Jenis Variabel Shot Kopi Espresso: Single, Double Shot & Extra - Majalah Otten Coffee
Kepopuleran sajian espresso sangat erat dengan perkembangan mesin espresso yang sangat cepat menyebar ke banyak negara pada masa pertumbuhan cafe kopi. Mari berkenalan lebih dekat dengan espresso!

“ESPRESSO adalah sebuah keajaiban dalam secangkir kopi.” – Andrea Illy
Minuman yang awalnya ditemukan di Italia ini hampir selalu menjadi favorit, tak peduli gelombang kopi datang silih berganti. Seperti yang dikatakan Andrea Illy, ada semacam keajaiban tak terekspresikan dalam secangkir espresso, yang hanya bisa dirasakan ketika meminumnya.
Espresso, umumnya dihasilkan dengan memakai air panas dan di-brew di bawah tekanan suhu cukup tinggi. Kalau prosesnya benar, espresso tersebut bisa ditandai dengan adanya crema di lapisan atas minumannya. Nah, menurut “hukum minum kopi” ala orang Italia, espresso sebaiknya diminum ketika crema-nya masih ada. Selain karena crema adalah emulsi dari minyak kopi yang berfungsi untuk “membungkus” espresso dan menjaga agar aromanya tetap sempurna, crema ini juga merupakan penanda bahwa espresso tersebut masih segar atau tidak. Makanya disarankan untuk meminum espresso sekaligus, dalam satu tegukan. Namanya juga espresso, express—oh. Hehe…
Apa Arti Single, Double, dan Extra Shot Kopi?
Dalam istilah kopi, “shot” adalah satuan takaran untuk satu porsi sajian espresso. Single shot berarti satu takaran standar (sekitar 30ml), sedangkan double shot (doppio) menggunakan takaran ganda (60ml). Menambahkan extra shot berarti memasukkan ekstraksi tambahan agar rasa kopi makin pekat.
- Single Shot: 1 porsi standar espresso (±30 ml), cocok untuk kopi dengan intensitas ringan.
- Double Shot (Doppio): 2 porsi espresso (±60 ml), takaran paling umum di coffee shop modern agar rasa kopi tidak tenggelam oleh susu atau air.
- Extra Shot / 3 Shot: Tambahan porsi espresso di luar takaran standar menu (menjadi ±90 ml), sering dipesan untuk es Americano ukuran besar agar rasa tidak hambar.
|
|
|
|
Simak video mesin pembuat kopi untuk espresso rumahan kamu.
Btw, bagi penggemar kopi mungkin sudah nggak asing dengan istilah espresso, ristretto dan doppio dalam menu-menu kopi. Bagi yang nggak tahu, ketiganya adalah sama-sama espresso, hanya saja sedikit berbeda. Simak bedanya berikut ini, biar kalau ke kedai kopi nggak salah pesen. Lol.
1. Espresso
Merupakan jenis yang paling basic. Tradisionalnya, satu cup espresso terbuat dari 7-9 gram bubuk kopi dan seharusnya dibuat tidak lebih dari 25 detik. Satu shot espresso biasanya berukuran 25-30 ml. Tekanan tinggi mutlak diperlukan untuk menyeduh espresso agar bisa menciptakan karakter dan lapisan padat berwarna coklat—yang disebut crema dan merupakan penanda bahwa espresso itu baik. Seorang Italia bernama Luca di Pietro yang juga seorang pendiri Tallucci e Vino, kedai kopi cukup terkenal di New York, mengatakan bahwa espresso yang baik harusnya tidak terasa terlalu pahit dan tidak membuat jantung berdebar. Nah lho.

2. Ristretto
Umumnya ristretto menggunakan bubuk kopi yang lebih halus lagi dengan kapasitas air setengah dari single shot.

Ristretto berasal dari Bahasa Italia yang berarti “terbatas” atau “pendek”. Ristretto dibuat kurang dari 20 detik dalam tekanan tinggi. Biasanya sebelum espresso disajikan sampai penuh, cangkirnya sudah segera diambil. Dengan kata lain, ristretto adalah minuman yang dibatasi hanya sampai “setengah” espresso saja. Karenanya ristretto pun umumnya memiliki rasa yang lebih manis dan chocolaty lantaran tidak ikut menyertakan ekstraksi terakhir dari kopi.
3. Doppio

Doppio adalah double shot espresso, umumnya diekstraksi dengan menggunakan double coffee filter dalam portafilter. Jadi kalau mau memesan dua shot espresso, ya sebut saja dengan doppio. Btw, istilah doppio juga berasal dari Bahasa Italia yang berarti double dan sekarang ini doppio sudah dianggap ukuran shot standar untuk membuat menu-menu espresso-based. Satu doppio umumnya berukuran 60 ml.

Espresso, ristretto dan doppio adalah yang paling dasar untuk diketahui sebelum kamu mencoba kreasi resep espresso milk based.
Berikut ini kreasi resep sajian kopi dari espresso!
Istilah 3 shot espresso disebut apa?
Ada istilah yang merujuk penyebutan 3 shot espresso dalam variasi resep kopi dead eye, yang mencampurkan 3 shot espresso ke cangkir berisi kopi hitam. Namun berbeda penulisan resep kopi Americano ataupun Long Black tidak ditemukan penggunaan 3 espresso walaupun pada praktiknya, mungkin ada penikmat kopi Americano yang menggunakan 3 espresso.
Red Eye
Secara sederhana memahami resep kopi Red Eye adalah campuran espresso dengan kopi hitam, namun paling populer kopi hitam yang digunakan sajian kopi filter. Walaupun pada praktiknya, mungkin ada beberapa penikmat kopi red eye yang menggunakan sajian kopi lainnya, baik disaji dingin maupun panas. Penamaan resep kopi ini terkait dengan efek setelah meminumnya, yaitu mata terjaga dan tidak mudah mengantuk. Untuk resep kopi Red Eye sendiri mencampurkan espresso ke dalam secangkir kopi hitam.
Black Eye
Sementara itu dengan menambahkan doppio ke secangkir kopi hitam, nama resep ini menjadi berbeda. Secara konsepnya hampir sama dengan resep kopi red eye, yang berbeda penggunaan kapasitas espressonya. Untuk resep kopi Black Eye sendiri mencampurkan double espresso atau istilah lainnya doppio ke secangkir kopi hitam. Dalam sajian kopi black eye pun sama, baik disajikan panas ataupun dingin, namanya tetap black eye yang mengacu pada pengaruhnya ke mata yang tidak mudah mengantuk setelah meminumnya.
Dead Eye
Perbedaan red eye, black eye dan dead eye terletak pada kapasitas penggunaan espresso selama proses pembuatannya. Secara konsep semuanya menggunakan sajian kopi hitam yang umumnya kopi filter, untuk takaran sendiri kamu pasti bisa menyesuaikannya. Resep kopi Dead Eye menggunakan 3 espresso kemudian dituang ke secangkir kopi filter. Perbedaan red eye, black eye dan dead eye juga menjelaskan perbedaan pengaruh yang jelas terhadap mata yang tidak mudah mengantuk.
Mari beralih ke topik variasi sajian espresso yang dicampur ke air mineral.
Americano
Untuk yang tidak terlalu mencintai sajian espresso, perbedaan kedua resep kopi ini terdengar aneh atau malah bertanya-tanya memang ada bedanya ya? Sajian kopi Americano merujuk pada prosesnya yang menuangkan espresso pertama kali dan dilanjutkan dengan menuangkan air mineral. Penyajiannya juga beragam bisa hot americano dan iced americano, namun untuk iced americano sendiri masih banyak variasi resep kopinya yang ditambahkan dengan bahan lain. Iced americano juga menjadi populer ketika ditambahkan syrup ataupun garnish, walaupun terdengar seperti coffee mocktail tapi langkah awal pembuatannya adalah iced americano.
Long Black
Pada konsep resep kopi Long Black yang dituang pertama kali adalah air mineral dan kemudian diikuti dengan menuangkan espresso. Penggunaan espresso pun tergantung kebutuhan yang bisa disesuaikan berdasarkan selera. Perbedaan Americano dan Long Black terletak memang pada proses pembuatannya, dan malah lebih familiar Americano dibandingkan Long Black walaupun kadang sering keliru penyebutan metode diantara keduanya. Untuk yang mencintai espresso, pasti paling paham perbedaan keduanya dari segi kerakter rasa, bagaimana molekul espresso yang dipecah oleh air mineral ketika dituang atau sebaliknya bagaimana aktivitas molekul air ketika berbenturan dengan espresso ketika dituang.
Espresso Milk Based
Mari beralih ke kreasi sajian espresso yang dicampur dengan susu ataupun coklat.
Latte
Sajian kopi latte penjelasan singkatnya, menggunakan espresso kemudian dicampur dengan susu steam dan foam susu, dengan permukaan foam yang terlihat. Sementara itu paling populer latte art dengan menampilkan foam susu terlihat berpola.
Cappuccino
Sedangkan Cappuccino hanya menggunakan susu steam, pada tahap prosesnya hanya mencampurkan espresso dan susu steam. Berbeda dengan latte yang fokus pada penggunaan foam susu. Untuk membuat cappuccino tidak harus menggunakan mesin kopi, kamu juga bisa menggunakan alat kopi manual seperti Moka Express Bialetti dan milk frother untuk steam susunya.

Macchiato
Resep kopi macchiato merujuk pada rasio espresso dan susu steam yang digunakan, kapasitasnya 50:50 sehingga tidak ada karakter rasa yang lebih dominan. Penggunaan espresso dan susu steam dengan kapasitas seimbang. Kamu bisa menggunakan mesin espresso rumahan seperti DeLonghi Dedica dan sejenisnya untuk menghasilkan menu ini.
Mocha
Menariknya lagi, sajian kopi mocha melibatkan bahan coklat dan juga whipped cream. Secara proses pembuatannya, espresso ini dicampurkan dengan sajian coklat dan juga susu steam kemudian yang terakhir menambahkan whipped cream di bagian atasnya.
Apakah kamu pernah mencoba variasi resep sajian kopi espresso lainnya, yuk berbagi di sini!

Foto dari Flickr,credit oleh: Scott Schiller, felixmetalsucko, Pen Waggener. 6 Jan 2023 artikel diulas lebih dalam oleh Yoga. 23 Jan 2023 artikel diperbaharui oleh Mustika.

