Rahasia Resep Kopi Bayu Prawiro di WBrC 2025 dan Biji Kopinya - Majalah Otten Coffee
Resep Kopi Bayu Prawiro juara 2 WBrC 2025 kombinasikan konsep fotografi dengan konsep penyeduhan kopi manual!

Bayu Prawiro memadukan seni fotografi dengan teknik menyeduh kopi, menciptakan konsep unik yang memukau. Seperti seorang fotografer yang mengatur aperture, Bayu mengontrol agitation untuk mengatur intensitas ekstraksi kopi.
Prinsip shutter dalam fotografi diadaptasi menjadi flow rate, mengatur kecepatan aliran air agar rasa kopi seimbang. Sedangkan ISO diibaratkan sebagai contact time, durasi kopi dan air bertemu yang menentukan kekayaan cita rasa.
Dengan menggabungkan ketiga elemen ini, Bayu menghasilkan kopi yang tidak hanya nikmat, tetapi juga harmonis dan kompleks, layaknya sebuah karya visual yang memikat dan penuh detail.
Alat kopi yang digunakan Bayu Prawiro juara 2 WBrC 2025 adalah Hario Dripper Assist, Hario Switch, Sibarist Paper Filter, Kettle Fellow Stagg EKG dan Coffee Server yang dirancang khusus. Simak artikel lengkap alat kopi yang digunakan Bayu Prawiro!

Rekomendasi Kopi Terbaru Otten Coffee untuk V60, French Press, AeroPress dan metode manual brew.
Resep Kopi Hario Switch ala Bayu Prawiro
Bayu Prawiro memperkenalkan konsep Exposure Triangle dari dunia fotografi sebagai analogi untuk memahami proses penyeduhan kopi melalui Extraction Triangle. Dengan menggabungkan agitation, flow rate, dan contact time dalam Extraction Triangle, ia menunjukkan bagaimana ketiga elemen ini harus seimbang untuk menghasilkan ekstraksi kopi yang sempurna dan cita rasa yang konsisten.
Rasio kopi Bayu Prawiro menggunakan 15 gram biji kopi dengan 220 gram air, menerapkan 3 interval penuangan air ke Hario Dripper Assist menuju Hario Switch. Menggunakan 2 kettle Fellow Stagg EKG dengan 2 suhu; 93°C dan 88°C.
Langkah Demi Langkah
- Persiapkan Hario Switch valve terbuka, SiBarist Paper Filter, bubuk kopi dan Dripper Assist
- Tuang 40 gram air panas suhu 93°C di 40 detik pertama, tutup valve Hario Switch.
- Tuang 80 gram air panas suhu 88°C untuk tahap immersion pertama.
- Tuang 100 gram air panas suhu 88°C di 1 menit 20 detik.
- Buka valve Hario Switch di 2 menit, hasil akhir ekstraksi 2 menit 20 detik.
Biji Kopi yang digunakan Bayu Prawiro
Bayu Prawiro pada ajang WBrC 2025 menggunakan kombinasi biji kopi dari Panama Finca Sophia, Panama Jansen Estate dan Excelsa Sukawangi Sumedang. Biji kopi ini disangrai terpisah dan digiling terpisah dengan grind size yang berbeda.

Detail kombinasinya antara lain 70% Panama Finca Sophia Classic Wash Geisha, 20% Panama Jansen Estate Geisha dengan proses fermentasi anaerobik selama 48 jam, dan 10% Excelsa Sukawangi Sumedang dengan metode Mosto Process. Panama Finca Sophia dikenal dengan florality yang luar biasa dan aftertaste yang elegan. Sementara Panama Jansen Estate menambah kompleksitas rasa dengan keasaman seperti anggur yang segar dan fermentasi anaerobik yang meningkatkan karakter buahnya. Excelsa Sukawangi memberikan sentuhan manis tebu dan rasa juicy yang khas.
Profil rasa kopi ini menghadirkan aroma medium intensitas dengan nuansa anggur, jeruk mandarin, dan bunga hibiscus. Saat diseduh panas, dominasi rasa jeruk mandarin terasa hangat. Sedangkan pada suhu rendah muncul aroma apel merah dan melati yang lembut. Rasa kopi ini memiliki aftertaste yang panjang dan linger. Dengan sentuhan manis tebu saat panas dan teh salen serta teh melati pada suhu rendah.
Keasaman kopi ini berada pada tingkat medium dengan karakteristik sitrat seperti jeruk yang segar, diikuti oleh malat seperti apel yang lembut. Tingkat kemanisan juga medium, menonjolkan rasa manis gula tebu dan jeruk mandarin. Mouthfeel-nya terasa medium, hangat, halus, dan bulat saat panas, serta lembut dan smooth pada suhu rendah. Kombinasi ini menciptakan pengalaman minum kopi yang kaya, kompleks, dan memikat di setiap tegukan.


