WAWANCARA JUARA 1 BIC 2023: FILDZAH DJAFAR - Majalah Otten Coffee
Pemenang Barista Innovation Challenge 2023 Fildzah Djafar bukanlah seorang barista meski dunia kopi sudah lama melekat di hidupnya. Dan Majalah Otten berkesempatan mencari tahu asal muasal di balik kemenangan Fildzah yang akrab dengan tagar #chefwithhercoffee ini!
SAAT pertama kali nama Fildzah Djafar muncul sebagai semi finalis di Barista Innovation Challenge 2023 dia langsung mendapat sorotan dari banyak orang. Perempuan yang sehari-hari berprofesi sebagai sous chef di Kanaya Restaurant Kota Palu ini bukanlah seorang barista seperti kebanyakan para semi finalis lain, dia adalah koki yang akrab di dapur. Namun, dunia kopi bukanlah perihal baru baginya. Sehari-hari dia akrab dengan ‘biji hitam’ ini karena keluarganya memiliki kebun kopi yang memproduksi kopi robusta.

Kopi robusta yang dimiliki keluarganya adalah kopi organik. Dan meskipun sehari-hari banyak dia habiskan di dapur, orang tua dan adiknya kerap berbagi informasi perihal industri kopi. Untuknya dunia chef dan kopi adalah dua hal yang kerap hadir dan ada. Menjadi lingkaran yang mengelilingi hidupnya setiap hari.
Tema ‘Sustainable Practices’ Memotivasi Turut Serta
“Awalnya saya sangat tertarik dengan tema yang diusung oleh Barista Innovation Challenge 2023 yaitu “Sustainability Innovations Throughout Nation”. Menurut saya, tema ini sangat unik dan menantang. Menerapkan sustainability practices pun bukan hal yang baru bagi saya dan restauran tempat saya bekerja. Sangkin tertariknya dengan konsep sustainability, saya mengambil online class Sustainable Business Strategy dari Harvard Business School. Berbekal pengetahuan akan sustainability and its practices membuat saya percaya diri dalam mengikuti kompetiis ini,” tutur Firdzah panjang lebar.
Dalam menciptakan resep unik di Barista Innovation Challenge, Firdzah menggunakan teknik dan flavours yang sudah familiar dengannya sehari-hari. Dia memilih hal ini dikarenakan sempitnya waktu dan dia sadar dirinya bukan barista. Oleh karena itu dalam kreasi minumannya dia banyak menggunakan resep yang terispirasi dari bahan-bahan yang sering dia gunakan dalam memasak sehari-hari.
“Dalam membuat resep, saya selalu berkiblat pada tema utama yang diusung oleh Barista Innovation Challenge. Saya berusaha agar minuman yang saya buat benar-benar menggambarkan tema yang diusung,” tambahnya.

Lawan Terberat Adalah Diri Sendiri
Saat ditanya siapa lawan terberat selama kompetisi Barista Innovation Challenge kemarin Fildzah Djafar mengungkapkan tiada lawan terberat selain dirinya sendiri. Untuknya, kompetisi ini merupakan pengalaman yang luar biasa dan menantang dirinya di banyak level. “It pushes me to go beyond what I thought was my limit. At the end of the competition I realized that there is no limit. Limitation only happens when you don’t push yourself to do more.”
Fildzah juga menambahkan kalau dia memiliki beberapa bahan resep yang meninggalkan kesan mendalam. “Fat washed honey with thyme & rosemary infused brown butter, guava leaves and Ramoe (Non Alcoholic Beer) that I turned into bitter concentrate. seed paper that I made from leftover paper and part of guava that was not suitable enough for me to use as an ingredient,” paparnya. Menurutnya lagi, mengenai metode dalam industri beverage sejauh ini dia masih dalam proses mempelajarinya.
”Be bold, be innovative, and dare yourself to be different. Don’t limit yourself when it comes to learning. Membuat minuman tidak selalu hanya mencari inspirasi dari industri minuman itu sendiri, you can look wider for inspirations. You might get the inspiration for your beverage creation from cooking technique, or even from looking at arts. There really is no limit when it comes to innovation,” pesan yang disampaikan Fildzah di akhir obrolan untuk para pembaca Majalah Otten yang ingin berkarir di dunia kopi.

