TREN BUNGKUS KOPI 2023, COFFEE BAGS KAMU? - Majalah Otten Coffee
Kemasan kopi tidak hanya tentang membungkus biji kopi, melalui kemasan kopi ada citra dan banyak kisah yang bisa disampaikan ke pecinta kopi.
MELALUI bungkus kopi sebuah merek di industri kopi secara visual dapat terlihat, bahkan dengan desain kemasan maka bungkus kopi pun bisa mencuri perhatian sehingga melekat dalam ingatan. Kaitannya, melalui kemasan kopi maka bisnis berpotensi untuk membangun loyalitas pelanggan, mampu meningkatkan kehadiran merek di jejaring media sosial lebih aktif. Lebih dari itu, bahkan bungkus kopi juga mewakili bagaimana dedikasi bisnis tersebut untuk industri kopi lebih baik lagi. Kemasan yang beredar begitu banyak jenisnya, ada yang diciptakan hanya untuk sekali pakai, ada yang mampu menjaga kualitas dari biji kopi, dan bahkan ada kemasan yang bisa digunakan kembali.
Inovasi di industri kopi terus bergerak untuk memastikan kualitas biji kopi terjaga bahkan ditingkatkan, agar pengalaman minum kopi semakin berkesan. Ragam eksperimen teknik dilakukan di lini proses pasca panen, bahkan di tahap penyangraian pun tidak luput melakukan eksplorasi, hingga penyeduhan kopi pun muncul peralatan kopi yang terbaru. Bagaimana dengan kemasan biji kopi itu sendiri, apakah ada banyak perubahan dari tahun ke tahun.

Meminimalisir Dampak Lingkungan
Kemasan kopi yang mampu menjaga kesegaran biji kopi bahkan tahan selama pengiriman, umumnya menggunakan bahan-bahan yang tidak ramah lingkungan. Walaupun dalam 1 kemasan kopi terbilang sedikit, tapi jika berbicara isu global maka kemasan kopi juga menyumbang dampak pencemaran lingungan. Beberapa roastery yang mengedepankan upaya meminimalisir dampak lingkungan, maka kemasan kopi ramah lingungan digunakan. Hanya saja, kemasan kopi seperti ini sifatnya untuk membawa biji kopi dari roastery dan dipindahkan ke stopless kedap udara setibanya di kedai kopi maupun di rumah.

Daya Tahan Kemasan Untuk Layanan Pengiriman
Roastery yang mengusung konsep bisnis lebih luas, melibatkan layanan pengiriman maka sudah sewajarnya menggunakan kemasan yang mampu menjaga kesegaran biji kopi dan tahan lama. Bahkan meminimalisir ancaman selama di perjalanan ketika pengiriman, kemungkinan-kemungkinan seperti kemasan rusak atau bahkan kemasan tercecer. Maka sudah pasti beberapa roastery memilih menggunakan kemasan kopi dengan daya tahan yang bagus agar bisa dikirimkan ke daerah yang jauh. Semisal biji kopi yang disangrai di Papua dikirimkan ke Jakarta, ada jeda beberapa hari hingga sampai ke tangan si pembeli.
Beralih Ke Kemasan Dari Kertas
Dengan segala inovasi dan penemuan, kemasan kopi pun ada yang terbuat dari kertas tebal berkualitas dan dilengkapi dengan berbagai fitur untuk menjaga kesegaran biji kopi. Namun untuk daya tahan tentunya kemasan kopi berbahan kertas tidak akan bisa menandingi kemasan kopi berbahan alumunium foil. Tapi beredar juga di pasaran kemasan kopi dengan kombinasi kertas dan juga alumunium foil bahkan disempurnakan dengan fitur dari bahan plastik. Kemasan kopi berbahan kertas biasanya bersifat kantung kopi sementara untuk nantinya agar dipindahkan ke stopless kedap udara.

Originalitas Kemasan Kopi
Semakin berkembangnya industri kopi, para pelaku di industri ini sudah semakin serius untuk membangun merek kopi mereka. Maka tidak heran jika dari sisi kemasan kopi banyak yang sudah mulai berinvestasi agar menciptakan daya tarik pada pembeli kopi. Kemasan kopi pun menjadi identitas yang khas, agar mudah diingat oleh para pembeli kopi, bahkan sebagai pembeda dari roastery satu dengan roastery yang lain. Tidak hanya tentang merek kopi yang disematkan pada kemasan kopi, melainkan menghadirkan originalitas dari kemasan kopi tersebut. Agar tidak ada yang bisa meniru kemasan kopi tersebut dan pembeli semakin yakin keaslian biji kopi dari roastery yang diinginkannya.
sumber: mtpak.coffee – Which coffee packaging trends will boost your brand in 2023
gambar ilustrasi


