RIMBUN ESPRESSO & BREW BAR: RUMAH SEDUH NAN TEDUH - Majalah Otten Coffee
Jatuh cinta pada teguk pertama. Itulah yang saya rasakan kala mampir di Rimbun nan nyaman ini.
DIBERKATILAH saya yang saat main ke Bukittinggu Sumatera Barat memiilih penginapan di lokasi yang sunggu strategis. Tak jauh dari tourist spots dan tak jauh juga dari kedai kopi yang sudah lama ingin saya sambangi Rimbun Espresso & Brew Bar. Kedai kopi ini hanya berjarak 10 menit berjalan kaki dari penginapan saya. Lokasinya gampang dijangkau karena berada di pusat jajanan yang kala malam hari dipadati pendatang.

Eksterior Rimbun terbangun dari elemen kayu dengan dua meja yang berada di kiri kanan pintunya. Saat memasuki kedai kopi ini suasana hangat langsung seketika menyerbu. Tak hanya lighting dan interiornya tetapi juga sepasang senyum dua barista yang berada di balik coffee bar. Kedai sedang tak ramai saat ini, memberi kebahagiaan pada saya yang sedang dikejar deadline. Secangkir single origin Solok Surian dari Pandeka Coffee menjadi pilihan. Ah, teguk pertama langsung jatuh cinta.

Sambil menikmati kopi hangat, saya mengitari pandangan. Interior Rimbun Espresso & Brew Bar ini didominasi elemen kayu dengan pilihan interior retro dan furnitur yang kurang lebih sama. Seketika serasa berada di rumah nenek yang hangat dan teduh. Belum lagi playlist lagu mereka yang didominasi musik-musin semacam Endah & Rhesa, Banda Neira dan teman-temannya. Adem yang berkali lipat menyerbu membuat waktu serasa berjalan lambat dan tak terburu-buru.

Kerjaan yang menumpuk membuat saya harus menambah asupan kafein lagi. Kalau pada cangkir pertama saya memesan dengan metode V60, kali ini saya memesan dengan Clever Coffee Dripper. Dengan biji yang sama kedua metode ini menghasilkan cita rasa berbeda. Meski sama-sama nikmat terasa. Teman saya yang kebetulan juga ada di sana memesan secangkir hot cappuccino yang menurutnya enak sampai tetes terakhir. Oh iya, Rimbun menggunakan mesin espresso Rancilliio yang dipercaya menghasilkan bercangkir kebahagiaan.

Tak cukup hanya bertandang ke Rimbun Espresso & Brew Bar di Bukittinggi, saya juga menyempatkan mampir ke cabang utama mereka di Kota Padang. Sama seperti di Bukittinggi, gerai di Padang kurang lebih memiliki tema yang serupa, baik interior maupun eksteriornya. Yang membedakannya mungkin adalah sebuah mural tentang perjalanan secangkir kopi yang digambar dengan indahnya di dinding utama. Pun sebuah sepeda yang menggantung di tepat di depan coffee bar-nya.

Suasana hangat dan teduh yang saya dapatkan di Bukittinggi, saya rasakan pula di Padang. Rimbun bagaimanapun bukanlah sekedar tempat pengisi amunisi ketika kebutuhan kafein berada di titik nol, tetapi juga rumah seduh nan sungguh teduh setidaknya untuk saya sang pendatang. Oh iya, jangan khawatir ketika lapar dan ingin mampir ke sini, karena Rimbun juga memiliki menu makanan yang lamak bana. Juga kalian harus mencoba cascara, teh ceri kopi Minang Solok yang segar sekali. Ajaib karena selama berkeliling kedai kopi, hanya di Rimbun Espresso & Brew Bar Padanglah saya bisa menikmati cascara.

Saat menulis ini Rimbun Espresso & Brew Bar sedang berulang tahun yang kedua. Semoga menjadi tempat pulang beragam manusia. Dan saya sudah sangat rindu kembali ke Rimbun. Rindu akan kehangatan manusianya, pun rindu pada hangat kopi yang mengepul dari dalam cangkir. Terima kasih, para perimbun. Kalianlah sebenar-benarnya pohon rimbun yang sejuk itu.
Selamat Dwirgahayu, Perimbun!
Special thanks to Nico & Gorby, Yogi & Verdy. You guys are amazing.
Rimbun Espresso & Brew Bar
(Bukittinggi) Jalan Ahmad Yani No. 122, Guguk Panjang, Bukittinggi, Sumatera Barat
(Padang) Jalan KIS Mangunsarkoro A/10, Padang, Sumatera Barat

