SUDUT PANDANG JANJI JIWA DALAM BISNIS KOPI - Majalah Otten Coffee
Konsumsi kopi di Indonesia selalu naik setiap tahunnya. Terbukti dengan banyak kedai kopi yang bertebaran terutama di kota-kota besar. Lalu, apa saja strategi Janji Jiwa dalam mempertahankan bisnisnya?
Artikel ini ditulis oleh Teman Otten.
Mempertahankan bisnis dengan banyak kompetitor tentu saja tidak mudah, tetapi Janji Jiwa membuktikan bahwa konsistensi dan inovasi mampu membuat salah satu brand kopi terbesar ini bertahan hingga sekarang. Jika kamu ingin membuka bisnis kopi sendiri, berikut adalah beberapa poin yang mungkin bisa kamu jadikan inspirasi dari merek kopi lokal ini.
Kolaborasi dengan Berbagai Brand

Janji Jiwa juga melakukan kolaborasi dengan brand-brand yang ada di Indonesia. Misalnya pada tahun 2021, mereka berkolaborasi dengan Sage Footwear. Kolaborasi ini menggabungkan antara industri minuman dan industri sepatu. Hasil dari kolaborasi tersebut adalah sepatu ramah lingkungan yang bernama Langkah Sejiwa.
Peningkatan Operasional
Janji Jiwa menerapkan digitalisasi untuk pertumbuhan bisnisnya. Untuk meningkatkan pelayanan dan operasional gerai, perusahaan ini menggunakan Nimbly Technologies yang berfungsi untuk menjaga konsistensi dan efisiensi operasional. Teknologi ini dipercaya mampu meningkatkan operasional dengan prosedur yang memudahkan untuk manajemen bisnis.
Mempertahankan kualitas memang tidak mudah, oleh karena itu Billy Kurniawan yang menjadi pemilik terus melakukan optimasi terhadap bisnisnya, salah satunya dengan peningkatan operasional.
Adaptasi dengan Kondisi Dunia
Pada tahun 2020 lalu, dunia sedang dilanda pandemi. Seluruh sektor industri mengalami penurunan, karena masyarakat dunia sedang mencegah penularan dengan berdiam diri di rumah. Tentu saja hal ini berdampak besar bagi Janji Jiwa.
Strategi yang dilakukan Janji Jiwa adalah memberhentikan ekspansi gerai untuk sementara waktu. Selain itu, Janji Jiwa lebih mempromosikan produk dengan cara Instagram live, review produk di sosial media, dan bekerja sama dengan influencer untuk mengingatkan protokol kesehatan.
Janji Jiwa juga bekerja sama dengan e-commerce Tokopedia untuk meningkatkan penjualan dengan mengeluarkan produk minuman kopi ukuran 1 liter. Kemunculan produk ini diadaptasi dari kebiasaan customer yang memesan kopi 1 liter untuk dikonsumsi satu keluarga.
Ekspansi Bisnis Melalui Franchise
Brand kopi ini terkenal di kalangan masyarakat hingga membuka ratusan gerai di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, brand yang sudah terkenal sejak 2018 ini masih melakukan ekspansi.
Janji Jiwa menggunakan model bisnis franchise dalam memperluas bisnisnya. Perusahaan ini memecahkan rekor MURI sebagai pertumbuhan kedai kopi tercepat dalam satu tahun pada tahun 2019.
Walaupun harga franchise berkisar ratusan juta rupiah, banyak orang berminat untuk membuka bisnis kopi sendiri. Adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi jika ingin membuka gerai Janji Jiwa, yaitu :
1. Berlokasi di area publik dan mudah diakses oleh ojek online.
2. Desain gerai.
3. Luas bangunan minimal 3 X 2,5 meter.
4. Menyiapkan listrik minimal 18 Ampere.
5. Lolos kualifikasi standar peralatan seperti freezer, alat kebersihan, dan semacamnya.
6. Menyediakan perangkat gadget untuk aplikasi kasir.
7. Sanitasi air dan pembuangan sampah yang baik.
Janji Jiwa dibangun oleh Billy Kurniawan beserta timnya. Pondasinya sendiri tidak hanya strategi yang cemerlang, namun passion dan pengalaman dari pemiliknya yang tentu sudah matang.
Bagi pelaku bisnis, faktor yang mendukung perkembangan bisnis tidak hanya sebatas modal yang banyak. Riset pasar, optimasi operasional, dan pengembangan produk tidak luput dari berjalannya suatu bisnis. Strategi bisnis yang dilakukan bisa dijadikan referensi bagi seseorang yang ingin mengembangkan bisnis kopi.
Referensi :
1.https://www.zonaduit.org/2020/08/kopi-janji-jiwa.html
4.https://www.ireappos.com/news/id/franchise-kopi-janji-jiwa/
Ditulis oleh: Muhammad Torek (muhammadtorek231@gmail.com)
