WRITER`S CHOICE: KOPI PILIHAN MINGGU INI, 5 DESEMBER - Majalah Otten Coffee
Bagi saya, kopi sudah semacam kebiasaan dan uniknya minum kopi di pagi hari ini menjadi tular ke rekan kerja yang lain, awalnya cicip malah jadi keterusan.
PALING suka dengan penyeduhan pour-over dan semakin jatuh cinta dengan dripper sekaligus paper filter besutan Cafec. Menurut saya apa pun biji kopi yang digunakan jika diseduh dengan dripper dari Cafec, karakter rasa yang tercipta begitu ramah di lidah saya. Ada beberapa biji kopi yang jadi langganan kalau buat kopi di pagi hari.

Pada segmen writer’s choice kali ini, saya akan berbagi pengalaman mencoba beberapa biji kopi nusantara dan semoga bisa menciptakan gambaran untuk membangkitkan selera. Setiap kali penyeduhan, saya menggunakan rasio 1:18 untuk kopi-kopi Sumatera dan rasio 1:16 untuk kopi-kopi asal Jawa. Penyeduhan pun sederhana, blooming 30-50 detik, air panas dituang ke bagian tengah saja dan jeda jika tinggal 100ml total seduhan lagi, tunggu 15 detik dan tuang kembali gerakan memutar menggenapkan 100ml air panas untuk total seduhan. Kalau kamu, seperti apa nih gaya seduh pour-over favorit.
Bali Ulian Natural
Beberapa waktu lalu saya mencoba biji kopi ini, sedikit melakukan eksperimen mengganti variabel seduhan, rasio 1:16 dan level gilingan agak kasar dari biasanya. Saya bukanlah ahli perihal menilai cita rasa kopi, hanya saja saya sedikit mengerti membedakan mana hasil seduhan kopi yang enak dan mana hasil seduhan kopi yang terlalu ringan atau terlalu kuat.

Cita rasa manisnya masih bisa saya dapatkan dan kenikmatan menyeluruh juga tercipta ketika masuk ke dalam lidah. Jika melihat cupping notes, untuk Bali Ulian Natural potensi profil rasa yang akan didapatkan Mangga, Leci, Jeruk Blossom, dan Biji Cokelat dengan Flavour 4/5, Sweetness 4/5.
Mandheling Natural
Di hari yang begitu sibuk dengan kondisi tubuh yang belum bisa diajak berdamai karena kemarin kurang tidur, saya akan dengan senang hati menikmati kopi-kopi dari Sumatera. Salah satu yang membuat saya terkesan, biji kopi Mandheling Natural diseduh dengan rasio 1:18 dan digiling agak kasar, dengan harapan menciptakan cita rasa nikmat yang lembut.

Selera masing-masing orang berbeda dong ya, secara umum saya lebih menyukai karakter rasa lembut yang diseduh melalui dripper Cafec ini. Dan menurut saya, Mandheling Natural bisa menampilkan kelembutan yang selaras dengan selera, jika melihat cupping notes; cita rasa jahe manis, rosemary, selai jeruk, dan teh hitam.
Ethiopia
Biji kopi satu ini begitu istimewa bagi saya, beberapa kali mencoba Ethiopia dari berbagai produser kopi yang ada, pasti menghadirkan cita rasa yang berkesan. Bahkan bisa dibilang, diseduh berdasarkan intuisi saja, Ethiopia akan memberikan hasil akhir yang nikmat sesuai selera.

Seperti baru kemarin saya mencoba Ethiopia yang berasal dari desa Riripa di bagian barat Arsi, Sidamo. Terkadang kami seakan membandingkan, saya yang sering bermain di rasio lembut 1:18 dan teman yang sering bermain di rasio 1:15, menyeduh kopi Ethiopia Arsi kedua rasio tampil nikmat berkesan.

