YUANYANG: KOPI DAN TEH DALAM SATU TEGUKAN - Majalah Otten Coffee
Jika kamu menganggap teh dan kopi tak mungkin bersatu dalam satu cangkir, maka kehadiran minuman bernama Yuanyang meluluhlantahkan pendapat tersebut.
DI Indonesia kita biasa menikmati kopi dengan susu, gula, madu, krim atau paling-paling mentega ala bulletproof coffee. Pun kita biasa menikmati teh dengan susu, jahe, telur atau bahan-bahan jamak lainnya. Tapi pernahkah kita menikmati kopi dan teh yang dicampur dalam satu cangkir dan ‘mengawinkannya’ menjadi satu minuman? Mungkin belum pernah mengingat teh dan kopi adalah dua jenis minuman yang berdiri sendiri, berciri sendiri-sendiri.

Tapi ternyata di Hong Kong, beberapa kota di Dataran China (ditemukan juga di Malaysia), minuman kopi dicampur teh sudah ada sejak lama dan disebut-sebut sebagai minuman penambah energi yang memberi semangat bagi para peminumnya. Yuanyang bukanlah sebuah sebuah penemuan terbaru dalam dunia beverages. Juga bukan produk the third wave era yang sedang kita alami. Jauh sebelum ada mesin kopi canggih, yuanyang telah menjadi minuman sehari leluhur masyarakat Hong Kong. Para pendahulu menyesap yuanyang hangat di pagi hari dan menikmatinya dingin saat cuaca sedang panas.

Lalu apa sebenarnya komposisi dari yuanyang ini? Yuanyang terdiri dari kopi hitam (biasanya robusta), black tea dan susu kental manis. Komposisi antara kopi dan teh hampir sama banyaknya. Beberapa orang gemar menambahkan gula pada yuanyang-nya agar terasa lebih manis. Kata ‘yuanyang’ sendiri berasal dari kata yang berarti ‘bebek mandarin’. Yang di dalam budaya Tiongkok menyimbolkan kesempurnaan cinta karena hewan ini biasanya selalu muncul bersama pasangannya. Yuanyang adalah perpaduan antara dua unsur yaitu kopi dan teh. Sama seperti pasangan yaitu perempuan dan laki-laki yang saling melengkapi dan menyempurnakan.

Tak hanya di Hong Kong dan Dataran China saja, yuanyang juga ditemukan di Malaysia dengan nama berbeda yaitu ‘kopi cham’. ‘Cham’ dalam Bahasa Hokkien berarti ‘campur’. Selain itu kopi-teh ternyata juga ada di Ethiopia dan masyarakat di sana menyebut minuman ini dengan ‘spreeze’. Sedang di Eropa yuanyang lebih akrab dikenal dengan istilah ‘cofftea’ yang merupakan singkatan dari coffee and tea. Seperti tak mau kehilangan peluang, ternyata Starbucks di Hong Kong sana juga memiliki menu Frappuccino khusus yuanyang. Frappuccino kopi dan teh ini hanya ada di Hong Kong dan bila kamu mampir ke sana bisa memesan minuman yang namanya Yuen Yeung Frappuccino Blended Cream. Wah jadi pengin juga buat yuanyang versi Indonesia.
Foto utama dari markmawson.wordpress.com

