RITUAL COFFEE CUPPING AWAL MULA KOPI SPECIALITY - Majalah Otten Coffee
Di industri kopi sekarang ini, coffee cupping merupakan ritual yang tak asing lagi dan penting untuk mengetahui bagaimana kualitas biji kopi. Dari aroma dan karakter rasa kopi, melalui coffee cupping-lah menentukan biji kopi apakah termasuk coffee speciality.
Coffee cupping muncul sejak abad ke-19 menjadi nilai ukur untuk pembelian komoditas kopi pada masa itu. Sistem jual beli kopi pada tahun 1900an menerapkan sistem lelang, nah hasil dari coffee cupping pada suatu biji kopi inilah yang menjadi nilai ukur membantu pembeli untuk menentukan keputusan dan juga membantu penjual untuk menentukan seberapa konsisten karakter si kopi.
Di awal perkembangannya istilah coffee cupping tidak ada terdengar di industri kopi awal 1900an, pada masa itu lebih akrab dengan istilah “cup testing” untuk menyebutkan ritual kegiatan perkembangan evaluasi rasa kopi. Sebelum tahun 1890an, kualitas kopi hanya dinilai dari tampak visual saja, dari bentuk biji kopinya, tidak sampai menilai karakter rasa yang ada pada kopi. Menentukan harga dengan hanya melihat dari bentuk luarnya saja, bagaimana warna green beannya dan ukuran green bean.

Ada artikel yang bertajuk “Removing the Guess Work from Coffee Cupping” pada tahun 1932 untuk rubrik Jurnal Pasar Kopi dan Teh yang ditulis oleh B.D Balart. Mungkin bisa merujuk pada sekitaran tahun 1932 istilah coffee cupping mulai tren menggantikan istilah cup testing pada awal perkembangannya.
Di tahun 1920, Balart terpilih menjadi pengurus di Green Coffee Association di San Francisco, dan kemudian di tahun 1921 terpilih sebagai asisten manager divisi American Finance dan Commerce Company di “Export Trade Directory“. Pengalamannya ini yang bisa dibilang membawa Balart sebagai salah satu tokoh yang mengembangkan industri kopi di Brazil pada masa itu, lalu bagaimana tentang evaluasi karakter rasa kopi.
credit: Time Inc. /Grey Villet
Tahun 1922, Balart pindah pada bagian Roastery sebagai vice president dalam industri roastery bersama rekannya, di sinilah Balart menemukan konsep bahwa menentukan kualitas biji kopi tidak bisa hanya melihat dari bentuk visualnya, namun juga harus mengetahui bagaimana konsistensi karakter rasa dari si kopi. Berutunglah Brazil memiliki Balart, dari sini awal perkembangan coffee speciality di brazil, dan juga di sekitaran tahun yang sama juga menyebar di seluruh dunia. Coffee cupping malah di awal perkembangannya sudah menerapkan sertifikasi, yang nantinya seseorang yang bersertifikasi Q Certificate tugasnya menjaga dan mengontrol kualitas kopi banyak juga tahapannya, dan ada yang dikenal dengan Blind Coffee Tasting.

Alat tradisional proses coffee cupping menggunakan alat yang hampir sama hingga sekarang seperti spitton, spoon, meja, bangku, cangkir, baki sampel kopi, penanda profil biji kopi, ketle berisi air panas dan kompor yang siap sedia memanaskan air, dan grinder. Pada pada masanya, coffee cupping dilakukan setelah menyangrai biji kopi maka tak heran jika ritual cupping berdekatan dengan mesin alat roasting.
Dan di awal tahun 1999, coffee cupping telah diseragamkan metodenya dari mulai equipment cupping dan prosedurnya, SCAA mengembangkan formulir cupping dan menjadi standarisasi industri kopi hingga sekarang. Namun melihat perkembangan awal bagaimana coffee cupping terjadi tidak dapat hanya meninjau dari sebagian saja wilayah perkembangan kopi pada masa itu karena tiap negara punya kisahnya.
src: origincoffee.co.uk blog.olamspecialtycoffee.com img: merlo coffee

