KOPI VS TEH, MANA YANG PALING BERMANFAAT UNTUK KESEHATAN, FAKTA MENJAWAB - Majalah Otten Coffee
Sungguh hal ini perlu diulas, jika selama ini sajian kopi dan sajian teh diperdebatkan mana yang paling baik untuk kesehatan, maka inilah jawabannya.
BEBERAPA orang menyimpulkan secara umum apa yang mereka konsumsi adalah yang terbaik untuk orang lain, padahal belum tentu. Apakah kamu peminum kopi? Atau kamu adalah penikmat seduhan teh? Ketika ditanya mana yang terbaik untuk kesehatan, pastinya kamu akan berpihak ke salah satunya sesuai apa yang kamu konsumsi.
Padahal, jika melihat secara umum sajian kopi dan seduhan teh, keduanya bermanfaat bagi kesehatan tubuh dalam keadaan tertentu. Tiap orang memiliki respon tubuh yang berbeda ketika mengkonsumsi kopi ataupun teh. Seorang peneliti medis, ahli bedah jantung dan penulis, Steven Gundry, M.D. ketika ditanya mana yang bermanfaat untuk kesehatan antara kopi atau teh.
Baca selengkapnya: 3 alat kopi ini bisa untuk seduh teh
Steven Gundry, M.D. menjelaskan bahwa sebenarnya keduanya sangat baik untuk kamu. Lebih lanjut lagi, secara detail alasannya karena kopi dan teh mengandung polifenol, dan senyawa ini mendukung kesehatan tubuh.
Polifenol Mendukung Kesehatan Usus
Bakteri baik dalam usus yang mendukung siklus pencernaan adalah probiotik. Semua penyakit dimulai dari usus dan berakhir di usus pula. Maka, polifenol sangat baik untuk membentuk mikrobioma usus yang hebat.

Kopi umumnya mengandung lebih banyak polifenol daripada teh, hanya saja kandungan polifenol dari kopi tergantung cara sangrainya. Dark roast memiliki kandungan polifenol rendah, dan lebih banyak jika disangrai light roast atau medium roast.
Setelah kopi, konsentrasi polifenol tertinggi ditemukan pada teh hijau, kemudian teh hitam. Biasanya lebih sehat jika Anda tidak menambahkan apa pun ke minuman ini.
Seduh Kopi Manual, Sarat Kandungan Polifenol
Seduhan kopi hitam secara manual ataupun teh secara manual tanpa menambahkan apa pun, dipercaya memiliki kandungan polifenol yang lebih banyak dibandingkan menambahkannya dengan apa pun. Menambahkan susu, gula pada kopi akan mengikat manfaat polifenol untuk tubuh kamu.
Dr. Steven Gundry menambahkan lagi, mencampurnya dengan yang alami seperti madu atau gula organik akan meningkatkan kadar insulin dan ini menyebabkan penambahan berat badan. Produk pemanis buatan pun berkontribusi tidak cukup baik untuk mikobioma usus dan ini sebabkan keinginan berlebih akan konsumsi gula.

Inginkan alternatif pemanis dianjurkan memilih produk rendah kalori sekitar 70% semanis gula. Pemanis rendah kalori Allulose yang ditemukan dari kismis, gula merah, dan lainnya mendukung untuk penurunan gula darah, Dr. Steven Gundry lebih lanjut menjelaskannya.
Kandungan Kafein Pada Kopi dan Teh
Bukan rahasia lagi bahwa kafein memiliki manfaat baik untuk kesehatan tubuh. Bahkan banyak penelitian yang melibatkan peminum kopi, memiliki resiko rendah terkena dementia dan penyakit parkinson dibandingkan dengan yang bukan peminum kopi.

Hanya saja, berlebihan ketika mengkonsumsi kafein akan mengganggu kualitas tidur seseorang. Di pagi hari, konsumsi kafein akan sangat dibutuhkan dibandingkan menjelang malam.
Ingin mengambil manfaat menenangkan dari kafein menjelang malam, baiknya mengkonsumsi teh bila perlu.
Tergantung pada waktu ketika meminumnya, terkadang teh adalah pilihan yang lebih baik. Teh hitam memiliki lebih banyak kafein daripada teh hijau.
Semacam Saran
Untuk mendapatkan manfaat terbaik, direkomendasikan untuk meneguk teh specialty. Racikan teh hitam ataupun teh matcha memiliki kandungan polifenol yang cukup untuk tubuh kamu.
Kamu peminum kopi atau penikmat teh?
artikel disadur dari CBN News

