnanya berubah. Kalau kalian punya tips lainnya boleh ditambahkan di kolom komentar ya!
Sumber dari YouTube James Hoffen dan situs lainnya
Diperbaharui oleh Mustika T. Yuliandri Pada 3 April 223

