ES KOPI SUSU KEKINIAN? YES OR NO? - Majalah Otten Coffee
Tren bergeser meski kopi tetaplah selalu jaya. Di tengah-tengah tren kopi yang diseduh manual dengan tingkat pengetahuan mendalam, menyisip sebuah tren lain: kopi susu dingin kekinian!
KAMI sendiri asyik-asyik saja dengan munculnya tren susu kopi susu kekinian yang kian hari kian menjamur seperti rindu yang berkecamuk di saat hujan. Kopi Susu Dingin ini menjadi alternatif menyenangkan untuk mereka yang tak sanggup meneguk pahit kehidupan, eh, kopi dan pemberi ruang manis di kala cuaca sedang gerah-gerahnya.
Meski di sisi industri specialty yang kejam dan penuh penghakiman, kehadiran kopi susu dingin yang mudah diterima khalayak ramai ini dinilai sebagai sekte yang menurunkan nilai kopi sesungguhnya. Aneh memang saat ada yang menilai ragam jenis minuman lain tak sejajar dengan kopi ‘nan lain’ hanya karena terselip rasa manis di sana.

Kopi Susu Dingin sesungguhnya sudah ada sejak kita belum mengenal frappuccino dan pour over. Telah mengakar sedari dulu di warung-warung dengan susu kental manis dan kopi robusta yang hangus pahit hitam mencekam. Lalu kenapa kemunculannya kini dianggap begitu seru? Lagi-lagi soal kemasan dan branding. Pun diangkat oleh para pesohor yang dengan gamblang menyukai rasanya. Jadi, Kopi Susu Dingin berkibar-kibar gaungnya di tengah kopi spesialti yang begitu harum di jagat industri kopi kita.
Tiada yang salah dengan kopi susu dingin manis dan memanjakan. Tiada juga yang salah dengan kopi spesialti yang dipahat dengan ilmu dan segala keagungan. Karena menurut kami, kopi tetaplah kopi. Yang terbaik bukan berdasarkan nilai-nilai, kompetisi, aturan ataupun kesombongan. Kopi adalah sebuah pilihan yang tak bisa dipatuhi dengan kesetiaan. Karena sekalipun manusia seperti kami kerap seduh kopi manual dengan metode yang membuat ibu kami sakit kepala, suatu waktu kami juga merindu kopi dingin manis yang penuh kalori itu. Pun di hari yang lain saya mencandu espresso yang pahitnya membuat semangat terpacu. Dan siapa tahu besok lusa kami malah duduk manis di gerai Starbucks sambil menyedot frappuccino caramel penuh whipped cream ukuran grande.
Jadi apa kesimpulan kami tentang tren kopi susu dingin ini? Sama seperti tren kopi lainnya, nikmati saja gelombangnya. Di mana arusnya berjalan di situlah kita berenang. Di mana hilirnya terhenti, di situlah kita menikmati tren lainnya yang tak tertebak ini. Tapi sepertinya tren ini masih akan panjang selama rasanya tetap mampu mengademkan segala panas perasaan.
Untuk kamu penikmat es kopi susu dan ingin meracik kopi susu di rumah, berikut beberapa tips sederhana yang bisa kamu coba!
Pilih Metode Seduh Favoritmu
Di rumah kamu punya alat seduh apa? Tidak punya mesin espresso tapi mau bikin es kopi susu? Tentu bisa. Kalau kamu punya Vietnam Drip, maka kamu sudah bisa bikin es kopi susu enak, kok. Ingin yang strong, perbanyak saja kopinya. Ingin yang soft, kurangi kopi tambah susunya. Mau manis? Sila tambahkan simple syrup atau kental manis. Kalau punya alat seduh lain, tetap bisa bikin coffee based untuk kopi susu, kok. Kamu tinggal bermain dengan gramasi saja. Jangan lupa bereksperimen juga, ya.
Pilih House Blend sesuai Selera
Bikin kopi susu harus pakai biji kopi atau house blend yang enak jika dicampur dengan susu dan gula (gula aren). Jadi disarankan untuk memilih house blend khusus yang jika dicampurkan dengan susu rasa kopinya tidak serta merta hilang atau kabur. Kami menyarankan house blend seperti Kopi Susu Blend dari Otten Coffee yang memang dibuat untuk kopi susu. Sungguh sedap jika dicampur susu dan gula aren. Juga kamu bisa memilih Crema Espresso yang rasanya lebih balance dan menyenangkan. Intinya kunci es kopi susu itu berada di kopinya juga. Jadi jangan salah pilih, ya!
Eksperimen
Kamu harus sedikit mencari waktu untuk bereksperimen menciptakan es kopi susu yang sesuai seleramu. Coba ingat-ingat es kopi susu dari kedai kopi apa yang menjad favoritmu? Dan bereksperimenlah dengan berfokus dengan rasa es kopi susu itu. Apakah kamu suka rasa kopi yang nendang? Atau soft dengan sedikit manis? Bermain dengan beraneka ragam house blend, susu dan tentu saja pemanis.
Foto utama dari drinkbai.com
Artikel ini diperbaharui oleh Mustika T. Yuliandri pada 10 April 2023

