YOHANNES JUNARTO, JUARA SATU IAC22 REG BANDUNG - Majalah Otten Coffee
Indonesia Aeropress Championship regional Bandung menjadikan Semarang sebagai juaranya, dan tentunya mewakili regional ini untuk berkompetisi memperebutkan juara nasional sebagai wakil Indonesia ke WAC2022 Canada.
KECINTAAN akan sajian kopi menuntun Yohannes Junarto Wibowo ikut serta mendedikasikan diri menjadi pelaku di industri kopi tersebut. Siapa yang mengira peserta IAC22 regional bandung adalah pemilik sebuah roastery sekaligus menjadi head roaster di BOSKAF COFFEE ROASTERS SEMARANG. Aktivitas hariannya tidak terlepas dari mesin roasting dan tentu selalu berkutat dengan mengevaluasi hasil roastingannya yang umum dikenal dengan istilah coffee cupping. Selain kegiatan roasting kopi, Yohannes pun bertanggung jawab memastikan kualitas terbaik dari produk-produk kopi di Boskaf Coffee Roasters. Dedikasi di industri kopi tidak berhenti sampai di sini, keikut-sertaan di IAC2022 menjadikannya sebagai juara satu untuk regional Bandung.

Bagaimana awalnya mulai tertarik dengan kopi?
“Suka kopi karena tuntutan pekerjaan. Jadi saya pernah bekerja di pabrik kopi yang ada di Semarang. Di situ saya bertemu banyak trader coffee dari luar maupun dalam negeri. Dan pertama kali diajak cupping bareng saya langsung sadar kalau kopi itu unik dan enak.”
Apa pendapat mas tentang Aeropress?
“Buat saya Aeropress alat yang simple, mudah dibawa kemana-mana dan konsisten. Asal kita seduhnya sesuai resep, siapapun yg bikin hasilnya sama.”
Pengalaman unik dan berkesan selama mengikuti IAC reg Bandung?
“Acaranya seru, top lah. Persiapannya matang, panitianya juga teroganisir dengan baik. Yang berkesan buat saya diseduhin kopi sama robotnya OttenMatic – Otten Coffee 😄”

Apa yang menarik menurut mas tentang Champion Blend?
“Yang menarik itu campuran yang digunakan. Jadi ada origin coffee, post harvest process, dan profile roast yang berbeda-beda. Overall kopi ini balance”
Dari mana mas menemukan resep Aeropress ini, hingga yakin resep ini yang dipakai di IAC reg Bandung?
“esep yang saya gunakan adalah hasil dari beberapa kali mencoba seduhan. Mencari rasa yang paling balance”
Dan apakah nantinya resep ini akan digunakan untuk kontes nasional di Jakarta, mengapa?
“Kemungkinan besar akan saya gunakan lagi. Tapi mungkin ada sedikit perubahan, tergantung dari kopi yang disediakan oleh panitia”
Apa yang menjadi perhatian khusus versi mas, ketika mengeksplorasi resep Aeropress untuk IAC22 Bandung, mengapa?
“Saya lebih fokus ke ekstraksi kopi, karena kopinya blend harus cari titik aman seduhannya”
Tips untuk pemula, cara menemukan resep favorit mereka menggunakan Aeropress?
“Ngulik grind size nya dulu, variabel yang lainnya sama. Kalau sudah ketemu grind size yg tepat, biasanya hasil seduhan sudah mendekati balance.”
Ada kisah menarik dibalik kemenangan Yohannes di kompetisi regional Bandung, jika umumnya peserta menggunakan resep andalannya dari awal hingga akhir. Berbeda dengan Yohannes, yang melakukan sedikit improvisasi di babak kedua kompetisi, hingga akhirnya keluar sebagai juara satu. Penasaran seperti apa resep Aeropress versi juara satu IAC22 regional Bandung, simak terus artikel seri jelajah kopi indonesia.

