TEKNIK POURING SAAT MENYEDUH KOPI - Majalah Otten Coffee
Saat menyeduh kopi dengan metode manual brew, cara kita menuangkan air mempengaruhi rasa dari kopi itu sendiri. Di artikel ini, kita akan membahas perbedaan dari teknik pouring air ke bubuk kopi kamu.
Ada banyak jenis yang bisa kamu nikmati secangkir kopi, dari espresso yang tebal, milk based coffee seperti cappucino dan cafe latte, dan kopi manual brew seperti V60, Chemex, Tubruk dan Aeropress. Semua jenis kopi ini memiliki cara tersendiri dalam membuat terutama kopi manual brew.
Saat menyeduh kopi manual brew, selain memilih biji kopi yang sesuai dengan selera, teknik menuangkan air juga menjadi faktor apakah karakter rasa dari kopi itu keluar maksimal atau tidak. Di sini, kita akan cari tahu bagaimana menuangkan air ke bubuk kopi memiliki pengaruh dalam mengeluarkan karakter rasa dari kopi kamu.
Definisi Teknik Pouring
Teknik pouring adalah cara menuangkan air kedalam wadah kopi, ada beberapa metode pouring yang dapat mempengaruhi dari rasa kopi itu sendiri seperti pola pouring dan interval pouring. Namun, interval pouring yang benar-benar mempengaruhi rasa dari kopi yang sedang diseduh. Ada dua jenis interval pouring yaitu continuous pouring dan pulse pouring.
Continuous pouring
Teknik pouring ini tidak memiliki jeda saat menuangkan air, teknik ini langsung menuangkan air sesuai takaran yang diinginkan. Sehingga proses ekstraksi air dan kopi terjadi setelah air sudah dituangkan penuh ke dalam wadah kopi itu sendiri.
Menggunakan teknik pouring ini, diperlukan tangan yang kuat untuk menahan berat dari kettle berisi air panas yang sangat banyak. Menggunakan teknik pouring ini, harus kuat menuangkan air panas dengan konstan, dan memakan waktu 1 – 3 menit.
Pulse Pouring

Teknik pouring yang menuangkan air dengan jarak waktu tertentu ini berfokus pada ekstraksi air terhadap kopi dalam jumlah yang sedikit. Biasanya, pengguna metode ini menggunakan dua kali pouring ke dalam wadah kopi nya. Kalau jeda nya terlalu banyak, maka karakter kopi tidak akan keluar secara maksimal.
Teknik pulse pouring tidak memakan energi sebanyak continuous pouring. Jeda dari setiap penuangan air bisa dijadikan waktu istirahat untuk melemaskan otot lengan yang menahan kettle dengan air panas yang sangat banyak.
Mana yang Harus Digunakan
Dua teknik pouring ini sudah dicoba dengan metode V60. Gelas pertama menggunakan teknik pulse pouring dan gelas kedua menggunakan continuous pouring. Biji yang digunakan adalah biji kopi Flores dengan proses Washed, digiling menggunakan Manual Grinder Comandante X25 dengan ukuran grind 27.
Dari hasil percobaan perbedaan teknik pouring ini, di gelas pertama menghasilkan rasa brown sugar, orange, hint of ginger, dan hint of apple. Sedangkan seduhan kopi dengan gilingan kopi yang sama di gelas kedua menghasilkan rasa yang keluar adalah tawar dan dry.
Dari hasil percobaan teknik pouring ini, dapat disimpulkan penggunaan setiap teknik pouring memiliki specialty masing-masing. Pulse pouring sangat cocok untuk kopi dengan ukuran gilingan di level medium seperti pour over (V60, Chemex, dan Kalita), Syphon, Aeropress, dan French Press.
Sedangkan Continuous pouring cocok untuk untuk kopi dengan gilingan di level fine dan super fine seperti kopi tubruk dan turkish coffee.
Kesimpulan
Banyak jenis kopi yang dapat dinikmati seperti espresso, cappuccino, cafe latte, dan manual brew yang sedang trending. Masing-masing jenis kopi memiliki cara tersendiri dalam membuatnya, terutama manual brew yang tergantung dengan cara menuangkan airnya.
Ada dua teknik penuangan air atau disebut teknik pouring. Pertama, continuous pouring yang sekali tuang sampai penuh dan yang kedua pulse pouring yang memiliki jeda di setiap penuangan air.
Dari dua teknik pouring ini, setiap teknik memiliki kelebihannya masing-masing. Continuous pouring cocok untuk kopi yang digiling fine dan super fine seperti kopi tubruk dan turkish coffee. Sedangkan, pulse pouring cocok untuk biji kopi yang digiling medium seperti pour over, syphon, dan Aeropress.
Kedua teknik pouring ini membutuhkan kettle yang tidak terlalu berat namun dapat menampung air yang cukup untuk dituangkan ke dalam wadah kopi. Hario – Pour Over Kettle VKB-120-MB bisa jadi kettle yang cocok untuk kedua teknik pouring ini. Dengan ukuran yang kecil dan kapasitas air mencapai 1 liter, sehingga cocok digunakan untuk penikmat kopi dimanapun.
