KOPI PERNAH DISEBUT SEBAGAI MINUMAN IBLIS? - Majalah Otten Coffee
Jauh sebelum kedai-kedai kopi berdiri di mana-mana, ada sebuah cerita pada abad ke-16 yang mengisahkan bahwa kopi adalah the devil’s drink. Dengan kata lain kopi adalah minuman para iblis
SIAPA yang menyangka bahwa minuman yang kita nikmati sepenuh hati dan dipercaya membawa kebaikan serta keajaiban dahulunya pernah begitu dikutuk. Meskipun beberapa orang percaya bahwa kisah ini mungkin hanya sebuah legenda, tetapi cerita tentang kopi yang disebut sebagai ‘minuman iblis’ ini menjadi kisah menarik yang sepertinya harus kami bagi.

Asal Mula Kopi Adalah Minuman Iblis
Pada abad ke-16 kopi pernah begitu popular dan digila-gilai di Kekaisaran Ottoman. Ottoman adalah Kesultanan Ustmaniyah yang sekarang dikenal dengan Negara Turki. Hampir semua orang yang hidup di kekaisaran itu sangat menggila-gilai kopi sampai-sampai sang kaisar besar Sultan Murad IV, pemimpin yang berkuasa pada masa itu ingin membuat kopi sebagai sebuah produk ilegal agar tak banyak orang yang kecanduan. Bahkan sangkin luar biasanya, hukuman pancung dan penggak kepala yang diberlakukan bagi peminum kopi tak bisa mencegah orang-orang itu dari kecanduan kopi. Menurut sejarah pada masa itu kopi bisa sama derajatnya sebagai narkoba yang membuat banyak orang sebegitu gila candunya.
Tersebar Sampai Ke Venesia dan Roma
Obsesi Kekaisaran Ottoman yang juga merupakan mayoritas pemeluk agama Islam terhadap kopi merambat beritanya hingga ke umat Katolik di Eropa. Dan pada saat perdagangan Eropa dan Arab dibuka pada abad ke-16 dan 17 dan menjadikan Venesia sebagai gerbang utamanya kopi diperkenalkan di seluruh Venesia dan Roma. Di sinilah kisah tentang kopi makin merebak.

Kopi Dianggap Sebagai Strategi Penyebaran Agama Islam
Paus Clement VIII yang merupakan pemimpin Katolik saat itu ditekan oleh para penasihatnya untuk mengecam keberadaan dan penyebaran kopi karena dinilai berhubungan dengan Islam. Mengingat banyak orang di Roma dan Venesia mulai tertarik dengan kopi. Para penasihat paus menjuliki kopi sebagai ‘minuman iblis’. Karena mereka menganggap penyebaran kopi akan memicu penyebaran Islam di Eropa. Pada masa itu ada banyak cara menyebarkan ajaran agama. Ada yang melalui perdagangan, peperangan dan perkawinan. Dan salah satunya adalah kekhawatiran pemeluk agama Katolik tentang kopi karena dinilai sebagai benda yang dibawa dari negeri penganut agama islam terbesar.
Pada Akhirnya Disebut Sebagai Minuman Iblis
Paus Clement VIII adalah sebuah paus yang bijak dan tidak mau tergesa-gesa menuduh kehadiran kopi ini. Paus Clement VIII mencoba secangkir kopi dan setelah dia menikmatinya sendiri dia berkata “minuman iblis ini sangat nikmat. Sehingga sayang jika dibiarkan orang-orang kafir saja yang eksklusif menikmatinya”. Bayangkan seorang pemimpin besar yang awalnya menaruh curiga dengan kopi pun akhirnya turut serta menikmati si minuman hitam ini. Jadi tak disangka minuman pada masa lalu saja sudah sebegitu membuat candunya. Tak heran jika kopi masih saja popular dan dinikmati banyak masyarakat dunia.

Kopi Dianggap Minuman Lebih Baik Dari Alkohol
Setelah Paus Clement VIII mencoba kopi dia memutuskan untuk memberkati biji kopi ini dan mengatakan kopi lebih baik dari alkohol. Kemudian dengan restunya dia membiarkan kopi dinikmati gratis oleh semua pemeluk katolik. Dengan harapan para penduduk katolik pada masa itu mulai bisa meninggalkan alkohol yang banyak memberi dampak buruk bagi mereka. Kopi memberikan candu dan energi sehingga kayak dinikmati semua orang.
Artikel disunting dari historyhustle.com
