Saham Fore Coffee ARA, Ini Langkah Besar Di Industri Kopi - Majalah Otten Coffee
Fore Coffee resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini dengan harga pembukaan saham sebesar Rp 188. Dalam waktu singkat, saham dengan kode FORE ini melonjak lebih dari 100% menjadi Rp 392, menyentuh batas auto reject atas (ARA) 3 hari berturut.
Keberhasilan IPO ini menandai langkah penting bagi Fore Coffee sebagai perusahaan makanan dan minuman kopi pertama yang melantai di BEI.
Tingginya Minat Investor
Sebelum melakukan pencatatan sahamnya, Fore Coffee mengalami oversubscribe lebih dari 200 kali, menunjukkan tingginya minat investor terhadap perusahaan ini.
Sejarah Perusahaan
Sejarah Fore Coffee tidak terlepas dari Otten Coffee, sebuah perusahaan penjual biji dan mesin kopi yang dicetuskan oleh Robin Boe dan Jhoni Kusno pada tahun 2015. Usaha Otten didanai oleh East Ventures, perusahaan modal ventura yang didirikan oleh Willson Cuaca. Pada bulan Agustus 2018, mereka membuka toko kedua di Jalan Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Sebagai bentuk pengembangan usaha, Robin dan Willson mendirikan usaha kedai kopi melalui laboratorium inovasi di Lantai 2 Otten Coffee Jakarta. Selain mereka berdua, tokoh kunci dalam pendirian Fore Coffee adalah Vico Lomar yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama. Nama “Fore” sendiri diambil dari kependekan untuk “forest” (hutan); visi mereka adalah agar usaha dapat menjadi “pohon yang menghidupi wilayah sekitarnya”.
Dukungan Sebagai Perintis
Sejak didirikan pada tahun 2018, dukungan awal dari Otten telah membantu Fore Coffee dalam mensuplai berbagai kebutuhan operasional seperti mesin kopi dan alat-alat pendukung lainnya untuk memastikan kelancaran bisnis sehari-hari. Selain menjual peralatan kopi berkualitas tinggi seperti mesin espresso dan grinder kopi serta aksesori lainnya, mereka juga berkomitmen untuk memberikan edukasi kepada pelanggan melalui berbagai workshop mengenai cara menyeduh kopi.
Rencana Ekspansi Ambisius
Dalam konferensi pers setelah IPO berlangsung hari ini, Vico Lomar selaku CEO Fore Coffee mengungkapkan rencana ekspansi besar-besaran:
“Perusahaan menargetkan untuk membuka sekitar 300 outlet ke seluruh Indonesia termasuk ke Maluku dan Nusa Tenggara Timur.”
Vico merinci bahwa ekspansi outlet tersebut akan menyasar area tier 1, 2, dan 3. Tahun ini,
FORE akan membuka outlet di area tier 2 dan tier 3 dengan porsi masing-masing sebesar 50% sementara untuk tier 1 porsinya juga sebesar 50%.
Vico juga menjelaskan alasan mengapa perusahaan belum melakukan ekspansi ke luar negeri:
“Kami masih optimistis pasar konsumsi di Indonesia bertumbuh dan mengandalkan kualitas produk kopi lokal.”
“Kami menjaga supaya kita berkembang lebih baik.Kami berharap dari lokal kita bisa berkembang lebih baik,” jelas Vico kepada awak media.
Prospek Masa Depan Cerah
Dengan keberhasilan IPO ini serta dukungan kuat dari mitra strategis seperti Otten Coffee, prospek masa depan Fore Coffee terlihat cerah dalam industri F&B kopi tanah air.
