TAUFAN MOKOGINTA JUARA WORLD COFFEE ROASTING CHAMPIONSHIP 2023 - Majalah Otten Coffee
Taufan Mokoginta berasal dari Surabaya, mengawali karirnya berkerja di kedai kopi sekitar tahun 2014, kini di tahun 2023 Taufan menjuarai kompetisi roaster skala dunia.
TAUFAN Mokoginta begitu ramah dalam kesempatan obrolan jarak jauh kami beberapa waktu lalu, selanjutnya mas Taufan pun bercerita tentang pengalamannya selama mengikuti kompetisi World Coffee Roasting Championship 2023 di Taipei, Taiwan pada 17-20 November. Sebelumnya Taufan memenangkan kompetisi Indonesia Coffee Roasting Championship 2023 dan otomatis menjadi wakil Indonesia untuk berkompetisi di skala dunia. Bertemu dengan juara roasting dari negara-negara lain yang akan berkompetisi di panggung yang sama.
Di tahun 2014, Taufan penasaran dengan sebuah kedai kopi yang begitu ramai, dengan maksud ingin belajar bagaimana cara mengelola kedai kopi agar mendatangkan banyak pelanggan, Taufan pun mencoba melamar pekerjaan ke kedai kopi tersebut. Alih-alih belajar mengelola bisnis kedai kopi lebih mendalam, secangkir kopi malah membuatnya jatuh cinta dan lebih memperdalam wawasan tentang dunia kopi. Ketika bekerja di kedai kopi, hampir semua jenis pekerjaan sudah dilaluinya, mulai dari pramusaji, kasir, barista, roaster dan manager dan banyak lagi. Pengalaman bekerja di kedai kopi membawanya hingga mendapatkan pencapaian yang diakui oleh dunia di bidang perkopian.

Ingin Mengenalkan Banyak Kopi Indonesia Ke Mancanegara
Mas Taufan merupakan salah satu founder dari Ultra Coffee yaitu kedai kopi yang berlokasi di Surabaya. Ultra Coffee memiliki mesin roasting sendiri dan digunakan untuk menyangrai biji kopi kebutuhan harian. Walaupun tidak banyak Ultra Coffee juga menjual biji kopi yang disangrainya sebagai merchandise bagi yang ingin seduh kopi di rumah ataupun oleh-oleh dari Surabaya.
Melalui kompetisi dunia, Taufan berharap bisa mengenalkan banyak kopi Indonesia ke seluruh dunia, walaupun pada saat itu Taufan hanya sebatas angan. Sejak tahun 2021 ketika pertama kali mendengar Indonesia Coffee Roasting Championship sudah terhubung dengan Specialty Coffee Association, tentunya juaranya mewakili kompetisi skala dunia. Taufan pun ikut serta berkompetisi untuk mewujudkan angannya, karena menurutnya kopi-kopi Indonesia itu enak, melalui dirinya sendiri Taufan ingin mengenalkan kopi Indonesia ke banyak orang di mancanegara.
“Dari sekian banyak penggian kopi di Indonesia, saya ingin menjadi salah satu orang yang ikut membawa kopi-kopi Indonesia ke mancanegara. Saya bawa dengan tangan saya sendiri, saya bisa menjalin relasi dengan para profesional di mancanegara, saya bisa kasih tau ke mereka. Ini loh kopi Indonesia enak – enak tau,”
Kompetisi World Coffee Roasting Championship bukanlah yang pertama bagi Taufan, beberapa kompetisi lokal di tahun 2019 juga pernah, kompetisi yang terkoneksi dengan SCA, mas Taufan pernah mengikuti IBRC 2020, ICRC di 2022 dan di 2023.

Momen Selama Berkompetisi di Taipei untuk WCRC2023
Di World Coffee Roasting Championship, ada dua tahapan yang menjadi fokus utama juri, peserta dari masing-masing negara akan ditugaskan untuk menyangrai biji kopi single origin dan menyangrai biji kopi blend. Biji kopi yang digunakan untuk masing-masing peserta diinfokan di H-1 sebelum rangkaian kompetisi dimulai, selanjutnya ada tahap lab-practice yang mana semua peserta bisa lebih mengenal dan menganalisis biji kopi yang akan digunakan selama berkompetisi.
Hari pertama kompetisi, dimulai dengan tahapan sampling dengan biji kopi yang diperkenalkan sebelumnya. Mencoba me-roasting dengan masing-masing keahlian setelah melakukan pendekatan di hari sebelumnya, dan melakukan coffee cupping yang disediakan panitia sehingga tanpa tau biji kopi apa yang dicoba hanya bertuliskan tanda nomor. Di tahap sampling menggunakan biji kopi yang akan dikompetisikan dengan mesin roasting khusus untuk sampling.
Selanjutnya ada tahapan praktik untuk lebih mengenal mesin roasting yang digunakan untuk kompetisi selama 30 menit dan menggunakan kopi green bean berbeda dari yang akan dikompetisikan. Di sini bertujuan untuk lebih mengenal mesin roasting untuk produksi.
“Mesin roasting untuk sampling menggunakan kopi green bean kompetisi, mesin roasting untuk production menggunakan kopi green bean bukan untuk kompetisi,”.
Di hari kompetisi, para perwakilan tiap negara masuk ke babak produksi single origin yaitu menyangrai biji kopi single origin dari panitia dan hari berikutnya produksi biji kopi blend. Hari terakhir dari rangkaian World Coffee Roasting Championship, ada sesi coffee cupping yaitu mencicip hasil sangrai dari peserta lainnya namun tanpa indikator nama. Sehingga tidak ada yang tau kopi yang dicicip hasil roastingan negara mana.
Biji kopi single origin menggunakan El Savador dan biji kopi untuk blend menggunakan Kosta Rika, Ethiopia, Taiwan dengan rasio minimal 10%. Kemudian malamnya di hari terakhir, pengumuman negara mana yang menjadi pemenang dari kompetisi yang dinilai berdasarkan skor terbanyak.

Pemenang World Coffee Roasting Championship 2023
- Taufan Mokoginta, Indonesia
- Talha Erdinc Bas, Turkey
- Andrew Coe, United States
- Yoshiyuki Nakamura, Japan
Para peserta perwakilan setiap negara adalah pemenang nasional di negaranya, sehingga dedikasi dan gairah akan industri kopi begitu melekat. Secara umum para peserta yang bertemu layaknya bertukar pengalaman dan pengetahuan, obrolan yang begitu akrab selama rangkaian kompetisi berlangsung dengan bersaing secara profesional.
“Cara roasting masing-masing perwakilan negara berbeda-beda dan hal itulah yang membuat saya terkesan, saya senang melihat perwakilan Jepang Yoshiyuki Nakamura, saya hanya melihatnya sekilas tapi saya simpulkan caranya roasting itu menggunakan api rendah istilahnya low heat. Tiap orang punya gaya roasting yang berbeda, dan tidak ada yang salah dengan itu, bahkan Yoshiyuki dengan gaya roastingnya menang juara 4 WCRC2023.”
Mas Taufan Mokoginta menutup obrolan kami, dengan mengajak teman-teman penggiat kopi untuk tidak melupakan bersinergi.
“Untuk teman teman penggiat kopi yang hidup dari industri ini, berkolaborasi mensinergikan keahlian dan kemampuan dengan tujuan mengenalkan kopi indonesia agar industri kopi di indonesia lebih luas dan bertambah banyak, dari kolaborasi nantinya akan tercipta suasana saling meningkatkan kemampuan diri untuk industri kopi indonesia lebih bergairah lagi.”

