SYPHON POURED ICE COFFEE - Majalah Otten Coffee
Cara “hemat” untuk membuat kopi dingin yang nikmat. Lol.
JIKA penemuan di dunia kopi seakan tak berhenti menciptakan benda-benda ajaib untuk menyeduh kopi, maka demikian juga dengan kami. 😀 Sebut saja resep ini bermula dari kebosanan karena mencoba metode yang itu-lagi-itu-lagi —sementara kalau mau ngetes Trinity, nyampenya masih lama. Lol.
Kali ini, saya mencoba mengombinasikan metode syphon dan pour over dan bereksperimen membuat kopi dingin dengan dua manual brewer tersebut. Apalagi iklim Indonesia yang sedang memasuki musim panas, rasanya semakin pengin mencoba semacam cold brew yang diseduh dengan metode campur sari begini. Hehe… So, karena brewer-nya ada 2 maka kami pun menggunakan 2 filter. Satu filter metal untuk bagian pour over dan satu lagi filter kertas bundar (yang biasanya digunakan untuk Aeropess) untuk bagian syphon. Nah, masalahnya adalah… jika kita hanya menggunakan filter kertas bundar ini saja untuk di bagian syphon, maka ketika air dituangkan, filternya bisa lenyet atau melayang karena tidak cukup kuat menahan tekanan air. Untuk mengakalinya, saya mencoba menyeliputi dengan filter metal bundar di bagian paling bawah sebelum melapisinya dengan filter kertas tadi. Jadi, yah, okelah. Sebut saja kami menggunakan filter 2.5. Haha…
Btw, biji kopi yang digunakan kali ini adalah kopi Papua Wamena yang cenderung memiliki karakter seimbang, sweetness-nya ada, body-nya juga dapet. Dan disarankan sebaiknya menggunakan biji-biji kopi yang berkarakter cukup sweet untuk ini. Baiklah, langsung saja.
Bahan yang diperlukan:
– 25 gram biji kopi arabica, grind dengan ukuran medium fine.
– Es batu.
– Air, sebaiknya dibawah suhu 80°C
– Chamber atas syphon, dengan filternya.
– Pour over dripper, dengan metal filter.
– Scale
Cara membuat:
1. Pasangkan filter ke dalam chamber syphon.
2. Masukkan es batu ke dalam chamber syphon. Lalu pasang pour over dripper di posisi atas chamber.
3. Tuangkan bubuk kopi yang sudah digiling ke atas dripper.
4. Tuangkan air bersuhu 80°C secara perlahan seperti halnya membuat kopi dengan sistem pour over. Kopi akan mengucur ke bagian bawah chamber dan terendam sedikit lebih lama dengan es batu sebelum menitis ke server di bagian bawah.
5. Setelah air mencapai kira-kira 350 gram, stop.
6. Tuangkan ke cangkir.
7. Sajikan.
Jadi gimana rasanya?
Hmm, menurut beberapa orang yang telah mencobanya, ternyata kopi dengan metode seduh dingin plus dua kali difilter ini berasa lebih syrupy dan lebih segar. Namun sekali lagi, untuk mencoba metode seperti ini, sebaiknya memilih kopi single origin yang karakternya memang cenderung sweet dan tidak terlalu dark.
Oke, selamat mencoba. 😉









