TIPS MAHIR MEMBUAT LATTE ART DI RUMAH - Majalah Otten Coffee
Belum lengkap rasanya sebagai pecinta kopi jika tidak pernah mencoba bikin latte art sendiri.
ESPRESSO merupakan dasar dari sajian latte art, dan penggunaan susu yang tepat sangat membantu untuk membuat bentuk dari latte art. Bentuk dari latte art begitu ragam, dari mulai tingkatan sulit yang umumnya digunakan para barista berkompetisi, dan bentuk latte art dengan tingkatan pemula seperti heart, tulip dan rosetta. Bahkan sebenarnya bentuk awal dari kebanyakan rekaan latte art, bermula dari bentuk heart maka untuk di awal harus melatih ciptakan rekaan heart pada cangkir latte art.
Jika masih berpikir membuat latte art hanya bisa dilakukan di kedai kopi dengan mesin gahar, jangan terkejut dengan fakta ini. Dengan alat espresso rumahan yang tepat, pecinta latte art bebas mengeksplorasi rekaan susu pada secangkir espresso. Banyak sekali ragam mesin espresso rumahan yang bisa digunakan, bahkan menggunakan mesin espresso tanpa listrik juga bisa membantu latihan reka bentuk latte art di rumah.

- Foam Susu Yang Lembut
Keberhasilan membentuk latte art berasal dari susu yang tepat, bukan hanya pemilihan susu segar tapi juga ketika mempersiapkan buih susu. Bukan perkara mudah untuk menghasilkan buih susu yang sesuai untuk memudahkan proses cipta bentuk latte art. Buih susu yang kurang sesuai, maka latte art akan terbentuk samar tidak kontras. Berikut tips membuat buih susu yang sesuai untuk membuat latte art.- Perhatikan posisi steam wand, umumnya untuk hasilkan buih susu yang lembut posisi steam wand masuk dari corong milk jug, bukan di tepi atau pun di tengah. Posisi steam wand yang salah akan menyebabkan bunyi yang tidak nyaman selama prosesnya, kesalahannya berada pada ujung steam wand terlalu dalam atau terlalu dangkal dari permukaan susu.
- Buih susu yang kecil dan padat lebih baik untuk menciptakan latte art, sementara buih yang besar dan jarang sesuai untuk sajian cappuccino. Jika buih susu yang tercipta besar, umumnya milk jug diguncang atau pun dihentak, agar buih yang besar menjadi padat dan lembut.
- Temperatur dari buih susu penting diperhatikan, perbedaan suhu tentu akan berbeda sesaat ketika dituang ke espresso. Walau pun banyak referensi suhu terbaik dari buih susu untuk digunakan tidaklah mengapa, namun izinkan kami merekomendasikan kisaran suhu antara 55 hingga 62 derajat celcius.
- Teknik Tuangan Pertama Susu
Beberapa barista melakukan gerakan khusus pada tuangan pertama susu ke espresso, dengan harapan susu dan espresso tercampur sempurna. Kanvas yang terbentuk sempurna sangat membantu ketika proses mereka latte art. Umumnya barista melakukan tuangan pertama dengan ketinggian sekitar 5 sentimeter dari tengah, ada yang mengaduknya dan ada juga yang menggoyangkan milk jug ketika menuangkannya.
- Dekatkan Permukaan Espresso
Dengan memiringkan cangkir, maka permukaan espresso menjadi dekat dengan corong milk jug. Hal ini sangat memudahkan ketika menuangkan susu untuk membentuk latte art. Pilihlah cara ternyaman memegang cangkir selama proses penuangan susu, apakah dari bawah, samping atau dengan pegangannya. Biasanya, jarak penuangan susu ke permukaan espresso antara 1cm hingga 0,5cm dengan memiringkan cangkir hingga bertemu dengan corong milk jug. - Rekam Ketika Membuat Latte Art
Mintalah teman untuk merekam ketika membuat latte art, hal ini berguna untuk menganalisa jika ada kesalahan sesaat menuangkan susu. Dengan melihat video akan lebih mudah menganalisa kesalahan dan memperbaikinya untuk membuat sajian latte art berikutnya. - Tentukan Tujuan Dan Latihan Lebih
Munculkan pertanyaan, untuk apa belajar membuat latte art, dan jawablah sebagai bahan motivasi untuk terus berlatih. Bukan perkara mudah membuat latte art yang sempurna, membutuhkan latihan berulang agar bentuk latte art konsisten di setiap sajian.
Apakah Kamu punya pengalaman ketika membuat sajian latte art, yuk berbagi di sini!

