RUTINITAS MINUM KOPI SETELAH BULAN PUASA JADI BEDA
Ramadan usai dan saatnya kembali ke rutinitas ngopi yang sama seperti sebelum bulan suci tiba. Lalu adakah perubahannya?
SAYA tidak tahu bagaimana para peminum kopi aktif lainnya mengalami berubahan ritual ngopi sehabis bulan puasa. Namun, saya sendiri mengalami perubahan dan membutuhkan penyesuaian beberapa hari agar kondisi tubuh tidak terganggu.
Ritual Ngopi Saat Ramadan

Selama bulan puasa, aktivitas ngopi saya sudah berkurang dari 2-3 kali sehari menjadi sekali sehari sesaat setelah berbuka. Dan selama ramadan hal tersebut tidak mengganggu ibadah, pun tidak mengganggu tubuh. Meski jika saya meminumnya di atas jam 9 malam, saya agak sedikit susah tidur padahal ‘di hari-hari biasa’ minum kopi di atas jam 10 malam sama sekali tak mengganggu jadwal tidur saya. Kopi yang biasanya saya minum adalah kopi-kopi aman seperti single origin arabika atau yang house blend Halal Harmoni. Cara seduhnya pun biasanya hanya pour over kadang menggunakan Hario V60 atau terkadang Origami Dripper dengan gramasi yang 11 gram saja. Tapi yang namanya kondisi puasa mengubah segalanya, maka saya pun mengalami perubahan efek kafein juga. Meski jujur tidak terlalu mengganggu.
Ritual Ngopi Sehabis Bulan Puasa
Berdasarkan pengalaman setelah ramadan usai di tahun lalu, aktivitas ngopi kembali seperti ke sedia kala. Namun, ternyata tubuh saya belum terbiasa. Di pagi hari saya mengalami mulas. Dibutuhkan beberapa hari agar tubuh menyesuaikan diri dengan kafein. Tapi hal ini tentu berbeda bagi tiap orang. Teman saya sama sekali tidak mengalami masalah apapun. Bahkan dia minum Robusta Gayo dari Otten Coffee atau house blend Crema Espresso efek untuk tubuhnya sama sekali aman.

Cukup penasaran dengan ini saya pun bertanya dengan seorang teman yang berprofesi sebagai nutrisionis, katanya yang terjadi pada saya adalah normal. Namun, jika tidak menimbulkan sakit yang berkelanjutan ngopi pagi seperti sebelum ramadan dilanjutan saja agar tubuh bisa menerima kembali kafein. Jadi memang hanya membutuhkan adaptasi saja.
Benar saja, setelah 4 hari berselang, tubuh tampak mulai ‘berteman baik’ dengan kafein. Tak ada lagi mulas, tak ada lagi sulit tidur dan reaksi-reaksi mengganggu lainnya. Jadi saya rasa di tahun ini pun mungkin tubuh saya akan mengalami sedikit adaptasi. Tapi karena sudah pernah terjadi di tahun lalu jadi sepertinya akan baik-baik saja. Asal kamu tetap harus mendengarkan reaksi tubuhmu.
Sebuah Tips Adaptasi Ritual Ngopi Sehabis Bulan Puasa
Jadi untuk kalian yang mengalami sedikit gangguan perihal kembalinya aktivitas ngopi, berikut saya berikan tips sederhana namun membantu:
- Dengar tubuhmu. Apapun yang masuk ke tubuh dan menimbulkan reaksi adalah cara tubuh berbicara padamu. Jika minum kopi menimbulkan sakit tertentu sebaiknya hentikan dan tanyakan pada sang ahli.
- Jangan langsung minum kopi secara membabi buta. Pelan-pelan dulu. Mungkin dengan sehari sekali atau jangan terlalu pagi. Tubuh bisa saja kaget dengan asupan kafein yang terlalu banyak secara langsung.
- Hanya mengonsumsi kopi yang baik dan benar. Baik untuk tubuh maksudnya jelas asal usulnya. Benar maksudnya diseduh atau diracik dengan cara yang semestinya.
Selamat kembali minum kopi lagi!

Rekomendasi Kopi Aman Sehabis Bulan Puasa
Karena tubuh masih beradaptasi, maka bolehlah disimak beberapa poin rekomendasi menu kopi agar ritual ngopi berjalan aman dan nyaman:
- Pilih kopi arabika. Alasannya karena kafeinnya lebih rendah dari robusta. Kamu bisa memilih aneka single origin di www.ottencoffee.co.id
- Pilih kopi hitam saja atau kopi susu tapi jangan kopi yang terlalu manis. Memulai kembali ritual ngopi di hari-hari biasa disarankan minum kopi yang lebih sehat.
- Jangan minum kopi instan atau kopi yang tidak jelas asal-usulnya. Karena ya tahu sendiri kan yang instan biasanya kurang sehat.
- Pilih jenis kopi yang aman seperti house blend Halal Harmoni dan beberapa jenis kopi aman lainnya.
