Tren Menu Minuman Ube: Bintang Baru di Cangkir Kopi - Majalah Otten Coffee
Ada masa ketika warna ungu identik dengan taro. Kini, warna yang sama mulai punya nama baru di papan menu coffee shop: ube. Ube latte, ube macchiato, ube coconut latte hingga ube cold foam semakin sering muncul di menu kafe modern. Bukan sekadar karena warnanya fotogenik. Ube membawa sesuatu yang lebih menarik: cerita kuliner Filipina, karakter rasa yang unik, sekaligus kemampuan beradaptasi dengan format minuman yang sedang digemari konsumen.

Pada 2025, ube bahkan mulai masuk ke menu Starbucks Reserve melalui Iced Ube Coconut Latte. Pada 2026, tren tersebut berkembang lebih jauh ketika ube masuk ke menu coffeehouse yang lebih luas melalui Iced Ube Coconut Macchiato. Dengan kata lain, tren minuman ube di coffee shop bukan lagi sekadar fenomena media sosial. Ia mulai menjadi bagian dari percakapan industri minuman global.
Apa Itu Ube?
Sebelum membicarakan latte berwarna ungu, ada satu hal yang perlu diluruskan: ube bukan taro dan bukan ubi ungu biasa. Ube adalah varietas yam dengan nama ilmiah Dioscorea alata. Dalam kuliner Filipina, ube telah lama digunakan sebagai bahan makanan dan dessert. Warnanya dapat berkisar dari ungu muda hingga violet pekat, sementara rasanya cenderung manis, lembut, sedikit nutty, dan memiliki nuansa vanilla.
Nama ube sendiri diucapkan “oo-beh”. Secara historis, ube memiliki hubungan panjang dengan masyarakat Filipina. Philippine Root Crops Research and Training Center mencatat bahwa ube telah menjadi tanaman pangan penting selama berabad-abad dan digunakan dalam berbagai makanan tradisional seperti ube halaya, halo-halo, kue, pastry dan es krim.
Menariknya, bukti sejarah juga menunjukkan bahwa istilah ube sudah tercatat dalam kamus Tagalog-Spanyol yang diterbitkan pada 1613. Jadi, ketika ube hari ini muncul sebagai “flavour trend”, sebenarnya yang sedang terjadi bukan penemuan terhadap bahan baru. Yang terjadi adalah bahan tradisional sedang menemukan panggung global yang baru.

Dari Ube Halaya ke Ube Latte
Salah satu bentuk paling penting dalam perjalanan kuliner ube adalah ube halaya semacam selai atau dessert berbahan dasar ube yang dimasak bersama gula dan bahan kaya rasa seperti santan, susu atau mentega. Ube halaya kemudian menjadi fondasi bagi banyak dessert Filipina.
Dari sinilah karakter ube mulai mudah diterjemahkan ke dalam industri minuman. Teksturnya bisa dibuat menjadi puree atau paste. Ube juga tersedia dalam bentuk bubuk. Sementara itu, industri flavor memungkinkan karakter vanilla-nutty ube diterjemahkan menjadi syrup atau sauce. Bagi barista, ini berarti ube cukup fleksibel. Ia bisa bertemu dengan susu. Bisa bertemu kelapa. Bisa menjadi cold foam. Dan, yang paling menarik bagi coffee shop, bisa bertemu dengan espresso.
Perpaduan tersebut menciptakan format yang mudah dipahami konsumen: latte. Bedanya, latte biasa berwarna putih atau cokelat. Ube latte datang dalam warna violet yang langsung mencuri perhatian.
Mengapa Ube Mendadak Populer?
Ada beberapa alasan mengapa tren ube coffee shop terasa begitu kuat dalam beberapa tahun terakhir. Pertama adalah visual. Warna ungu alami ube membuat minuman terlihat berbeda bahkan sebelum diminum. Dalam ekosistem Instagram dan TikTok, sebuah minuman tidak hanya dinilai berdasarkan rasa. Penampilannya juga menjadi bagian dari pengalaman.

Laporan Perfect Daily Grind menyebut daya tarik visual dan fleksibilitas rasa sebagai salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan ube dalam makanan dan minuman global. Datassential juga memproyeksikan pertumbuhan kehadiran ube pada menu Amerika Serikat dalam periode 2024–2027.
Kedua adalah rasa. Ube mempunyai karakter yang cukup ramah bagi konsumen yang mungkin belum terbiasa dengan rasa botanical atau earthy seperti matcha. Profilnya cenderung creamy, manis, nutty dan vanilla-like. Karakter ini membuat ube relatif mudah dipadukan dengan susu, coconut milk, vanilla, white chocolate hingga espresso.
Ketiga adalah perubahan selera konsumen coffee shop. Coffee shop modern tidak lagi hanya menjual kopi. Menu minuman berkembang menjadi ruang eksplorasi rasa. Matcha, hojicha, pandan, sesame, pistachio, strawberry, lavender dan berbagai bahan non-kopi telah memperluas definisi “minuman coffee shop”. Ube masuk tepat ke dalam pergeseran tersebut.
Ketika Ube Bertemu Espresso
Pertemuan ube dan espresso mungkin terdengar tidak lazim pada awalnya. Namun secara flavour pairing, keduanya justru mempunyai logika. Espresso membawa bitterness, acidity dan roasted notes. Ube membawa sweetness, creaminess dan nuansa vanilla-nutty. Dalam komposisi yang tepat, keduanya menciptakan kontras.

Inilah mengapa format iced ube latte atau ube macchiato menjadi menarik. Barista dapat membuat lapisan susu atau ube di bagian bawah, espresso di atasnya, kemudian cold foam ube sebagai finishing.
Starbucks Reserve pada 2025 menggunakan espresso, coconut milk dan ube coconut cold foam dalam Iced Ube Coconut Latte. Pada 2026, konsep tersebut berkembang menjadi Iced Ube Coconut Macchiato yang kemudian dibawa ke menu coffeehouse. Menariknya, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa ube tidak harus menggantikan kopi.
Ube justru bisa menjadi partner kopi.
Ube dan Era Minuman “Instagrammable”
Ada kritik yang menarik terhadap tren ini: apakah konsumen benar-benar menyukai ube, atau hanya menyukai warna ungunya? Pertanyaan tersebut valid. Sebab makanan dan minuman dengan warna khas memang mempunyai keuntungan besar di media sosial. GMA News pada 2026 mencatat bahwa warna violet ube berkontribusi terhadap popularitasnya di Instagram dan TikTok.
Namun menyebut ube hanya sebagai “minuman cantik” juga terlalu sederhana.Di Filipina, ube bukan bahan yang ditemukan oleh tren TikTok. Ia adalah bagian dari memori makanan, perayaan dan identitas kuliner. Ube digunakan dalam halo-halo, es krim, kue, roti, pastry dan ube halaya. Ketika diaspora Filipina membawa makanan tersebut ke berbagai negara, ube ikut bergerak melewati batas geografis. Maka, tren globalnya sebenarnya mempunyai dua lapisan: visual baru dan sejarah lama.
Ngopi Enak; Biji Kopi Terbaru!

Menikmati single origin adalah perjalanan eksplorasi rasa kopi yang menakjubkan, membawa karakter unik setiap biji kopi dari daerah asalnya, sambil menciptakan segala momen kebersamaan yang hangat dan berkesan di kenyamanan rumah.
- Kopi Single Origin Arabika dari Otten selalu menghadirkan kesan rasa yang baru secara berkala, pada kesempatan ini ada Arabika Ethiopia Danche, Arabika Sulawesi Mamasa dan Biji Kopi Terbaru Pada Pekan Ini!
- House Blend populer dari Otten menciptakan kesan rasa kopi susu yang istimewa, best seller Crema Espresso dan Golden Crema.
Alat Kopi Pour Over Ringkas

Alat kopi pour over menjadi teman setia dalam eksplorasi ngopi di rumah, memungkinkan setiap momen kebersamaan dihiasi dengan cita rasa kopi yang kaya dan aroma yang menggugah selera.
- Set Hario Alat Seduh Kopi & Teh yang sudah termasuk dalam paketannya; Tea Maker Blue, Hario V60 Coffee Dripper 02 Blue, Coffee Filter 02, Mini Drip Kettle 300ml, Hario Coffee Grinder Smart G dan Protective Case.
- Hario Alat Seduh Kopi Mini Coffee Dripper, coffee server yang lehernya sekaligus menjadi dripper kapasitas 240ml.
- Hario Coffee Dripper Mugen Switch yang menerapkan perendaman kemudian tetesan dengan kapasitas 200ml.
Mesin Kopi Kapsul Anti Ribet

Mesin kopi kapsul anti ribet menghadirkan kepraktisan dalam eksplorasi ngopi di rumah, menyajikan setiap cangkir kopi yang nikmat dengan cepat, sehingga segala momen kebersamaan dapat dinikmati tanpa kesulitan.
- Otten Retto Forest Green tekanan ekstraksi 20 Bar bisa menggunakan kopi kapsul dan bubuk kopi dengan tangki air 1.2 liter
- Otten Veloce Froth Master tekanan ekstraksi 19 Bar dengan tangki air 0.85 liter dan tangki susu 0.3 liter dengan opsi warna; putih dan hitam.
- Otten Opresso kapasitas tangki air 0.6 liter dengan tekanan ekstraksi 19 Bar dan tersedia ekstraksi espresso dan lungo, tersedia opsi warna; hitam, biru, putih, merah muda.
Espresso Maker Rumahan

Espresso maker rumahan memberikan kemudahan dalam eksplorasi ngopi di rumah, menghadirkan cita rasa kopi berkualitas tinggi yang sempurna untuk dinikmati dalam segala momen bersama keluarga dan teman.
- Flair Espresso Maker alat pembuat espresso rumahan dengan tuas penekanan menghasilkan espresso hingga 12 bar dan kapasitas air bervariasi sesuai modelnya, dari termurah Flair Neo Flex V2 harga 1 jutaan, Flair Classic, Flair Pro 3, Flair Pro 2, Flair 58 harga 10 jutaan paling canggih.
- Wacaco Espresso Maker alat mungil yang bisa mengkreasikan espresso tekanan 18 bar, seri Wacaco Minipresso GR2 dengan bubuk kopi, Wacaco Minipresso NS2 dengan kopi kapsul, seri travelingnya; Wacaco Nanopresso Hitam dan Putih
Grinder Kopi Praktis Rumahan

Grinder kopi praktis rumahan mengubah setiap biji menjadi kesempurnaan, menghadirkan pengalaman eksplorasi ngopi berkelas yang berkesan di rumah dalam segala momen kebersamaan.
Apa yang Bisa Dipelajari Coffee Shop?
Bagi pemilik coffee shop, ube menawarkan contoh menarik tentang bagaimana sebuah bahan tradisional bisa diterjemahkan menjadi produk modern.
Tetapi kuncinya bukan sekadar menambahkan warna ungu ke dalam latte.
Coffee shop perlu memperhatikan sumber bahan dan bagaimana produk tersebut diposisikan. Perfect Daily Grind juga mengingatkan bahwa popularitas ube sebaiknya tidak membuat identitas dan budaya Filipina di balik bahan tersebut hilang menjadi sekadar gimmick pemasaran.
Secara menu, ube dapat dikembangkan menjadi beberapa kategori:
Ube Latte untuk konsumen yang mencari minuman creamy.
Ube Espresso atau Ube Macchiato untuk pelanggan kopi.
Ube Coconut Latte untuk profil tropis.
Ube Cold Foam sebagai add-on yang bisa dipasangkan dengan iced coffee atau cold brew.
Ube Matcha untuk konsumen yang sudah familiar dengan tren matcha.
Pendekatan terakhir bahkan menunjukkan bahwa ube tidak harus diposisikan sebagai pesaing kopi atau matcha. Ia bisa menjadi bagian dari ekosistem minuman yang sama.

Apakah Ube Akan Menjadi “Matcha Berikutnya”?
Pertanyaan ini mulai muncul di industri kopi. Perfect Daily Grind mencatat bahwa pertumbuhan ube membuatnya berpotensi mengikuti perjalanan matcha dari bahan tradisional menjadi fenomena minuman global. Namun membandingkan keduanya perlu hati-hati. Matcha mempunyai ritual, sejarah, metode produksi dan budaya konsumsi yang sangat spesifik. Ube memiliki perjalanan yang berbeda.
Yang sama adalah kemampuannya untuk bekerja di antara tradisi dan budaya pop. Dan mungkin di situlah kekuatan ube. Ia tidak datang ke coffee shop sebagai bahan yang benar-benar baru. Ia datang membawa sejarah panjang, lalu menemukan bentuk baru di dalam gelas bening, dengan es batu, susu, espresso dan lapisan foam berwarna ungu.
Pada akhirnya, tren minuman ube di coffee shop bukan hanya tentang warna. Ia adalah contoh bagaimana industri F&B terus mencari bahasa baru untuk memperkenalkan bahan lama kepada generasi baru. Dan untuk sebuah ubi yang selama ratusan tahun hidup dalam dessert Filipina, perjalanan menuju bar kopi modern adalah cerita yang cukup menarik.
