Tren Minuman Matcha dan Buah - Majalah Otten Coffee
Matcha tidak lagi hanya hadir sebagai teh hijau tradisional Jepang atau matcha latte klasik. Dalam perkembangan industri minuman pada 2026, bubuk teh hijau ini semakin sering dipadukan dengan buah-buahan untuk menciptakan kombinasi rasa, warna, dan tekstur yang lebih beragam. Strawberry matcha, mango matcha, hingga perpaduan matcha dengan buah sitrus menjadi pilihan menarik bagi kedai minuman yang ingin menawarkan sesuatu di luar menu konvensional.

Daya tariknya terletak pada kontras karakter. Matcha memiliki rasa vegetal, sedikit pahit, dan umami, sementara buah menawarkan keasaman, aroma segar, serta rasa manis alami. Ketika diracik dengan proporsi yang tepat, keduanya menghasilkan minuman yang terasa lebih kompleks tanpa harus menghilangkan identitas matcha itu sendiri.
Tren ini juga didukung oleh perkembangan minat konsumen terhadap matcha. Dalam laporan FoodNavigator pada September 2026 yang mengutip analitik tren dari Spate, popularitas mango matcha latte meningkat 114,4% secara tahunan, sementara strawberry matcha meningkat 26,6%. Angka tersebut menggambarkan pertumbuhan popularitas dalam data yang dianalisis, bukan persentase kenaikan penjualan seluruh kedai kopi.
Bagi industri specialty coffee dan bisnis beverage, perkembangan ini membuka pertanyaan menarik: apakah matcha buah hanya tren visual media sosial, atau justru menjadi arah inovasi minuman yang layak dikembangkan secara serius?
1. Mengapa Matcha dan Buah Menjadi Kombinasi Populer?
Popularitas matcha buah tidak hanya bergantung pada tampilannya yang menarik. Perpaduan ini menawarkan pengalaman rasa yang mudah dikenali sekaligus memberi ruang untuk eksplorasi.

Matcha memiliki karakter khas yang berasal dari senyawa dalam teh hijau, termasuk katekin dan komponen yang berkontribusi terhadap rasa umami. Pada sejumlah produk, rasa pahit dan vegetal dapat terasa cukup kuat, terutama ketika matcha digunakan dalam konsentrasi tinggi atau kualitas bahan dan teknik pembuatannya kurang sesuai.
Buah membantu menghadirkan kontras. Strawberry memberikan keasaman ringan dan aroma yang familiar, mangga menghadirkan kesan tropis serta rasa manis yang lebih penuh, sedangkan yuzu atau lemon menawarkan karakter sitrus yang tajam dan menyegarkan.
Menurut laporan FoodNavigator April 2026 yang mengutip data Tastewise, popularitas matcha secara global meningkat 87% dalam analisis mereka. Beberapa kombinasi buah bahkan menunjukkan pertumbuhan lebih tinggi: banana matcha naik 594%, strawberry matcha 134%, dan yuzu matcha 94% secara tahunan. Angka ini menggunakan sumber analitik dan periode pelaporan yang berbeda dari data Spate pada September 2026, sehingga tidak tepat dibandingkan langsung.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa inovasi matcha bergerak dari satu bahan utama menuju kombinasi rasa. Bagi konsumen, variasi ini memberikan lebih banyak pilihan. Bagi bisnis, buah menjadi cara untuk menciptakan karakter menu yang berbeda tanpa harus meninggalkan bahan dasar yang sudah populer.
2. Strawberry Matcha: Perpaduan Klasik yang Tetap Menarik
Strawberry matcha menjadi salah satu kombinasi yang paling mudah dikenali. Lapisan merah muda dari stroberi, putih dari susu, dan hijau dari matcha menghasilkan tampilan berlapis yang menarik, terutama ketika disajikan dalam gelas transparan.
Dari sisi rasa, stroberi menghadirkan aroma buah yang familiar serta keseimbangan antara manis dan asam. Susu memberikan tekstur lembut, sedangkan matcha menyumbangkan rasa vegetal dan sedikit pahit. Ketiga unsur ini dapat menciptakan minuman yang terasa seimbang jika tingkat kemanisan dan konsentrasi matcha dikendalikan.
Untuk kedai kopi, strawberry matcha juga memiliki keunggulan operasional. Puree stroberi dapat digunakan untuk sejumlah minuman lain, seperti strawberry milk, fruit tea, dan minuman soda buah. Dengan demikian, satu bahan dapat mendukung beberapa menu sekaligus, selama penyimpanan dan penanganannya memenuhi standar keamanan pangan.

Namun, tampilan berlapis sebaiknya bukan satu-satunya nilai jual. Kualitas puree, kesegaran bahan, konsistensi rasa, dan kemudahan pencampuran ketika diminum akan menentukan apakah konsumen ingin memesan kembali.
3. Mango Matcha: Arah Baru dengan Karakter Tropis
Jika strawberry matcha menawarkan rasa yang familiar, mango matcha menghadirkan karakter tropis yang lebih penuh. Rasa manis mangga dapat membantu menyeimbangkan kepahitan matcha, sementara aroma buahnya membuat minuman terasa lebih ekspresif.
Pertumbuhan popularitas mango matcha latte sebesar 114,4% secara tahunan dalam laporan Spate yang dikutip FoodNavigator pada September 2026 menjadikannya salah satu kombinasi yang patut diperhatikan.
Untuk pasar Indonesia, mangga juga memiliki keuntungan berupa kedekatan dengan selera lokal dan ketersediaan buah musiman. Meski demikian, rasa mangga sangat bervariasi berdasarkan varietas dan tingkat kematangan. Puree yang terlalu manis dapat membuat matcha kehilangan karakter, sedangkan buah yang terlalu asam berpotensi menghasilkan profil rasa yang kurang harmonis.

Karena itu, formulasi sebaiknya dimulai dengan puree mangga dalam jumlah moderat, kemudian disesuaikan berdasarkan rasa matcha yang digunakan. Pilihan susu, konsentrasi teh, dan tambahan pemanis juga perlu diuji bersama, bukan secara terpisah.
Bagi bisnis beverage, mango matcha berpotensi menjadi menu musiman maupun menu andalan sepanjang tahun apabila pasokan dan kualitas bahan dapat dijaga.
4. Buah Lain yang Layak Dieksplorasi
Selain stroberi dan mangga, ada beberapa kombinasi yang menawarkan karakter berbeda.
Yuzu dan citrus matcha
Karakter sitrus memberi aroma segar dan keasaman yang cocok untuk racikan berbasis air atau sparkling water. Kombinasi ini menarik bagi konsumen yang menginginkan minuman lebih ringan tanpa susu.
Blueberry matcha
Blueberry menghadirkan rasa buah yang cenderung manis-asam dan warna ungu yang kontras dengan hijau matcha. Pengembangan resep perlu memperhatikan keasaman puree agar hasil akhirnya tetap seimbang.
Banana matcha
Pisang memberikan rasa manis lembut dan tekstur lebih tebal, terutama jika dicampurkan dengan susu atau diblender. Kombinasi ini cocok untuk konsep minuman creamy, tetapi perlu pengujian agar rasa pisang tidak mendominasi matcha.

Pilihan tersebut sejalan dengan beragam kombinasi matcha-buah yang muncul dalam laporan tren global 2026. Namun, popularitas internasional tidak otomatis menjamin permintaan yang sama di setiap kota Indonesia. Uji pasar lokal tetap diperlukan.
5. Bagaimana Respons Konsumen Indonesia?
Di Indonesia, peluang pengembangan matcha buah didukung oleh meningkatnya perhatian terhadap matcha sebagai kategori minuman tersendiri. Survei Jakpat pada 22–24 April 2026 terhadap 1.238 responden menemukan bahwa 31% responden mengonsumsi matcha dalam enam bulan terakhir. Angkanya lebih tinggi pada Gen Z, yaitu 34%, dan Milenial sebesar 32%, dibandingkan Gen X sebesar 17%.
Data ini menunjukkan bahwa matcha memiliki basis konsumen yang cukup luas, terutama pada kelompok usia muda. Namun, survei tersebut mengukur konsumsi matcha secara umum, bukan secara khusus minuman matcha buah. Belum tepat jika angka itu dianggap sebagai bukti bahwa seluruh konsumen Indonesia menyukai strawberry matcha atau mango matcha.

Artikel The Jakarta Post pada Desember 2025 juga menggambarkan perkembangan matcha di Indonesia, termasuk kemunculan gerai khusus matcha serta penggunaan matcha dalam minuman dan produk bakery.
Bagi pelaku bisnis, pendekatan yang masuk akal adalah menggabungkan tren global dengan pengujian pasar lokal. Strawberry matcha dapat menjadi menu pembuka karena profil rasanya familiar, sedangkan mango matcha dapat digunakan untuk menawarkan karakter tropis yang lebih khas. Menu citrus atau blueberry bisa ditambahkan setelah permintaan konsumen terlihat.
6. Peluang Bisnis: Jangan Hanya Menjual Warna
Tren minuman yang menarik secara visual memang dapat mendorong perhatian awal, tetapi keberlanjutan penjualan bergantung pada kualitas rasa, harga, dan konsistensi produk.
Pelaku kedai kopi sebaiknya memperhatikan empat hal berikut.
- Kualitas matcha: pilih bahan dengan profil rasa yang sesuai untuk minuman, bukan hanya berdasarkan warna hijau.
- Standarisasi resep: ukur takaran matcha, puree, susu, air, dan pemanis agar hasilnya konsisten.
- Efisiensi bahan: gunakan buah yang dapat diterapkan pada beberapa menu untuk mengurangi risiko bahan terbuang.
- Pengujian harga: hitung biaya bahan, tenaga kerja, kemasan, dan potensi bahan terbuang sebelum menentukan harga jual.

Ada satu hal lain yang penting: siklus tren minuman kini dapat berlangsung singkat. Analisis The Jakarta Post pada September 2026 terhadap lebih dari 30 tren makanan dan minuman Indonesia menemukan bahwa tren yang mencapai puncak sejak 2024 bertahan di atas separuh popularitas puncaknya selama sekitar 12 minggu, dibandingkan sekitar 30 minggu untuk tren yang lebih lama. Ini merupakan analisis minat pencarian, bukan ukuran langsung penjualan, tetapi memberikan peringatan agar bisnis tidak terlalu bergantung pada satu menu viral.
Strategi yang lebih berkelanjutan adalah menjadikan matcha buah sebagai bagian dari identitas menu, bukan keseluruhan identitas bisnis.
Matcha Buah Adalah Ruang Eksplorasi, Bukan Sekadar Tren Viral
Perkembangan matcha dan buah pada 2026 memperlihatkan bagaimana satu bahan dapat berkembang melalui kombinasi rasa baru. Strawberry matcha menawarkan perpaduan yang familiar, mango matcha menghadirkan karakter tropis, sedangkan yuzu, blueberry, dan pisang membuka peluang eksplorasi yang lebih luas.

Data tren global menunjukkan pertumbuhan popularitas sejumlah kombinasi tersebut, sementara survei Indonesia memperlihatkan bahwa matcha sudah memiliki basis konsumen yang relevan, terutama pada Gen Z dan Milenial. Meski demikian, keberhasilan sebuah menu tetap ditentukan oleh kesesuaian dengan selera lokal, kualitas bahan, dan pengalaman minum secara keseluruhan.
Bagi industri specialty beverage, tantangan sesungguhnya bukan menciptakan minuman dengan warna paling menarik. Tantangannya adalah meracik rasa yang membuat konsumen ingin kembali, bahkan setelah tren berikutnya muncul.
Sebab, minuman yang baik bukan hanya menarik perhatian pada tegukan pertama. Ia juga harus meninggalkan alasan untuk memesan cangkir berikutnya.
