Americano Diet, Benarkah Turunkan Berat Badan? Begini Studinya - Majalah Otten Coffee
Kopi Americano dan diet kini menjadi sorotan kembali di kalangan orang-orang yang antusias terhadap program diet dan kesehatan. Awalnya banyak yang mengulas di jejaring media sosial dan berbagi pengalaman diet mereka dengan Americano masuk ke dalam daftar konsumsinya.
Dikenal sebagai pilihan yang lebih rendah kalori dibandingkan dengan variasi minuman kopi susu, kopi Americano menawarkan rasa kopi yang kaya tanpa tambahan gula atau susu yang dapat meningkatkan kalori. Fenomena ini menarik perhatian banyak orang yang mencari cara efektif untuk menurunkan berat badan, sekaligus tetap menikmati cita rasa kopi yang nikmat dan bertenaga.
Pelajari Bagaimana Manfaat Kopi Hitam Bagi Kesehatan
Cari tau mengapa Diet Americano jadi tren!
Rekomendasi Kopi Terbaru Otten Coffee untuk V60, French Press, AeroPress dan metode manual brew.
Kopi Tidak Mempengaruhi Kualitas Diet secara Langsung
Kualitas program diet dipengaruhi oleh asupan makanan dan minuman selama seseorang menjalankan upaya menurunkan berat badan. Setiap makanan dan minuman memberikan kesan yang berbeda pada seseorang ketika sedang program diet.
Sebuah observasi data tahun 2003 hingga 2012 meneliti orang dewasa Amerika; tentang hubungan antara makanan-minuman dengan asupan makanan dan kualitas diet. Pada penelitian ini menjelaskan bahwa kopi dan minuman diet memberikan peningkatan pada asupan kalori harian dari makanan tambahan (discretionary foods).
Sementara itu, tidak ada penjelasan secara detail minuman kopi seperti apa yang dikonsumsi. Fenomena terkini, malahan banyak yang merasa kopi Americano mampu mengurangi minat seseorang untuk konsumsi makanan yang tidak perlu atau makanan yang bisa mengganggu program diet mereka.

Kafein Kopi Menghambat Pertumbuhan Jaringan Lemak Tubuh
Kafein kopi mungkin berkontribusi mengelola atau menjaga berat badan pada mekanisme tertentu. Kafein meningkatkan thermogenesis yang mana mengurangi ukuran dan jumlah sel lemak tercipta pada tubuh.
Kopi berpotensi membantu penurunan berat badan pada individu obesitas karena kemampuannya menghambat adipogenesis. Adipogenesis adalah proses di mana sel-sel tubuh membentuk dan menyimpan lemak.
Observasi ini mencari tau bagaimana mekanisme kafein dalam tubuh, dan seperti apa pengaruhnya pada berat badan. Kesimpulannya kopi memiliki kemampuan untuk mengurangi berat badan seseorang, melalui mekanisme menghambat terciptanya jaringan lemak pada tubuh, Namun tidak membakar kalori secara langsung, untuk kualitas diet yang baik disarankan tidak terpaku pada asupan kopi saja namun asupan makanan nutrisi seimbang dan olahraga.

Indeks Massa Tubuh Menurun Minum Kopi Harian
Lebih lanjut, investigasi dilakukan oleh sekelompok peneliti untuk melihat apakah efek minum kopi mampu mengatur berat badan pada anak-anak. Uji klinis secara acak yang diawali dengan sesi konseling edukasi nutrisi kepada keluarga, melibatkan 48 orang anak pada kelompok umur 11 hingga 14 tahun.
Kelompok anak-anak ini dibagi 3, ada yang minum kopi 2 cangkir per hari (total 160 mg kafein), minum green tea 3 cangkir per hari (total 252 mg catechin dan 96 mg kafein), dan minum teh herbal 3 cangkir per hari.
Untuk menjelaskan keterkaitan kafein pada berat badan, peneliti melihat perubahan pada nutrisi yang diserap, metrik Body Mass Index, dan persentase lemak, mempelajari perubahannya selama 3 dan 6 bulan pada kelompok yang berbeda.
Hasilnya, kopi secara signifikan mempengaruhi perubahan BMI anak dibandingkan green tea dan teh herbal. Rata-rata perubahannya -9,2% pada BMI kelompok anak yang konsumsi kopi sedangkan -2,3% untuk kelompok green tea dan 0,76% untuk teh herbal.

Bisa disimpulkan, Mungkin Americano Berkontribusi Pada Program Diet tapi Kualitas Diet Tergantung Asupan Nutrisi dan Aktivitas Olahraganya
Konsumsi kopi rutin setiap hari mungkin akan menghambat penyerapan nutrisi dari segi mekanisme tubuh maupun menurunkan minat seseorang untuk makan-minum. Dengan demikian, jika ingin memasukkan kopi dalam program diet harus dibarengi asupan makanan bernutrisi untuk mendukung kualitas diet. Cari tau juga bagaimana menjaga badan tetap fit.
Referensi
- Ruopeng An, pubmed.ncbi.nlm.nih.gov diakses 2024. Beverage Consumption in Relation to Discretionary Food Intake and Diet Quality among US Adults, 2003 to 2012
- Lelyana R, researchgate.net diakses 2024. Underlying Mechanism of Coffee as Inhibitor Adipogenesis for Complementary Medicine Use in Obesity
- Hadar Moran-Lev dkk, pubmed.ncbi.nlm.nih.gov diakses 2024. Effect of Coffee and Tea Consumption on Adolescent Weight Control: An Interventional Pilot Study

