COFFEE ROASTER DAN MESIN ROASTING, NAPAS INDUSTRI KOPI - Majalah Otten Coffee
Tentunya semua pelaku industri kopi dari mulai petani kopi, roaster dan barista saling sinergi untuk tetap menghidupkan laju industri kopi tanpa henti.
COFFEE roaster adalah sebutan untuk orang yang piawai menyangrai kopi green bean menjadi biji kopi. Seorang coffee roaster dengan mengkalkulasikan variabel roasting yang ada mampu memaksimalkan potensi rasa pada kopi green bean. Nantinya kopi green bean ini akan diukur tingkat kelembapan, dan menghitung variabel lainnya sebelum menentukan tingkatan sangrai yang sesuai untuk lebih menampilkan karakter rasa yang terkandung di dalam kopi green bean. Tiap single origin memiliki berkah nutrisi lahan tanam yang berbeda dan varietas tanaman kopi yang berbeda juga membentuk potensi rasa ketika disangrai menggunakan coffee roaster dan menjadi biji kopi.
Baca juga selengkapnya tentang manfaat kopi hitam,
menambah wawasan menyangrai biji kopi optimal.
Ingin coba mengeksplorasi tingkatan sangrai untuk kopi green bean dari daerah tertentu dengan mesin roasting mini rumahan profesional, kamu bisa cari tau di sini. Menjadi roaster dari rumah dengan wawasan luas dan piawai, tidak kalah hebatnya dengan roaster yang berkerja di industri kopi.
![]() Aillio – Bullet Coffee Roaster R2 | ![]() WExSUJI – Mesin Sangrai Kopi |
Hario Mini Roaster RCR-50 |
Mini Coffee Roaster |
Coffee roastery sebuah tempat dengan ruangan khusus untuk tim roaster profesional berkerja mengolah biji kopi green bean menjadi biji kopi siap seduh. Di Coffee Roastery biji kopi dianalisa kesesuaian sangrai dengan ekspektasi profil rasa. Salah satunya dengan coffee cupping, proses untuk mengetahui kesan rasa apa saja yang tercipta dari biji kopi. Melibatkan lebih dari 3 roaster mencicip bubuk kopi yang diseduh setelah sangrai, dari mulai aroma setelah digiling hingga profil rasa. Biasanya coffee cupping dilakukan pada biji kopi green bean yang baru masuk ke gudang penyimpanan coffee roastery, sampel biji kopi disangrai selanjutnya coffee cupping untuk menganalisa apakah tingkat sangrai selanjutnya perlu diubah atau sudah sesuai.
Tonton dulu video berikut sebelum lanjut baca.
Roast level sederhananya mengacu pada tingkat kematangan kopi sangrai, Otten Coffee menggunakan 5 indikator detail; light, medium light, medium, medium dark dan dark. Roasting level ini melibatkan teknik, kalkulasi variabel dan durasi sangrai. Selama prosesnya, ketika biji kopi green bean disangrai dengan mesin roasting, biji kopi menguning berubah warna istilah tahapannya yellowing. Tiap tahapan perubahan tingkat kematangan sangrai kopi akan ditandai berbagai momen, seperti pelepasan aroma, perubahan warna, bunyi “crack” dan banyak lagi. Roaster berpengalaman akan sangat peka pada tahapan ini, dan mengindikasikan apakah tingkat kematangan sangrai kopi sudah masuk pada; light, medium ataupun dark roast.

Sekilas Tentang Teori Roasting
Tiap coffee roaster memiliki konsep teori tersendiri bisa berdasarkan pengalaman ataupun adaptasi dari sumber referensi yang ada. Secara umum konsep roasting melibatkan karakter green bean, mesin roasting dan profil rasa. Proses green bean tertentu akan mempengaruhi potensi profil rasa yang terkandung dan perlakuan tertentu seorang coffee roaster. Mesin roasting tertentu memiliki perbedaan fitur yang mengacu pada perlakuan coffee roaster memilih green bean apa yang optimal di mesin roasting tertentu atau malah menunggu karakter green bean sesuai yang diharapkan sebelum disangrai di mesin roasting. Kepiawaian seorang coffee roaster juga dipengaruhi oleh penggunaan mesin roasting, dengan catatan variabel roasting yang sama, mesin roasting rumahan dengan mesin roasting komersial akan hadirkan profil rasa berbeda. Sebabnya profil rasa dan mesin roasting saling terkait, menguji pemahaman coffee roaster menentukan variabel roast pada mesin sangrai tertentu untuk ciptakan ekspektasi profil rasa tertentu.
Maillard Reaction di Tahapan Roasting
Kandungan air pada biji kopi green bean perlahan hilang selama proses roasting, tiap tahapan roasting aktivitas kandungan air dan senyawa pembentuk profil rasa pada kopi green bean semacam beresonansi. Maillard reaction adalah peristiwa bahan makanan mengalami pencoklatan karena dipanggang, begitu juga pada biji kopi. Tingkat maillard reaction mempengaruhi pergeseran molekul rasa seperti karakter rasa manis, tingkat keasaman dan kesan rasa lainnya. Sehingga kandungan air pada kopi green bean bisa dianalisa juga untuk membantu prediksi karakter rasa yang terkandung dan membantu mengambil catatan penting untuk coffee roaster memutuskan variabel roasting apa saja.
Coffee Resting Setelah Roasting
Biji kopi segar bukanlah biji kopi yang baru saja diroasting satu jam atau beberapa menit yang lalu. Coffee resting ini sendiri semacam perlakuan khusus mengacu pada proses degassing setelah roasting biji kopi. Perihal berapa jam durasi resting ini beberapa coffee roaster punya perhitungan berbeda-beda, namun yang jelas penting melakukan coffee resting setelah roasting dengan alasan tertentu. Coffee resting bertujuan menghilangkan rasa pembakaran negatif yang mungkin masih terbawa pada biji kopi, agar profil rasa lebih optimal ketika diseduh, dan mengurangi kadar karbon dioksida yang masih tertinggal di biji kopi setelah roasting.
Tips Menyangrai Biji Kopi Green Bean di Rumah
Siapa bilang di rumah tidak bisa belajar cara menyangrai biji kopi green bean, siapa saja pun bisa yang jelas kamu harus menyediakan biji kopi green bean di rumah. Jika kamu memesannya secara daring, selama proses pengantaran kamu bisa mempelajari wawasan terkait karakter biji kopi green bean apa saja yang mempengaruhi proses roasting. Pahami juga tahapan roasting sehingga kamu mengerti ketika proses sangrai nantinya, sudah masuk ke tahap mana dan ingin berhenti di level sangrai apa. Pilih alat sangrai, kamu pun bisa memilih peralatan dapur untuk menyangrainya seperti penggorengan, namun lebih disarankan menggunakan mesin roasting rumahan agar mudah mempelajari variabel roasting nantinya.
Tahapan Roasting dan Suhu Roasting Kopi
Sekilas fase sangrai biji kopi green bean melibatkan tahapan berikut ini, dan pengembangannya tergantung preferensi coffee roaster secara personal.
- Tahap Pengeringan (Drying), proses menguapkan kandungan air yang ada pada biji kopi green bean.
- Tahap Penguningan (Yellowing), kandungan air yang dilepaskan kemudian perubahan warna atas reaksi pencokelatan dimulai
- Tahap Pecahan Pertama (First Crack), suara letusan tercipta dari reaksi pemanggangan, dan pada tahap ini beberapa profil rasa tercipta
- Tahap Pengembangan Roasting, pada fase ini aroma mulai tercipta namun warna kecokelatan masih cenderung lembut
- Tahap Pecahan Kedua (Second Crack), letusan kedua dan karakter rasa masih dalam tahap pengembangan
Beberapa coffee roaster memiliki perhitungan sendiri di tiap tahapan roasting dan beradaptasi selama prosesnya terkait aktivitas biji kopi green bean selama di dalam mesin roasting kopi. Untuk tingkatan suhu roasting kopi, light roast 180°C – 205°C (356°F – 401°F), medium roast 210°C (410°F) – 220°C (428°F), medium dark roast 225°C (437°F) – 230°C (446°F), dan dark roast 240°C (464°F) – 250°C (482°F).
Rekomendasi Buku Bacaan Untuk Coffee Roaster Pemula
Era digital semakin memudahkan banyak orang untuk belajar, termasuk untuk mempelajari seluk-beluk dunia roastery, menjadi coffee roaster bermodalkan mesin roasting rumahan dan biji kopi green bean, tentu saja bisa. Belajar melalui video-video yang beredar di youtube ataupun mengikuti kursus eksklusif terkait roasting kopi dari dasar. Namun jika belum terpuaskan, ingin mempelajarinya secara runut dan mengisi wawasan terkait coffee roasting, maka yang kamu perlukan adalah buku pegangan. Memiliki 1 atau 2 buku pegangan yang membahas tentang roasting akan menambah pemahaman dan memudahkan mengambil keputusan untuk menyangrai biji kopi green bean.
Lebih Detail Menganalisa Hasil Roasting
Daripada mengandalkan intuisi yang sifatnya tidak terukur, untuk menganalisa hasil roasting biji kopi ada baiknya menggunakan alat satu ini. Lighttells memudahkan coffee roaster untuk melihat apa saja kandungan yang ada pada biji kopi kemudian rentang perhitungannya ditampilkan pada layar LCD. Direkomendasikan SCAA sebagai salah satu roast level analyzer yang bisa digunakan untuk para coffee roaster profesional. Penasaran bagaimana produk roast level analyzer ini berkerja, bisa tonton ulasan ini.





