SEKILAS TENTANG IBRIK CHAMPIONSHIP - Majalah Otten Coffee
Apa jadinya jika kejuaraan barista dilebur dalam sebuah upacara kebudayaan yang menyenangkan? Jawabannya ada di Ibrik Championship.
BERBEDA dari kejuaraan barista di era Gelombang Ketiga, Ibrik Championship mengusung sesuatu yang lebih dari sekedar keahlian dalam meracik kopi.
Mengenal Ibrik Championship
Ibrik Championship mengusung serta budaya yang memang melekat erat pada budaya minum kopi masyarakat Turki, Eropa Timur, Timur Tengah dan Afrika Utara. Para barista yang hadir dikompetisi ini juga tak sekedar paham dan ahli menciptakan cita rasa ajaib melalui ibrik atau cezve, tetapi juga melebur dalam budaya turun temurun dan melahirkan minuman yang dikenal luas dengan sebutan Turkish Coffee.

Terbukti pada kejuaraan Ibrik Championship, mereka yang datang akan melihat para barista mengenakan kostum khas Turki dan Timur Tengah. Dengan piawai mereka ‘bermain’ dengan cezve dan ibrik. Meracik kopi dengan salah satu alat seduh paling tua di dunia. Seperti diketahui menyeduh dengan cezve sangat rumit dan tricky. Jika tak piawai, rasa yang dikeluarkannya akan jauh dari diharapkan.
Pertama Kali Diadakan Pada 2011
Ibrik Championship pertama kali diadakan pada 2011 dengan Bae Jin-Seol dari Chucasa Korea Selatan menjadi juaranya. Di bawah naungan Speciality Coffee Association of Europe (SCAE), Ibrik Championship menjadi ajang tahunan untuk mereka yang mendedikasikan dirinya kepada cezve dan ibrik. Para peserta Ibrik Championship ternyata juga dinilai secara detail dan rumit oleh para juri. Sama seperti kejuaraan barista lainnya, para juri melihat secara lekat mulai dari persiapan hingga penyajian sebelum kopi dicicipi dan diberi penilaian. Penilaian waktu, kalibrasi dan nilai teknikal lainnya juga berlaku di sini.

Selain itu, para peserta juga diwajibkan untuk menyeduh dua jenis menu kopi yang diseduh melalui cezve dan ibrik. Menu pertama adalah kopi hitam biasa dengan penilaian kopi tersebut haruslah harmonis cita rasanya antara balanced-sweetness, acidity dan bitterness. Mengeluarkan tiga keharmonisan rasa dan aroma ini tidaklah mudah. Dibutuhkan ketepatan cara seduh dan pilihan biji kopi yang cermat pula. Menu kopi kedua para peserta diharuskan menciptakan signature drinks yang tentunya juga diseduh menggunakan cezve dan ibrik.

Wajib Mengenakan Pakaian Khas Turki
Fakta unik dari Ibrik Championship adalah semua peserta biasanya mengenakan pakaian khas Turki dan Timur Tengah lengkap dengan topi khasnya. Mereka yang hadir di Ibrik Championship serasa menyaksikan pertunjukan seni meracik kopi yang kulturnya sangat terasa. Fakta menarik lainnya adalah World Ibrik Champion 2014 Turgay Yildizli asal Turki menggunakan biji kopi asal Indonesia yaitu Sulawesi Pedamaran saat mengikuti kejuaraan ini. Ya, biji kopi Sulawesi Pedamaran yang disangrai oleh Coffee Ceremony ini berhasil mengantarkan Turgay Yildizli sebagai juara Ibrik Championship 2014. Hebat kan?

Jika kopi Indonesia mampu menjadi juara di tangan barista lain, tentu barista Indonesia juga mampu menghasilkan karya yang sama. Dan meskipun Ibrik Championship belum pernah diadakan di Indonesia, semoga dengan adanya artikel ini sedikit banyak bisa menginspirasi pecinta kopi untuk lebih mengeksplorasi cara seduh dengan cezve dan ibrik ini.
Menikmati Turkish Coffee Dengan Ibrik
Meski kejuaraan Ibrik ini belum ada di Indonesia, namun kamu tetap bisa menikmati kopi khas Turki ini di rumah. Cara seduhnya relatif mudah ditiru dan untuk memuat Turkish Coffee ini yang kamu butuhkan hanyalah alat seduh kopi bernama Ibrik ataupun Cehve atau dikenal secara umum dengan nama Turkish Pot. Untuk mendapatkannya kamu bisa cek www.ottencoffee.co.id. Jangan khawatir repot karena harus menggunakan pasir panas. Untuk Turkish Coffee ini kamu bisa menggunakan kompor atau sekarang sudah ada Turkish Pot versi listrik.
Foto utama dari voltarw.blogspot.com
