RIFQI HASBULLAH GURU EKSKUL BARISTA JUARA 1 IAC2023 REGIONAL BANDUNG - Majalah Otten Coffee
Rifqi Hasbullah berhasil memenangkan juara pertama Indonesia AeroPress Championship 2023 regional Bandung, yang merupakan seorang guru ekskul dan mencintai kopi sejak 2016.
SENANG rasanya berkesempatan bincang akrab melalui obrolan jarak jauh yang mendekatkan jarak, serasa teman lama yang tidak bersua. Rifqi yang merupakan pemenang Indonesia AeroPress Championship 2023 regional Bandung, bercerita kisahnya yang tanpa sadar jadi mencintai aktivitas minum kopi. Awal mulanya mengenal kopi di tahun 2016 yang pada saat itu statusnya masih mahasiswa jurusan perhotelan dan sedang magang di salah satu hotel di Jakarta. Di hotel tersebut ada mesin kopi, jadi sering membuat kopi dan tertarik dengan aktivitas membuat kopi, malahan ketertarikan Rifqi tidak berhenti sampai di sini.
Awal Mula Menyukai Kopi Hingga Menjadi Pemenang IAC2023 reg Bandung
Selesai magang di hotel Lembang, melanjutkan perkuliahan dengan fokus jurusan foods and beverages, Rifqi jadi semakin sering lagi belajar tentang kopi. Kesempatan magang keduanya di salah satu hotel di Bandung, seringkali ketika ada event khusus dengan tamu yang ramai, Rifqi selalu dipanggil untuk jadi barista melayani pesanan kopi para tamu.
Kecintaan Rifqi akan kopi seperti didukung oleh semesta, karena selalu dimudahkan dan langsung terjun melayani permintaan akan minuman kopi. Rifqi belajar banyak di kanal youtube untuk mendalami industri kopi khususnya penyajian kopi, juga belajar di kampusnya di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Masa pandemi, Rifqi juga mencoba membuka kedai kopi kecil namun tidak berjalan sesuai rencana. Kini, keseharian Rifqi mengajar siswa SMP-SMA Nurul Fikri Boarding School di Lembang sebagai guru ekskul yang mengajarkan profesi seorang barista.

Kekalahan Di Kompetisi IAC 2022 Tidak Membuatnya Menyerah
IAC 2023 bukanlah yang pertama bagi Rifqi, tahun lalu sudah pernah mengikuti kompetisi AeroPress namun hasilnya tidak memuaskan. Rifqi gagal masuk ke babak selanjutnya, dan harus berhenti di putaran pertama. Dari kekalahan tahun lalu, Rifqi belajar bagaimana manajemen waktu diperlukan ketika kompetisi berlangsung. Kegagalan di IAC 2022 tidak membuatnya menyerah untuk menguji keahliannya, kini di tahun 2023 berhasil membawa kemenangan regional Bandung dan menuju final Indonesia AeroPress Championship di Jakarta.
Panggung IAC 2023 adalah kompetisi yang paling bergengsi, tentunya perlu persiapan mental dan kesiapan teknik untuk diadu dengan peserta lainnya. Maka setiap usaha pasti akan menampilkan hasil yang terbaik.
“Selama prosesnya tentu gerogi, mungkin semua peserta juga demikian. Tapi Alhamdulillah juara juga IAC 2023 regional Bandung” kata Rifqi.

Kemenangan Yang Menegangkan IAC 2023 Regional Bandung
Rifqi berhasil masuk ke putaran final setelah bertanding dengan peserta lain, total ada 4 babak hingga berhasil memenangkan kompetisi IAC 2023 reg Bandung. Babak kedua sempat membuat Rifqi hilang fokus, yang menyebabkan kesalahan mempersiapkan air panas sehingga waktu yang tersesia begiti padat. Tapi kesalahan tersebut bisa diatasi, dan lanjut ke babak berikutnya.
“Sebenarnya saya kurang percaya diri jika melihat peserta lain yang hadir mewakili kedai kopi, kareka kebanyakan peserta hadir dari kalangan barista. Namun saya hadapi saja, dan melakukan yang terbaik yang saya bisa,” sambut Rifqi.
Rifqi tidak banyak kenal peserta lain karena hadir bukan dari kalangan barista, namun menurutnya putaran final paling menegangkan. Lawan yang paling berkesan tentunya 2 peserta yang berada di final, karena seduhan kami sempat seri ketika diuji para juri. Kemudian dilakukan penjurian kembali, akhirnya seduhan kopi Rifqi dipilih 2 juri yang menjadikanya juara.

Menyambut final Indonesia AeroPress Championship 2023, Rifqi semakin yakin untuk melangkah, malahan persiapannya terus latihan bikin kopi dengan alat kopi AeroPress. Walaupun tidak menggunakan biji kopi kompetisi, membuat kopi harian kini selalu menggunakan AeroPress agar terbiasa dan melatih konsistensi tiap tahap penyeduhan.
Obrolan saya dan Rifqi hampir habis, untuk menutup kisahnya, ada sedikit pesan yang disampaikan untuk para pembaca majalah Otten Coffee.
“Jika ingin berkarir di kompetisi kopi, sering latihan tentunya dengan alat kopi yang dikompetisikan, harus setiap hari. Untuk IAC, jangan enggan untuk ikut serta, perdana cobain teknik inverted, karena saya rasa teknik ini lebih banyak tantangannya dari variasi teknik yang ada,” tutup Rifqi.

