Butterscotch Syrup; Sejarah, Rasa, dan Mengapa Jadi Favorit Menu Kafe Modern - Majalah Otten Coffee
Ada satu rasa yang begitu khas — bukan, ada satu rasa yang sulit dilupakan begitu kamu mencobanya. Karamel yang lebih dalam, lebih kaya, dengan sentuhan mentega hangat yang melekat di lidah sejak tegukan pertama. Itulah butterscotch. Dari permen toko serba ada di Inggris abad ke-19 hingga syrup premium yang menghiasi menu kafe kekinian Indonesia, perjalanan butterscotch lebih panjang dan menarik dari yang kamu kira.
- Butterscotch adalah konfeksi berbahan dasar mentega dan brown sugar, berbeda dari caramel yang menggunakan white sugar.
- Asal usulnya dari Inggris abad ke-19, kata “butterscotch” pertama tercatat di Doncaster, Yorkshire, sekitar tahun 1817.
- Dalam format syrup, butterscotch menjadi flavor serbaguna untuk latte, frappuccino, mocktail, hingga dessert pairing.
Sebelum masuk ke sejarahnya, kalau kamu sedang mencari koleksi flavor syrup untuk coffee shop, Otten Coffee menyediakan berbagai pilihan syrup barista grade yang bisa langsung diaplikasikan ke menu.

Apa Itu Butterscotch dan Mengapa Sering Disalahpahami
Butterscotch adalah konfeksi berbahan dua komponen utama, yaitu mentega (butter) dan brown sugar. Keduanya dipanaskan bersama hingga mencapai suhu sekitar 132 sampai 143 derajat Celsius, fase yang dalam dunia konfeksi disebut soft crack stage. Hasil akhirnya adalah rasa manis yang lebih kompleks dari gula biasa, dengan lapisan rasa toasty, sedikit creamy, dan kaya molase dari brown sugar.
Dalam bentuk syrup, butterscotch diproduksi dengan menambahkan air dan stabilizer ke dalam basis konfeksi ini, menghasilkan cairan yang mudah dituang, stabil di temperatur barista, dan konsisten dalam profil rasa dari satu sajian ke sajian berikutnya.
Sejarah Butterscotch dari Doncaster ke Seluruh Dunia
Perjalanan butterscotch dimulai jauh sebelum kafe modern bahkan ada.
- ~1817 · Doncaster, Yorkshire, Inggris
Samuel Parkinson mendaftarkan butterscotch sebagai produk konfeksi. Nama “butterscotch” pertama kali muncul dalam catatan tertulis di sini. Asal kata “scotch” masih diperdebatkan, apakah merujuk pada Skotlandia atau kata kerja to scotch yang berarti memotong.
- Akhir Abad ke-19 · Amerika Utara
Butterscotch menyebar ke Amerika melalui imigran Inggris dan Skotlandia. Ia mulai hadir dalam bentuk permen keras (hard candy) yang dijual di toko kelontong dan menjadi camilan ikonik era industri awal.
- 1950 hingga 1980-an · Era Dessert Amerika
Butterscotch berkembang menjadi bahan baku dessert mainstream seperti pudding butterscotch, butterscotch pie, dan butterscotch chip untuk kue. Citra “nostalgic comfort food” mulai terbentuk di periode ini.
- 1990 hingga 2000-an · Masuk Menu Kedai Kopi Global
Rantai kopi besar mulai mengadopsi butterscotch sebagai flavor syrup premium. Butterscotch latte dan butterscotch frappuccino diperkenalkan ke generasi baru konsumen kopi di seluruh dunia.
- 2010 hingga Sekarang · Kebangkitan di Kafe Artisan
Tren specialty coffee mendorong eksplorasi rasa lebih serius. Butterscotch syrup kini hadir dalam formulasi artisan yang lebih clean label, lebih rendah artificial flavoring, dan semakin umum di menu coffee shop lokal Indonesia.
Perbedaan Butterscotch dan Caramel Secara Teknis
Ini pertanyaan yang paling sering muncul, dan jawabannya ada di bahan dasar, bukan hanya soal warna atau tingkat kemanisan.
| Aspek | Butterscotch | Caramel |
|---|---|---|
| Bahan Gula | Brown sugar (mengandung molase) | White atau granulated sugar |
| Komponen Wajib | Mentega (butter), tidak bisa digantikan | Heavy cream, mentega bersifat opsional |
| Suhu Masak | 132 sampai 143°C (soft crack) | 160 sampai 177°C (hard crack atau dark caramel) |
| Profil Rasa | Creamy, toasty, molase, hangat | Bitter-sweet, smoky, lebih berat dan intens |
| Warna | Kuning keemasan terang | Amber gelap hingga cokelat tua |
| Cocok untuk | Latte, mocktail, dessert ringan, oat milk | Espresso, macchiato, dessert berat |
Singkatnya, caramel adalah tentang transformasi gula dalam panas tinggi, sementara butterscotch adalah tentang perpaduan mentega dan molase dalam panas rendah yang terkontrol. Keduanya manis, tapi karakternya berbeda secara fundamental dan tidak bisa saling menggantikan begitu saja dalam sebuah resep.

Tiga Alasan Butterscotch Syrup Populer di Coffee Shop Modern
Ada tiga faktor utama yang mendorong popularitasnya di bar kopi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Pertama, profil rasa yang familiar tapi berbeda. Mayoritas konsumen sudah terbiasa dengan rasa caramel. Butterscotch terasa lebih ringan, lebih creamy, dan tidak sepahit caramel gelap. Ini membuatnya lebih mudah diterima oleh segmen yang tidak suka kopi terlalu bitter sekaligus menjadi pilihan menarik bagi pelanggan yang ingin variasi baru.
Kedua, kompatibilitas tinggi dengan milk-based drinks. Butterscotch berpadu sangat baik dengan susu sapi, oat milk, dan almond milk, menjadikannya pilihan fleksibel untuk menu non-dairy yang sedang tren. Tambahkan milk frother berkualitas dari Otten Coffee untuk hasil foam yang sempurna di atas butterscotch latte kamu.
Ketiga, nilai estetika dan nostalgia yang kuat. Warna kuning keemasan butterscotch syrup sangat fotogenik di era konten media sosial, sekaligus membawa nuansa nostalgia yang terasa hangat dan menyenangkan bagi berbagai kelompok usia pelanggan.
Delapan Variasi Menu Butterscotch untuk Coffee Shop
Berikut delapan ide menu yang bisa langsung diadaptasi ke bar kamu hari ini.
- Butterscotch Latte
Espresso + butterscotch syrup + steamed milk. Base klasik yang tidak pernah salah untuk menu harian.
- Iced Butterscotch Oat Latte
Oat milk + butterscotch + cold brew. Cocok untuk menu non-dairy premium yang sedang naik daun.
- Butterscotch Frappuccino
Blended ice + milk + butterscotch syrup + whipped cream. Menu andalan musim panas yang fotogenik.
- Butterscotch Cold Brew
Cold brew concentrate + butterscotch + sedikit garam laut. Kontras rasa yang kompleks dan adiktif.
- Butterscotch Mocktail Soda
Soda water + butterscotch + lemon squeeze. Menyegarkan dan cocok untuk segmen non-kopi.
- Butterscotch Cortado
Double ristretto + butterscotch + equal ratio steamed milk. Untuk penikmat kopi yang serius.
- Butterscotch Milk Tea
Black tea + butterscotch + creamer. Perpaduan tak terduga yang membuka segmen pelanggan baru.
- Butterscotch Affogato
Vanilla ice cream + espresso shot + butterscotch drizzle. Menu dessert premium yang mudah dieksekusi.

Pertanyaan yang Paling Sering Muncul Seputar Butterscotch Syrup
Apakah butterscotch syrup bisa dibuat sendiri di rumah?
Bisa. Cukup masak mentega unsalted, brown sugar, heavy cream, dan sedikit garam laut hingga mengental. Namun untuk konsistensi rasa di coffee shop, syrup barista grade jauh lebih direkomendasikan karena viskositas dan shelf life-nya sudah terstandar secara industri.
Berapa takaran butterscotch syrup yang ideal untuk latte 250ml?
Standar umum adalah 15 sampai 20ml atau sekitar 1 pump untuk rasa ringan, dan 25 sampai 30ml untuk rasa manis yang lebih dominan. Sesuaikan dengan preferensi pelanggan dan profil espresso yang kamu gunakan karena espresso dengan keasaman tinggi membutuhkan lebih banyak syrup untuk keseimbangan rasa yang optimal.
Apakah butterscotch syrup tersedia dalam versi halal?
Ya, banyak produk syrup barista grade kini tersedia dalam versi bersertifikat halal. Pastikan kamu mengecek label dan sertifikasi produsen sebelum memilih produk untuk coffee shop di Indonesia, terutama karena butterscotch berbasis mentega hewani perlu konfirmasi status halalnya secara eksplisit.
Butterscotch syrup bukan sekadar pemanis tambahan. Ini adalah keputusan flavor yang membentuk identitas menu coffee shop kamu dan membuka segmen pelanggan baru yang mencari pengalaman rasa di luar espresso biasa. Mulai eksplorasi dengan koleksi syrup premium di Otten Coffee dan temukan paduan yang paling tepat untuk konsep bar kamu.
Tentang Kopi Susu Enak Ala Cafe
Powder Drink Kreasi Minuman Segar
Sirup Kopi Terbaik untuk menu cafe!

