Hamdani Juara 1 Indonesia AeroPress Championship 2026 !!
- Hamdani, barista Medan dari Eat My Oh-Dough – Hotdogbar & Coffeebar, butuh lima kali ikut kompetisi AeroPress sebelum akhirnya juara di 2026.
- Dosisnya tidak pernah berubah sejak awal ikut lomba, yaitu 17 gram.
- Tantangan terbesar 2026 adalah aturan air bebas dan biji kopi yang penuh tantangan.
- Tips utamanya sederhana, latihan terus, jangan takut kalah, dan tahu di mana kurangnya.
Ada juara yang lahir dari satu kali coba. Ada juga yang lahir dari bertahun-tahun mencoba, pulang tanpa piala, lalu tetap datang lagi tahun berikutnya. Hamdani termasuk yang tidak kenal menyerah.
Barista asal Medan ini akhirnya meraih gelar di Indonesia AeroPress Championship 2026, kompetisi yang tahun ini digelar Kopi Fest Indonesia dengan babak regional di Medan, Bandung, dan Jakarta. Setelah ini, Hamdani bersiap mewakili Indonesia di panggung dunia.
Kami ngobrol dengannya soal perjalanan panjang itu, resep yang ia pegang, sampai keputusan berani meninggalkan teknik andalannya di tengah kompetisi. Kalau kamu suka menyeduh AeroPress di rumah atau sedang kepikiran ikut lomba, ceritanya layak kamu simak.
Perjalanan Lima Tahun Menuju Podium Tertinggi
Perkenalan Hamdani dengan dunia kopi dimulai pada 2018, saat ia bergabung dengan Eat My Oh-Dough – Hotdogbar & Coffeebar. Waktu itu ia mengaku belum terlalu serius di kopi.
Kompetisi pertamanya justru bukan AeroPress. Pada 2019 ia ikut kompetisi barista dengan kategori espresso base dan milk base. Setelah pandemi COVID-19, barulah ia mulai rutin ikut kompetisi AeroPress.
Dua tahun pertama berjalan tanpa podium. Ia baru naik podium di tahun-tahun berikutnya, termasuk sebagai juara tiga. Pada 2025 ia menargetkan juara satu, tapi hasilnya belum sesuai harapan.

“Memang yang pertama target ya. Penasaran, aku harus bisa nih, karena ada jatahku di situ harusnya. Jadi main terus sampai di titiknya,” ceritanya.
Tahun 2026, kesempatan itu akhirnya datang. “Alhamdulillah rezeki, dan lanjut,” katanya singkat.
Yang menarik, ia tidak pernah menganggap kompetisi sebagai ajang coba-coba. Bahkan untuk throwdown sekalipun, latihannya tetap serius. Prinsip itu yang membuatnya bertahan sampai lima kali ikut.
Resep Juara, Satu Angka yang Tidak Pernah Berubah
Di tengah variabel yang terus berganti, ada satu hal yang ia kunci sejak awal: dosis 17 gram. “Dosis udah di-lock dari awal main sampai sekarang, 5 tahun dosisnya 17,” ujarnya.
Sisanya menyesuaikan biji kopi yang diberikan panitia. Biji kopi kompetisi biasanya tiba sekitar satu minggu sebelum lomba, dan satu pack hampir tidak pernah cukup untuk latihan. Ia biasanya membeli dua sampai tiga pack tambahan supaya bisa latihan habis-habisan.
Promo Bisa Berubah Sewaktu-waktu.
| Variabel | Pendekatan Hamdani |
|---|---|
| Dosis | Tetap 17 gram sejak kompetisi pertama |
| Air | Bebas dipilih peserta di 2026, dicek PPM-nya agar cocok dengan biji kopi |
| Suhu dan grind size | Disesuaikan ulang untuk setiap biji kopi |
| Pendinginan | Chilling ball di Medan, di Jakarta tidak digunakan |
| Target rasa | Sweetness, tentunya clarity, complexity |

Tantangan baru, air bebas
Regulasi kompetisi berubah setiap tahun. Di 2026, peserta diberi kebebasan memilih air sendiri. Kedengarannya menguntungkan, tapi justru menjadi satu hal yang harus dipertimbangkan secara detail.
“Lebih susah pastinya ya, karena setiap biji kopi juga ada cocok-cocokan sama air tersebut. Jadi kita cek PPM lagi,” jelasnya.
Berani meninggalkan chilling ball
Chilling ball adalah bola logam dingin yang dipakai untuk menurunkan suhu kopi dengan cepat setelah diseduh. Teknik ini membantunya di babak Medan, jadi ia berencana memakainya lagi di Jakarta.
Kenyataannya, setelah mempelajari karakter biji kopi di Jakarta, dirasa profilnya malah tidak akan berantakan jika menggunakan chilling ball. Ia pun mengubah pendekatan di tengah jalan, termasuk mengombinasikan filter kertas. Baginya, keputusan ini soal menurunkan ego. “Gak semuanya harus pakai chilling ball, itu gak perform,” katanya.
Pelajaran untuk kamu yang menyeduh di rumah: teknik andalan bukan jaminan. Rasa di cangkir yang menentukan, bukan alat yang kamu sukai.
Di Balik Layar, Latihan Numpang dan Diskusi yang Ribut
Saat babak Medan, ia berlatih penuh di tempatnya sendiri. Di Jakarta, ia numpang latihan di tempat teman yang ikut mendukung, The Good Seeds.Co. Beralamat di Ruko Gading Kirana, Blok A11 No.5, Jl. Gading Kirana Timur, Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara
Ia juga tidak berjuang sendirian. Ada tim yang ikut berdiskusi, dan perbedaan pendapat jadi bagian dari proses. “Pendapatnya pasti gak cocok langsung ya, ada keributan lah pastinya,” katanya sambil tertawa.
Owner Eat My Oh-Dough – Hotdogbar & Coffeebar juga turun tangan. “Dia juga paling gokil kalau suruh ngulik. Ngulik harus dapat deh, gak ada cerita,” ungkapnya.
Menariknya, pressure terbesar justru ia rasakan di Medan. Namun setelah final di Jakarta, rasa capeknya jauh lebih terasa, walaupun hanya satu set.

Menuju panggung dunia
Sebagai juara Indonesia Aeropress 2026 Hamdani akan mewakili Indonesia di World AeroPress Championship 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Mexico City. Persiapannya, kata dia, sama seperti saat regional dan nasional, hanya lebih dimatangkan.
Ada beberapa hal yang belum bisa ia pastikan, misalnya jenis air yang tersedia di sana. Dosis 17 gram tetap ia pegang. Soal teknik, ia membuka peluang kembali memakai chilling ball, atau bahkan membawa gebrakan baru.
Jadwalnya juga cukup padat, karena ia berencana agenda personal seumur hidup sekali pada November. Meski begitu, ia memilih tetap fokus. “Kita gak mau sia-siain support orang tua, kawan, orang-orang terdekat,” katanya.
Tips dari Juara untuk Kamu yang Mau Ikut Kompetisi AeroPress

Dari obrolan kami, ada beberapa pelajaran yang bisa langsung kamu praktikkan, baik untuk lomba maupun seduhan harian di rumah.
- Latihan terus dan jangan takut kalah. “Jangan ngebatasi diri. Coba lagi, coba lagi,” pesannya.
- Kenali kekuranganmu, lalu perbaiki. “Yang penting kita tahu kurangnya kita di mana, nah itu kita perbaiki.”
- Kunci satu variabel. Dosis yang konsisten membuat kamu lebih mudah membaca efek perubahan air, suhu, dan grind size.
- Siapkan biji kopi cadangan. Satu pack jarang cukup untuk menemukan resep terbaik.
- Latih ulang sensori. Kalau jarang menyeduh AeroPress sehari-hari, sesi cupping dan sensori perlu dijadwalkan lagi menjelang lomba.
- Jangan memaksakan teknik favorit. Ikuti karakter biji kopi, bukan kebiasaan.
Kopi yang paling enak adalah kopi yang kamu suka
Soal asal biji kopi, ia tidak pilih-pilih. Kopi Indonesia maupun luar negeri sama-sama aman baginya. “Kopi yang paling enak itu kan kopi yang kita suka ya,” katanya.
Baginya, kopi juga lebih dari sekadar minuman. “Kopi ini menurut aku yang pertama jadi pemersatu ya, lebih banyak teman dari kopi,” ujarnya. Ia melihat dunia kopi terus berkembang pesat setiap tahun, terutama di Indonesia.
Promo Bisa Berubah Sewaktu-waktu.
Rekomendasi Kopi Terbaru Otten Coffee untuk V60, French Press, AeroPress dan metode manual brew.
Kalau kamu ingin mulai melatih resep AeroPress sendiri di rumah, kamu bisa melihat pilihan AeroPress dan aksesorinya di Otten Coffee untuk memulai.

FAQ Seputar Indonesia AeroPress Championship 2026
Siapa juara Indonesia AeroPress Championship 2026?
Juaranya adalah Hamdani asal Medan dari Eat My Oh-Dough – Hotdogbar & Coffeebar. Gelar ini diraih setelah lima kali ikut kompetisi AeroPress.
Di mana saja babak Indonesia AeroPress Championship 2026 digelar?
Kompetisi yang diselenggarakan Kopi Fest Indonesia by Otten Coffee, punya babak regional di Medan, Bandung, dan Jakarta.
Berapa dosis kopi yang dipakai juara AeroPress Indonesia 2026?
Ia memakai dosis 17 gram dan tidak pernah mengubahnya sejak kompetisi pertama.
Apa aturan baru di kompetisi AeroPress 2026?
Peserta diberi kebebasan memilih air sendiri, sehingga harus mencocokkan PPM air dengan karakter bean.
Apa itu chilling ball dalam seduhan AeroPress?
Chilling ball adalah bola logam dingin untuk menurunkan suhu kopi dengan cepat setelah diseduh. Teknik ini tidak selalu cocok untuk setiap bean.
Di mana World AeroPress Championship 2026 digelar?
World Final 2026 dijadwalkan di Mexico City. Tanggal dan venue belum diumumkan per Oktober 2026.


