Ube, Ubi, dan Taro: Sama-sama Umbi, Tapi Jangan Tertukar - Majalah Otten Coffee
Sekilas, ube, ubi, dan taro terlihat seperti tiga saudara dalam keluarga yang sama. Ketiganya sama-sama tumbuh di bawah tanah, sama-sama populer sebagai bahan makanan, dan sama-sama bisa berubah menjadi minuman berwarna ungu yang cantik. Namun, menyebut ube sebagai taro, atau menyamakan ube dengan ubi ungu, sebenarnya adalah kekeliruan.

Di tengah semakin populernya ube latte, taro latte, dan minuman ubi ungu di coffee shop, memahami perbedaan ketiganya menjadi semakin penting. Bukan hanya bagi konsumen, tetapi juga bagi pemilik coffee shop yang ingin menjelaskan produknya dengan tepat. Sebab di balik warna ungu yang serupa, ketiganya berasal dari tanaman yang berbeda, mempunyai karakter rasa berbeda, serta membawa sejarah kuliner yang berbeda pula.
Ube: Si Ungu dari Dunia Yam
Ube adalah nama yang digunakan di Filipina untuk purple yam, dengan nama ilmiah Dioscorea alata. Dalam bahasa Filipina, ube atau ubi merujuk pada kelompok yam ini. PhilRootcrops, pusat penelitian tanaman umbi-umbian di Visayas State University, mengategorikan ubi (Dioscorea alata) sebagai salah satu tanaman yam penting di Filipina. (PhilRootcrops)
Ube telah lama menjadi bagian dari kuliner Filipina. Ia digunakan untuk membuat ube halaya, es krim, kue, pastry, hingga halo-halo. PhilRootcrops menyebut ube sebagai salah satu tanaman pangan yang memiliki sejarah panjang di Filipina dan dikenal sebagai “purple gold” karena nilai budaya dan ekonominya. (PhilRootcrops)

Karakter paling mudah dikenali dari ube adalah warna dagingnya yang ungu. Tetapi warna bukan satu-satunya pembeda. Dari sisi rasa, ube cenderung manis, lembut, creamy, dengan nuansa nutty dan vanilla-like. Karakter inilah yang membuatnya mudah diterjemahkan menjadi minuman modern. Ketika dibuat menjadi latte, ube dapat berpadu dengan susu, santan, coconut milk, vanilla bahkan espresso. Tidak mengherankan jika ube kemudian menemukan rumah baru di coffee shop.
Lalu, Apa yang Dimaksud dengan Ubi?
Di sinilah kebingungan bahasa mulai terjadi. Dalam percakapan sehari-hari di Indonesia, kata ubi dapat merujuk pada berbagai tanaman umbi, tergantung konteksnya. Kita mengenal ubi jalar, ubi kayu, ubi ungu dan berbagai jenis umbi lainnya.
Sementara dalam konteks Filipina, “ube” atau “ubi” dapat merujuk kepada Dioscorea alata, yaitu purple yam. Artinya, ube dan “ubi” tidak selalu menunjuk pada tanaman yang sama dalam penggunaan bahasa Indonesia.

Jika yang dimaksud adalah ubi jalar, nama ilmiahnya adalah Ipomoea batatas. Tanaman ini berbeda secara botani dari ube yang merupakan Dioscorea alata. Ubi jalar juga mempunyai banyak varietas dan warna daging, mulai dari putih, kuning, oranye hingga ungu.
Jadi, ketika seseorang mengatakan “ubi ungu”, belum tentu ia sedang berbicara tentang ube. Ini penting terutama dalam industri minuman. Produk yang menggunakan puree ubi jalar ungu tidak otomatis dapat disebut sebagai ube latte.
Taro: Ungu yang Sering Disalahpahami
Kemudian ada taro. Di Indonesia, taro lebih sering dikenal sebagai talas. Dalam konteks Filipina, tanaman ini dikenal sebagai gabi. PhilRootcrops mengidentifikasinya sebagai taro dan menempatkannya sebagai salah satu tanaman umbi penting di Filipina. (PhilRootcrops)
Secara botani, taro berasal dari spesies Colocasia esculenta. Jadi, sekali lagi, ia bukan ube. Yang membuat konsumen sering tertukar adalah produk minuman. Taro latte bisa berwarna ungu atau lavender. Ube latte juga bisa berwarna ungu. Bahkan keduanya sama-sama sering dipadukan dengan susu dan gula Namun karakter rasanya berbeda.
Taro cenderung mempunyai rasa yang lebih earthy, nutty, starchy dan creamy, sedangkan ube biasanya mempunyai profil yang lebih manis dan aromatik dengan kesan vanilla atau kacang.

Taro juga sangat familiar dalam budaya kuliner Asia, khususnya dalam berbagai makanan dan dessert. Di Filipina, misalnya, gabi merupakan salah satu tanaman umbi penting dan memiliki penggunaan kuliner yang luas. (PhilRootcrops)
Dengan demikian, warna ungu bukanlah cara yang cukup untuk menentukan apakah sebuah minuman menggunakan ube atau taro.
Tiga Umbi, Tiga Identitas
Cara paling sederhana untuk membedakannya adalah melihat identitas botani dan karakter rasa.
Ube — Dioscorea alata
Dikenal sebagai purple yam. Sangat kuat dalam kuliner Filipina. Rasanya manis, lembut, nutty dan vanilla-like. Populer dalam dessert dan kini berkembang menjadi ube latte serta berbagai minuman coffee shop.
Ubi jalar — Ipomoea batatas
Termasuk sweet potato. Memiliki banyak varietas warna, termasuk ungu. Rasanya cenderung manis dan familiar sebagai bahan makanan rumahan. Ubi ungu jenis ini berbeda dari ube secara botani.
Taro — Colocasia esculenta
Dikenal sebagai talas di Indonesia dan gabi di Filipina. Karakternya lebih starchy, earthy, nutty dan creamy. Banyak digunakan dalam makanan serta dessert Asia.
Ketiganya sama-sama tanaman umbi, tetapi mereka bukan tanaman yang sama.
Ngopi Enak; Biji Kopi Terbaru!

Menikmati single origin adalah perjalanan eksplorasi rasa kopi yang menakjubkan, membawa karakter unik setiap biji kopi dari daerah asalnya, sambil menciptakan segala momen kebersamaan yang hangat dan berkesan di kenyamanan rumah.
- Kopi Single Origin Arabika dari Otten selalu menghadirkan kesan rasa yang baru secara berkala, pada kesempatan ini ada Arabika Ethiopia Danche, Arabika Sulawesi Mamasa dan Biji Kopi Terbaru Pada Pekan Ini!
- House Blend populer dari Otten menciptakan kesan rasa kopi susu yang istimewa, best seller Crema Espresso dan Golden Crema.
Alat Kopi Pour Over Ringkas

Alat kopi pour over menjadi teman setia dalam eksplorasi ngopi di rumah, memungkinkan setiap momen kebersamaan dihiasi dengan cita rasa kopi yang kaya dan aroma yang menggugah selera.
- Set Hario Alat Seduh Kopi & Teh yang sudah termasuk dalam paketannya; Tea Maker Blue, Hario V60 Coffee Dripper 02 Blue, Coffee Filter 02, Mini Drip Kettle 300ml, Hario Coffee Grinder Smart G dan Protective Case.
- Hario Alat Seduh Kopi Mini Coffee Dripper, coffee server yang lehernya sekaligus menjadi dripper kapasitas 240ml.
- Hario Coffee Dripper Mugen Switch yang menerapkan perendaman kemudian tetesan dengan kapasitas 200ml.
Mesin Kopi Kapsul Anti Ribet

Mesin kopi kapsul anti ribet menghadirkan kepraktisan dalam eksplorasi ngopi di rumah, menyajikan setiap cangkir kopi yang nikmat dengan cepat, sehingga segala momen kebersamaan dapat dinikmati tanpa kesulitan.
- Otten Retto Forest Green tekanan ekstraksi 20 Bar bisa menggunakan kopi kapsul dan bubuk kopi dengan tangki air 1.2 liter
- Otten Veloce Froth Master tekanan ekstraksi 19 Bar dengan tangki air 0.85 liter dan tangki susu 0.3 liter dengan opsi warna; putih dan hitam.
- Otten Opresso kapasitas tangki air 0.6 liter dengan tekanan ekstraksi 19 Bar dan tersedia ekstraksi espresso dan lungo, tersedia opsi warna; hitam, biru, putih, merah muda.
Espresso Maker Rumahan

Espresso maker rumahan memberikan kemudahan dalam eksplorasi ngopi di rumah, menghadirkan cita rasa kopi berkualitas tinggi yang sempurna untuk dinikmati dalam segala momen bersama keluarga dan teman.
- Flair Espresso Maker alat pembuat espresso rumahan dengan tuas penekanan menghasilkan espresso hingga 12 bar dan kapasitas air bervariasi sesuai modelnya, dari termurah Flair Neo Flex V2 harga 1 jutaan, Flair Classic, Flair Pro 3, Flair Pro 2, Flair 58 harga 10 jutaan paling canggih.
- Wacaco Espresso Maker alat mungil yang bisa mengkreasikan espresso tekanan 18 bar, seri Wacaco Minipresso GR2 dengan bubuk kopi, Wacaco Minipresso NS2 dengan kopi kapsul, seri travelingnya; Wacaco Nanopresso Hitam dan Putih
Grinder Kopi Praktis Rumahan

Grinder kopi praktis rumahan mengubah setiap biji menjadi kesempurnaan, menghadirkan pengalaman eksplorasi ngopi berkelas yang berkesan di rumah dalam segala momen kebersamaan.
Mengapa Warnanya Bisa Sama-sama Ungu?
Ini bagian yang membuat dunia minuman menjadi menarik.
Warna ungu pada sejumlah tanaman berasal dari pigmen alami, termasuk anthocyanin. PhilRootcrops mencatat bahwa purple yam, sweet potato, dan taro termasuk tanaman umbi yang mengandung anthocyanin. (PhilRootcrops)
Namun intensitas warnanya dapat berbeda tergantung varietas, kondisi tanaman, proses pengolahan dan bahan lain yang digunakan dalam produk. Itulah sebabnya dua gelas “purple latte” belum tentu mempunyai bahan dasar yang sama.
Bahkan, dalam industri minuman komersial, warna ungu tidak selalu berarti produk tersebut dibuat dari umbi segar. Bubuk, puree, paste, flavoring atau kombinasi beberapa bahan juga dapat digunakan. Bagi konsumen, membaca nama bahan atau deskripsi menu menjadi jauh lebih informatif daripada sekadar melihat warna.
Ube Bukan Sekadar “Taro Versi Baru”
Kesalahpahaman paling umum dalam tren ube coffee shop adalah menganggap ube hanya sebagai taro yang diberi warna berbeda. Padahal, keduanya mempunyai identitas botani dan karakter kuliner yang berbeda. Lebih dari itu, ube mempunyai cerita budaya yang sangat kuat di Filipina.
PhilRootcrops mencatat bahwa ube telah menjadi bagian dari tradisi kuliner Filipina selama berabad-abad. Di Bohol, salah satu varietasnya, kinampay, bahkan mempunyai hubungan erat dengan identitas lokal dan dirayakan melalui Ubi Festival. (PhilRootcrops)

Artinya, ketika ube masuk ke coffee shop modern, yang dibawa bukan hanya warna ungu. Ada sejarah pertanian, tradisi makanan, dan identitas budaya di belakangnya. Dan menariknya, pada 2026 pengembangan ube di Filipina masih terus berlangsung. PhilRootcrops dan Department of Agriculture–Bureau of Plant Industry bahkan mendistribusikan puluhan ribu bahan tanam purple yam kepada kelompok petani di Visayas sebagai bagian dari pengembangan industri ube. (PhilRootcrops)
Ube, dengan demikian, bukan sekadar tren TikTok. Ia adalah komoditas pertanian yang sedang menemukan pasar baru.
Bagaimana Coffee Shop Harus Menyebutnya?
Di sinilah ketelitian menjadi penting. Jika menggunakan Dioscorea alata, gunakan istilah ube, purple yam, atau nama yang menjelaskan bahan tersebut. Jika menggunakan Ipomoea batatas, istilah purple sweet potato atau ubi jalar ungu lebih tepat. Sementara jika menggunakan Colocasia esculenta, gunakan taro atau talas. Jangan menggunakan “ube” hanya karena minumannya berwarna ungu.
Bagi coffee shop, ketepatan penamaan justru bisa menjadi bagian dari storytelling. Konsumen specialty coffee semakin terbiasa bertanya tentang asal bahan, proses, dan karakter rasa. Menjelaskan bahwa minuman menggunakan authentic ube, misalnya, memberikan konteks yang lebih menarik daripada sekadar menulis “Purple Latte” di papan menu.

Pada akhirnya, ube, ubi, dan taro memang bertemu di satu tempat: dunia makanan dan minuman yang semakin kreatif. Tetapi mereka datang dari jalan yang berbeda. Ube membawa cerita purple yam dari Filipina. Ubi jalar membawa keragaman sweet potato. Taro membawa tradisi talas yang tersebar luas di Asia.
Ketiganya boleh sama-sama masuk ke gelas berisi susu dan es. Namun jika kita ingin benar-benar memahami apa yang sedang kita minum, warna ungu hanyalah permulaan. Karena di balik satu gelas purple latte, bisa jadi ada tiga tanaman, tiga sejarah, dan tiga karakter rasa yang sama sekali berbeda.
