TOLERANSI KAFEIN; KOPIKU TAK LAGI SAMA DENGAN HARI KEMARIN - Majalah Otten Coffee
Kini kopi bukan sekadar minuman teman obrolan namun lebih dari itu kopi sudah menjadi kebutuhan, sebagian orang malahan harus mengambil manfaat dari kafein kopi setiap harinya untuk menjalankan aktifitas.
BUKAN rahasia lagi kalau minuman penuh magis ini memiliki daya tarik tersendiri, ada yang mengganggapnya sebuah gaya hidup untuk mengikuti tren yang sedang hangat, tidak sedikit yang menganggap kopi sebagai kebutuhan untuk mendukung rutinitas harian. Saya pun pernah menjadikan kopi sebagai kebutuhan, mengambil manfaat dari kafein kopi untuk tetap fokus dengan pekerjaan yang sedang dikerjaan, dan itu berlangsung setiap hari. Namun di suatu hari secangkir kopiku tak sama lagi, bukan rasanya yang tak sama, tapi kafein kopi tak lagi bereaksi pada tubuh, mengapa?
Seperti kita ketahui bersama, bahwa pada kadar yang sesuai, kafein dapat membantu banyak hal. Manfaat kafein kopi antara lain seperti meningkatkan fokus kerja, membangkitkan energi dalam tubuh, mencoba memaksa tubuh pada titik potensial dalam segala hal. Bukan hanya orang yang bekerja saja, bahkan yang sedang latihan atau berolahraga juga mengambil manfaat dari kafein kopi untuk membantunya tetap fokus dan menjaga kebugarannya.

Toleransi Kafein
Istilah ini familiar di beberapa negara yang menganggap kopi sebagai kebutuhan harian, untuk penikmat kopi di Indonesia yang umumnya kopi sebagai teman obrolan mungkin istilah toleransi kafein masih terdengar asing. Apa sih sebenarnya toleransi kafein ini, apakah sebuah penyakit atau sebuah gejala?
Toleransi kafein terjadi pada meraka yang minum kopi setiap harinya untuk mengambil manfaat dari kafein kopi, namun dikarenakan sudah terlalu sering minum kopi sehingga tubuh menganggap biasa kafein kopi di hari-hari sebelumnya pada kadar yang sama, hal ini disebut toleransi kafein. Jika kamu merasa kafein kopi sudah tidak dapat membantu kamu mengawali hari, lantas apakah kamu harus menambah jumlah konsumsi kopi harian kamu? Cara tersebut bukan opsional yang baik mengingat konsumsi kafein berlebih tidak baik untuk tubuh.
Misalkan tanda gejala toleransi kafein terjadi padamu, kopi yang kamu minum kemarin tidak lagi sama dengan hari ini, tips yang paling nyaman, cobalah berhenti sejenak mengkonsumsi kopi untuk beberapa hari. Hal ini untuk mengembalikan daya reaksi tubuh kita agar peka kembali terhadap kafein kopi. Jika tubuh kita sudah toleran terhadap kafein, bukan berarti kita harus menambah jumlah kafein kopi harian, baiknya berhenti untuk sementara waktu.

