ULIR DRIPPER: RAHASIA NIKMAT POUR OVER KETIKA SEDUH KOPI SENDIRI - Majalah Otten Coffee
Sebenarnya apa rahasia nikmat ketika menyeduh kopi menggunakan dripper, apakah terletak pada metode pouring yang digunakan atau ketelitian menjaga air seduhan sesaat ketika pouring. Sebabnya ramai barista menggunakan scale saat menyeduh menggunakan teknik pour over.
MUNGKIN rahasia dari seduhan kopi yang nikmat terletak dari teknik seduh yang digunakan oleh barista. Maka dari itu sangat perlu memperhatikan rasio air seduhan berbanding dengan bubuk kopi yang digunakan, perihal ini pun tiap barista berbeda-beda menggunakan rasio sajian kopi mereka. Tapi berbicara tentang metode seduh yang digunakan ketika pouring, tidak banyak yang berbeda. Semua barista sepakat, menggunakan kettle yang dapat mengatur aliran air ketika dituang memungkinkan untuk mencapai hasil yang diharapkan.
Teknik seduhan ketika menuangkannya memang harus diperhatikan, namun tidak hanya itu. Menggunakan alat-alat kopi yang mendukung seduhan pour over juga tidak boleh diabaikan. Seperti kettle yang mampu mengatur aliran air seduhan, scale yang akurat memberikan data, paper filter dan juga dripper tentunya. Bukan tanpa alasan dripper didesain seperti sekarang ini, mengkerucut dan memiliki ulir. Bahkan tiap produsen dripper memiliki desain ulir yang berbeda, karena ulir pada dripper inilah yang memberikan ruang gerak ketika air seduhan bertemu dengan bubuk kopi pada dripper. Sebaik apa pun desain dripper, kita tidak bisa mengabaikan teknik menuangkan air seduhan. Sekilas teknik pouring yang saya rangkum, sebelum kita akan mengenal lebih dekat tentang ulir pada dripper.

TEKNIK POURING 4:6 VERSI TETSU KASUYA
Cara menuangkan air seduhan di sini dibagi dengan perbandingan 4:6 yang maknanya 40% awal seduhan dan sisanya 60% air seduhan dari total keseluruhannya. Cara menghitung rasio ala World Brewers Cup 2016 Champion ini sangatlah unik dan sederhana jika dituliskan dengan rumus maka seperti ini,
bubuk kopi x 3 = . . . . ml air
. . . . ml air x 5 = jumlah air seduhan
Semisal 20gr
20gr x 3 = 60ml x 5 = 300ml
Sangat sederhana, dan mungkin setelah melihat teknik tuangnya kita akan percaya diri untuk menyeduh kopi nikmat di rumah.
40% dari 300ml adalah 120ml, dan 60%nya adalah 180ml. Secara basic, 40% awal air seduhan dituang adalah untuk memberi ruang agar karakter sweetness dan acidity seimbang, 60ml tuangan pertama kemudian jeda 45 detik selanjutnya menuangkan 60ml lagi. Kemudian masuk ke tahap 60% air seduhan untuk dituang yang merupakan kontrol untuk menegaskan body yang diinginkan. Secara basic, 60ml akan dituang 3x dengan jeda masing-masing 45 detik di antara ketiga air seduhan yang dituangkan.
Karakter rasa kopi nikmat dari teknik tuang seduhan tersebut tidak terlepas dari pengunaan dripper yang dipakai untuk mengaliri air menyentuh bubuk kopi. Pada kesempatan itu, Tetsu Kasuya menggunakan V60 Ceramic Dripper 02, yang sama kita ketahui bahwa ulir dari dripper tersebut membentuk spiral kemudian rapat hingga ujung lubang tempat keluarnya air kopi. Lalu bagaimana jika teknik demikian digunakan menggunakan dripper yang berbeda seperti Rivers Dripper

2 DRIPPER DALAM 1 DRIPPER
Yang menarik dari dripper ini, bisa dibilang dalam satu dripper memiliki kemampuan seakan 2 dripper maksudnya. Rivers Dripper terbuat dari bahan yang mudah dilekukkan, kedua sisinya memiliki ulir yang berbeda, yang satu memiliki ulir yang renggang, dan yang satunya memiliki ulir yang rapat. Ulir ini didesain bukan tanpa perhitungan, karena ulir yang renggang dan ulir yang rapat memiliki pengaruh rasa yang berbeda ketika diseduh.
Ulir yang renggang secara logika akan memberikan ruang gerak air seduhan mengalir lebih cepat dibandingkan dengan ulir yang rapat. Penasaran kan, bagaimana teknik pouring digunakan pada Rivers Dripper.
Disadur dari video Tetsu Kasuya. img: portfairywinterweekends.com.au

