PENTINGNYA SOCIAL MEDIA UNTUK PRODUSEN KOPI - Majalah Otten Coffee
Make friends not enemies. Dengan social media, kopi akan menemukan penikmatnya di seluruh penjuru dunia.
Sekilas social media tidak terlalu penting jika dikaitkan dengan perawatan tanaman kopi. Tidak ada pengaruhnya untuk meningkatkan kualitas biji kopi. Memikirkannya saja, tidak ada hubungan antara social media dan tanaman kopi. Apakah dengan social media tanaman kopi terhindar dari hama tanaman? Apakah dengan social media buah kopi akan matang sempurna? Secara langsung, tidak sama sekali.
Lalu, apa peran social media untuk mereka; para produsen kopi. Jika kamu merasa belum membutuhkan social media, mungkin inilah saatnya. Mengapa? Sudah pasti social media membantu promosi dan penjualan kopi, bukan itu saja dengan social media kita dapat mengetahui tren kopi yang diinginkan konsumen. Mencari referensi tentang bagaimana meningkatkan kualitas kopi, social media dapat menjadi jejaring akan hal tersebut.
Coffee first. Save the world later.
Biji kopi yang kamu produksi mungkin bisa dikatakan yang terbaik, karena Indonesia sememangnya salah satu negara penghasil kopi arabika terbesar dunia. Tapi bagaimana caranya, kopi produksi kamu dapat menyelamatkan hasrat penikmat kopi diseluruh dunia akan kopi Indonesia. Social media.

Facebook, instagram, youtube, twitter; merupakan platform social media yang banyak digemari seluruh dunia. Hampir semua kalangan menggunakan social media, termasuklah para pelaku kopi profesional seluruh negara.
Tercatat untuk tahun 2017, sekitar 2 juta pengguna aktif social media tiap saatnya. Lalu bagaimana caranya menjangkau 2 juta pengguna social media agar menjadi konsumen. Sederhananya mulailah membuat akun social media, bayangkan jika kamu tidak menggunakan social media, kamu akan kehilangan banyak kesempatan. Potential coffee buyers dan konsumen, bertemu produsen lainnya di seluruh belahan dunia saling sharing ide, atau bertemu dengan peneliti kopi yang dengan senang hati berbagi tren terbaru di dunia kopi.
Alasan mengapa produsen kopi perlu menggunakan social media dan begini cara sederhananya;
Branding
Untuk menjangkau pengguna social media, perlu membangun brand yang baik. Kopi industri mungkin menghasilkan kopi speciality, namun tidak membuat produsen kopi harus menunggu para pembeli untuk menemukan mereka.
Dengan menciptakan awareness di social media tentang kopi, potensi sangat besar menjangkau the specialty coffee world; bertemu dengan produsen lain, eksportir, importir, roasters, baristas, atau konsumen. Menggunakan social media mudah, tidak mahal, dan efeknya tidak sedikit.
Humanizing Coffee
Social media marketing tentang bagaimana caranya membangun koneksi dan menjaring relasi dengan konten. Sederhananya, dengan menampilkan post di social media tentang kopi secara konsisten, perlahan terbangun dengan sendirinya.
Membangun koneksi emosi, dan konten – konten yang menginspirasi, tidak hanya menguatkan citra brand, tapi membangun loyalitas para pengikut social media. Dengan rutin, memberikan info-info tentang kopi adalah langkah awal, seperti dari mana kopi mereka berasal, dan hal lainnya mengenai kopi
Bertukar Informasi
Untuk masuk pada lingkaran coffee professionals, langkah awal yang perlu dilakukan adalah menggunakan social media. Dengan social media seperti sebuah perkenalan pertama, yang selanjutnya dapat berbagi informasi. Tentang infrastruktur dan teknologi, sejarah kopi, dan banyak hal lagi yang bisa dibagikan, nantinya menjadi referensi untuk meningkatkan kualitas.
Cara tanam di Indonesia mungkin berbeda dengan cara tanam di Euthopia, tapi dengan social media itu mungkin di Indonesia menerapkan cara tanam yang biasa orang Euthopia gunakan misalnya. Produsen kopi dapat menjalin relasi ke berbagai daerah, negara, hanya menggunakan instagram atau facebook. Peluang mengembangkan produksi ke banyak tempat lebih besar dengan mulai menggunakan social media.
src: perfectdailygrind.com img:Â northcountrypublicradio.org

