7 KESALAHAN DALAM MEMBUAT KOPI COLD BREW - Majalah Otten Coffee
Kesalahan-kesalahan yang umum terjadi ketika membuat cold brew.
MEMBUAT kopi cold brew sebenarnya cukup mudah sehingga bisa dipraktekkan sendiri di rumah. Alat yang dipakai pun tidak mesti canggih seperti di kedai kopi professional, cukup dengan Mizudashi ukuran kecil pun kita sudah bisa membuat cold brew.

Beberapa waktu lalu kami sudah pernah menuliskan cara simpel membuat cold brew di sini. Meski membuat kopi cold brew cenderung gampang, tapi tetap saja ada kesalahan—atau tepatnya salah kaprah—yang sering terjadi ketika membuat kopi seduh dingin ini. Apa-apa saja?
Salah Memilih Kopi
Kopi itu memang masalah selera. Tapi ada beberapa “norma” yang tetap harus diperhatikan agar kopi cold brew yang diseduh tidak berakhir dengan rasa yang kecutnya menggetarkan. Salah memilih kopi ini bisa mencakup banyak faktor. Misalnya, yang dipilih adalah kopi robusta, digiling terlalu halus dan dark roasted pula. Barangkali, karena inilah orang Turki menyebut kopi dengan “strong as death”. Lulz. Perlu diingat bahwa prinsip dari cold brew adalah direndam selama berjam-jam. Maka sebaiknya pilihlah biji kopi yang pada saat direndam selama berjam-jam maka akan mengeluarkan karakter-karakter ajaib yang dimilikinya. Rekomendasi: kopi single origin yang light roasted dengan sweetness cukup tinggi.
Kualitas Air
Air juga sangat memengaruhi kualitas rasa yang akan dihasilkan. Kalau tidak, para juara Barista Championship itu tentu tidak akan repot-repot membawa air sendiri saat berkompetisi. Untuk menyeduh, sebaiknya perhatikan agar air yang digunakan tidak mengandung terlalu banyak alkaline atau chlorine di dalamnya. Air mineral memang yang cukup ideal, namun air yang difilter umumnya bisa meningkatkan rasa dari hasil seduhan kopi menjadi setingkat lebih nikmat.
Rekomendasi Alat Kopi Cold Brew Rumahan
Mulailah kreasikan kopi dingin favorit kamu!
Beda Kopi Cold Brew dan Kopi Cold Drip
Ragam Biji Kopi Segar Cocok Untuk Cold Brew

Waktu Ekstraksi yang Terlalu Panjang
Idealnya, waktu ekstraksi rata-rata kopi cold brew adalah 8-12 jam. Bukan 12 hari. Lol. Logikanya, bubuk kopi yang direndam semakin lama pasti akan berasa semakin apak toh? Belum lama ini ada seorang penggemar kopi yang begitu bersemangat bercerita kepada saya kalau ia sedang membuat cold brew, namun waktu ekstraksi yang dipakainya lumayan panjang, 10 sampai 12 hari. Ujung-ujungnya dia bertanya, “Kok rasanya jadi kayak ada alkoholnya, ya?” Yeaaa…. nurut ngana?
Menyeduh Dengan Air Panas Lalu Dimasukkan Ke Kulkas
Nah, ini nih yang paling kacau. Inti dari cold brewing –menurut para ahli kopi– sebenarnya adalah untuk mengeliminasi kadar acidity (atau keasaman) dari kopi. Maka yang digunakan untuk menyeduh pun adalah air dingin, atau setidaknya air dengan suhu ruang. Air dingin tidak akan ikut mengekstraksi acidity dari kopi dan, sebaliknya, jadi menonjolkan sweetness dan karakter lembut dari kopi. Menyeduh dengan air panas trus dimasukkan ke kulkas, ya, sama aja dengan bikin iced coffee. Nggak pakai es batu sekalian?

Mencampur Dengan ‘ramuan lain’
Misalnya, mencampur hasil seduhan dengan sirup lychee atau gula sebelum didinginkan di lemari pendingin karena mungkin bertujuan untuk membuat kopi cold brew-nya terasa sedikit ‘manis’. Nah, kembali lagi ke yang sudah dituliskan berkali-kali. Membuat cold brew ini sebetulnya cukup tricky, karena tidak semua biji kopi atau single origin cocok dijadikan untuk kopi cold brew. Tapi di situlah seninya. Kita harus pintar-pintar memilih kopi apa yang pada saat diseduh cold brew, cita rasa atau karakter yang dihasilkannya pun bisa menakjubkan tanpa harus dicampurkan gula dan sejenisnya. FYI, saya pernah mencoba cold brew yang sweetness-nya cukup nendang sehingga terasa seperti benar-benar ditambahkan gula—padahal menurut penyeduhnya itu benar-benar single origin tok!
Salah Penyimpanan
Ya, misalnya disimpan dalam wadah atau botol yang tadinya dipakai untuk menyimpan bumbu dapur atau bekas adukan rendang. Haha. Kan tidak lucu kalau cold brew-nya jadi berasa bumbu-bumbu lain. Sebaiknya, pilihlah botol yang bersih dan tidak menyisakan bau atau aroma apa-apa agar tidak memengaruhi rasa akhir kopi cold brew nanti.
Gilingan yang Tidak Tepat
Karena direndam dalam waktu yang cukup lama—yang notabene proses ekstraksinya pun lumayan panjang—sebaiknya sebelum mulai menyeduh untuk cold brew, giling kopi dalam level coarse. Kopi yang digiling terlalu halus/fine akan membuat rasanya semakin intens dan strong. Kecuali kalian suka karakter yang demikian, ya silakan.
Demikianlah beberapa kesalahan yang umumnya terjadi pada saat membuat kopi cold brew. Ada yang ingin menambahkan daftarnya lagi?Share di kolom komentar, ya. 🙂
Selamat menyeduh kopi cold brew.
Foto diambil dari Flickr, credit milik Sacha Fernandez.
