SEKILAS TENTANG PAPER CUP - Majalah Otten Coffee
Industri kedai kopi tak pernah lepas dari kontroversi. Salah satu hal yang paling sering diperdebatkan di kedai kopi adalah tentang penggunaan paper cup!
KEHADIRAN paper cup memang tak bisa dilepas dari dunia si biji hitam. Untuk kostumer yang tak bisa menghabiskan waktu berlama-lama menikmati kopi di kedai kopi tentulah membutuhkan paper cup agar bisa menampung kopi dan dinikmati di mana saja. Namun, paper cup dinilai sebagai salah satu bentuk yang tidak mendukung gerakan eco-friendly. Bayangkan berapa banyak paper cup dan plastic cup yang terbuang sia-sia beberapa menit setelah digunakan.

Namanya memang paper cup, tapi tahukan kamu kalau di dalam cangkir kertas ini tak hanya kertas saja materialnya? Ada lapisan plastik tipis yang menempel di bagian dalam paper cup. Inilah yang menampung kopi agar tak tumpah. Pun inilah yang menjadi alasan paper cup tidak bisa didaur ulang. Ya, karena ada kandungan plastiknya.
Lalu bagaimana? Jika ada jenis paper cup yang tanpa plastik dan bisa lebur di tanah tentu akan jauh lebih baik. Masalahnya kebanyakan kedai kopi di dunia tidak menggunakan paper cup jenis itu. Mungkin sulit ditemukan dan juga terkendala di urusan biaya. Cara paling mudah sebenarnya adalah melepaskan plastik di dalam paper cup agar sisa yang kertas saja bisa diuraikan senyawa di tanah kita. Tapi bukankah itu terdengar begitu rumit dan buang-buang waktu?

Jadi apakah kehadiran reusable-cup atau tumbler dan cup semacam Keep Cup, Stojo, Upper Cup dan lain sebagainya yang beredar di pasaran bisa membantu membuat bumi ini lebih hemat energi dan eco-friendly? Menurut maestro kopi nan harum namanya James Hoffman kehadiran reusable–cup ini tidak membantu banyak. Mengingat banyaknya energi yang dihabiskan untuk membuat cangkir jenis ini. Dan belum tentu juga bisa membantu industri kopi kita untuk lebih hemat energi. Tapi menurutnya setidaknya memang bisa mengurangi sampah dan membuat peminum kopi lebih bergaya.
Tapi lagi-lagi kehadiran paper cup mungkin akan sangat sulit tergantikan. Yang bisa kita lakukan adalah bagaimana caranya mencipta paper cup yang lebih ramah lingkungan dan digunakan dengan mudah tanpa merugikan siapa-siapa. Ya, kalau saya masih pakai paper cup meski sering bawa tumbler Stojo kemana-mana.
Kalau kalian bagaimana? Atau memilih ngopi di kedai kopi saja?

