PEREMPUAN DALAM SEJARAH KOPI - Majalah Otten Coffee
Bicara soal kopi pasti tak bisa lepas dari peranan perempuan yang sedikit banyak melekat erat pada sejarah di setiap era.
DALAM menyambut Hari Kartini yang jatuh pada 21 April, kali ini kami ingin sedikit mengangkat peranan dan aspek perempuan di dalam perkembangan sejarah kopi di dunia. Meski dulu kopi identik dengan minuman para lelaki, tak banyak yang tahu bahwa keterlibatan perempuan dalam industri kopi ternyata tak bisa dipandang sebelah mata. Kini, kopi menjadi minuman segala gender, segala bangsa, dan segala rupa-rupa manusia. Dan tanpa panjang lebar lagi, berikut adalah beberapa aspek, momen dan peranan perempuan dalam sejarah dunia kopi.

Perihal Istri di Turki Pada 1475
Pada 1475 kedai kopi pertama di dunia dibuka di Turki. Kiva Han adalah nama kedai kopi ini dan berdiri selama abad 15. Pada masa ini juga masyarakat Turki percaya bahwa kopi mampu mengurangi kram pada perempuan yang datang bulan. Tapi di balik semua ini yang paling menarik adalah di zaman itu ada peraturan yang mengatakan bahwa suami berhak diceraikan istrinya jika mereka tidak memenuhi kebutuhan minum kopi sang istri setiap hari.
Kedai Kopi Hanya Untuk Kaum Lelaki Pada 1600
Pada 1600-an, industri kedai kopi merebak ke seluruh Inggris dan dataran Eropa lainnya. Umumnya kedai kopi ini dipenuhi oleh pengusaha kelas atas dan orang-orang kaya. Sayangnya hanya kaum lelaki yang boleh nongkrong di sini dan perempuan tidak diundang dalam acara-acara minum kopi. Kehadiran kopi disambut baik para dokter yang mengatakan kopi lebih sehat dari alkohol. Sayangnya para perempuan tidak menyukai rasa kopi pada masa itu.
Petisi Kopi Pada 1674
Pada 1674 para perempuan Inggris menunjukkan ketidaksukaan mereka dengan membuat protes yang dikenal orang dengan “The Women’s Petition Against Coffee”.

Pada 1732 Perempuan Dilarang Minum Kopi
Pada 1732 komposer asal Jerman Johann Sebastian Bach menciptakan Kaffee-Kantate yaitu ode (musik) tentang kopi menjadi bagian dari gerakan mencegah para perempuan untuk minum kopi. Karena di Jerman pada masa itu para pria percaya bahwa kopi membuat perempuan “steril” (tidak subur).
Pada 1847 Kemunculan Mesin Sangrai
Pada 1847-1848 William dan Elizabeth Dakin membuat paten penemuan mereka di Inggris. Mereka membuat pembersih dan pemanggang kopi. Roaster mereka itu dilapisi oleh emas perak platinum dan pemanggangnya berbentuk silinder.
Melitta dan Paper Filter Pada 1908
Jika tanpa Melitta Bentz industri kopi tidak akan pernah mengenal saringan kopi. Pada 1908 Melitta Bentz, seorang ibu rumah tangga dari Dresden menemukan kertas filter dari kertas buku tulis anak lelakinya. Melitta menggunakan filter ini untuk mengurangi rasa pagit pada kopi. Pada 1908 Melitta Bentz mematentan filter buatannya ini dan kemudian tren filter kopi berkembang pesat di seluruh penjuru dunia.

Pada 2003 Didirikan Women;s Coffee Alliance
Pada 2003 Karen Cebreros dan Kimberly Easson merencanakan coffee trip pertama yang hanya diikuti perempuan ke Nikaragua dan Kosta Rika. Mereka memiliki tujuan memberi pemahaman terhadap masalah dihadapi para perempuan yang berada di perkebunan kopi. Dan juga mengoneksikan perempuan di perkebunan kopi dengan perempuan yang ada di semua industri kopi. Dari perjalanan ini didirikanlah International Women’s Coffee Alliance (IWCA). IWCA hingga saat ini tetap fokus mempromosikan dan menjembatani seluruh perempuan di komunitas kopi di dunia.
2003, Amerika Memilki Juara Barista Perempuan Pertama
Heather Perry asal Upland California adalah barista perempuan pertama yang menjadi US Barista Champion pada 2003. Dan kemudian menjuarai lagi dalam ajang yang sama pada 2007. Kemudian pada 2004 Bronwen Serna juga menjadi juara barista ada ajang yang sama juga.
Peringat Keenam Juara Barista Dunia Pada 2015
Pada 2015, Charlotte Malaval asal Perancis menempati peringkat keenam pada World Barista Championship.
Kini industri kopi di dunia telah banyak melibatkan perempuan di beragam profesi profesional di coffee specialty. Di Indonesia sendiri banyak perempuan yang terlibat di beragam profesi dunia kopi. Mulai dari barista, Q-Grader, coffee shop owner, roaster, petani, green buyer dan banyak lagi. Perempuan di industri kopi adalah Kartini yang dengan bangga memajukan industrinya di beragam bidang yang ada. Selamat Hari Kartini, para pecinta kopi.
Foto utama dari pexels.com
Disunting dari organogold.com
