SIAPA YANG PERTAMA KALI MENEMUKAN FLAT WHITE? - Majalah Otten Coffee
Setidaknya selama tiga dekade terakhir, Australia dan New Zealand saling berdebat bahwa merekalah penemu minuman ini.
MINUMAN berbasis espresso dan sedikit campuran susu ini bisa saja belum setua cappuccino atau latte, tapi ia telah membuat dua negara saling berebut klaim dalam kurun waktu yang cukup lama. Flat white belakangan semakin dianggap pilihan jitu bagi mereka yang cenderung snob pada espresso yang tidak menginginkan adanya tambahan rasa-rasa lain di luar steamed atau frothed milk.
Apa Itu Flat White?
Flat white sendiri merupakan minuman yang terbuat dari steamed milk dan espresso yang membuatnya hampir mirip latte. Hampir. Perbedaan paling krusial antara flat white dan latte, menurut Eileen P. Kenny—seorang barista dan penulis khusus tentang kopi, kuncinya berada pada foam susu yang dicampurkan. “Dalam dunia kopi specialty, sebuah flat white umumnya memiliki microfoam yang lebih tipis dibandingkan dengan latte, bahkan seringkali kurang bervolume. Tapi ia tetap memiliki creamy milk yang ditambahkan di atas espresso yang jumlah shot-nya sama (dengan latte). Perbedaan lainnya adalah jika latte biasanya disajikan dalam gelas, maka flat white umumnya disajikan dalam cangkir keramik—yang ukurannya lebih kecil dari cangkir cappuccino.”

Dari Mana Flat White Berasal Pertama Kali?
Istilah ini telah menjadi perdebatan yang cukup panjang selama bertahun-tahun. Alan Preston, seorang berkebangsaan Australia mengklaim bahwa ia menemukan istilah itu pertama kali di tahun 1985 ketika membuka kedai kopi Moors Espresso Bar di Sydney. Menurutnya, sebelum pindah ke Sydney, ia telah lama berada di negara bagian Queensland dimana kedai-kedai kopi di sana sepanjang tahun 1960an sampai 1970an telah menawarkan menu kopi bernama “White Coffee—yang flat”. Di sebuah artikel, ia bahkan berkali-kali menekankan (yang bisa dibilang dengan penegasan) bahwa dialah penemu pertamanya.
Pengakuan Lain Tentang Flat White
Sementara itu, pengakuan yang sama juga datang dari Fraser McInnes, seorang mantan barista di New Zealand yang berkata bahwa justru dialah orang yang menyebut dan memakai istilah flat white untuk pertama kali ketika ia masih bekerja di sebuah kedai kopi di Wellington. Ia mengaku bahwa ia tiba-tiba terpikir dengan nama (flat white) itu ketika membuat sebuah cappuccino yang ternyata gagal: campuran susu yang digunakannya ternyata adalah yang bertipe low fat dan foam-nya gagal mengembang. Fraser McInnes kemudian mendatangi pelanggan yang memesannya untuk berkata, “maaf, itu ternyata adalah sebuah flat white”—yang secara tidak langsung ikut mencetuskan istilah itu untuk pertama kalinya. “Flat white dari Wellington berawal dari sebuah cappucino yang gagal,” kata Fraser McInnes kepada sebuah media.

Melebar Ke Inggris dan Amerika Serikat
Istilah dan menu flat white berikutnya semakin menyebar ke seluruh jajaran Inggris, Kanada dan Amerika Serikat. Minuman ini semakin populer lagi setelah jaringan kedai kopi Starbucks memasukkan flat white ke dalam salah satu menunya dan memberikan kredit kepada Australia sebagai tempat asal pertamanya. Yang kemudian menuai perdebatan dan saling klaim antar kedua negara seperti sekarang.
Jadi, apakah flat white berasal dari Australia atau New Zealand? Sesungguhnya pertanyaan ini masih belum tersimpulkan jawabannya bahkan sampai hari ini. Setidaknya sampai saya mengumpulkan sejumlah riset yang berisi tentang pertanyaan yang sama, semuanya berakhir dengan jawaban yang juga tidak memberi konklusi sama sekali.
Nah, kalau menurut kalian sendiri, flat white berasal darimana? :p
Otten Ottura, Mesin Espresso Rumahan, 1JUTAAN
Bundling Paket Seduh Kopi HEMAT, Mulai Dari 200Ribuan

