Pengetahuan Tentang Kopi untuk Pemula - Majalah Otten Coffee
Catatan: artikel yang satu ini hanya ditujukan untuk mereka yang baru mulai mencintai kopi, pahami pengetahuan kopi untuk pemula. Bukan untuk mereka yang sudah mengerti dan paham dari jauh-jauh hari.

Dunia perkopian berkembang dengan pesatnya akhir-akhir ini. Mereka yang mulanya hanya sekedar menikmati kopi instan dan (paling-paling) kopi tubruk di rumah kini telah beranjak ke kedai kopi dan menikmati aneka kopi dari mesin espresso. Kabar baiknya banyak penikmat kopi pemula yang menikmati kopi dengan level lebih tinggi.
|
|
|
|
|
Temukan alat kopi manual untuk pemula!
Yang dulunya mungkin hanya mampu menikmati frappe dan kopi-kopi bercampur gula dan krim kini bergeser menikmati cappuccino tanpa gula. Seiring dengan perkembangannya, banyak dari pemula yang belum tahu beberapa hal tentang kopi yang mereka nikmati. Dan untuk itu artikel ini dipersembahkan dengan senang hati untuk mereka agar tak lagi keliru soal fakta tentang kopi.
1. Arabika VS Robusta
Arabika dan robusta adalah dua jenis kopi yang berbeda. Jenis arabika memiliki kadar kafein lebih rendah dibanding robusta. Kopi ini juga menjadi varietas yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Robusta harganya lebih murah dari arabika, meski rasanya lebih pahit. Kopi yang sering dijual di pasar umumnya adalah robusta, bisa jadi karena harganya lebih ekonomis.
Pengetahuan kopi untuk pemula paling mendasar adalah paham beda arabika dan robusta.
2. Kopi Tak Melulu Hitam dan Pahit

Di mindset kebanyakan masyarakat Indonesia kopi haruslah hitam dan pahit. Padahal seharusnya tidak begitu. Robusta yang disangrai dengan gelap tentulah memberi pahit yang luar biasa dahsyat. Kehitaman dan kepahitan tingkat kopi berasal dari proses penyangraiannya (roasting). Semakin lama biji kopi disangrai maka akan semakin pahit dan hitamlah kopi tersebut. Ada tiga tingkat proses penyangraian yaitu light, medium dan dark. Sebaiknya kopi tidak disangrai terlalu dark karena akan menghilangkan karakteristik biji kopi tersebut.
3. Kopi Memiliki Beragam Rasa
Well, ‘beragam rasa’ yang dimaksud di sini adalah after taste. After taste adalah flavour atau rasa yang tertinggal di mulut pada saat meneguk kopi. Mungkin kamu belum tahu kalau kopi mampu memberikan aneka after taste pada saat diminum. Tak semua kopi memiliki karakteristik sama terutama saat dinikmati melalui metode manual brewing. Ada kopi yang after taste-nya nutty, cocoa atau justru karamel. Ada juga yang after taste-nya jeruk atau bisa juga stroberi. Kenapa bisa demikian? Itu tergantung kontur tanah dan di mana kopi itu berasal dan di mana kopi itu ditanam. Kopi adalah tanaman unik yang ternyata juga bisa menyerap ‘rasa’ dari tanaman yang ada di dekatnya. Keunikannya ini menjadikan kopi istimewa. Kini banyak para ahli kopi yang mencari kopi-kopi unik di seluruh dunia untuk menemukan after taste-nya.

4. Perjalanan Kopi Sebelum Sampai ke Cangkirmu
Kopi memiliki perjalanan panjang sebelum kita nikmati. Awalnya kopi ditanam oleh petani. Saat panen petani memetik cherry kopi (buah kopi) dan memisahkan bijinya dari buahnya. Ada beberapa proses yang dilakukan dalam tahap ini ada wet process, honey process dan lain-lain. Setelah biji kopi dan buahnya terpisah maka biji kopi yang mentah harus dijemur beberapa waktu sampai kadar airnya berada di tingkat yang telah ditentukan. Setelah itu green bean atau biji kopi hijau ini dijual ke roaster (penyangrai kopi) atau perusahaan yang mengolah sendiri biji hijau mereka.
Green bean siap disangrai (roasting) sesuai keinginan atau karakteristik bijinya oleh roaster. Tidak semua biji mampu disangrai medium atau dark karena setiap biji memiliki karakteristik masing-masing. Setelah disangrai maka biji kopi tersebut siap diolah barista menjadi minuman. Tetapi sebelumnya harus digiling dahulu sesuai permintaan. Setelah digiling bubuk kopi siap dinikmati menjadi aneka minuman nikmat.
5. Kebaristaan
Menjadi barista tak bisa dipelajari manual dari buku barista, melainkan harus terjun langsung di kedai kopi. Karena menjadi barista tak hanya soal meracik kopi enak tetapi juga melayani dan memiliki nilai hospitality yang tinggi. Tanpa nilai-nilai seperti itu, barista bukanlah sebenar-benarnya barista.
6. Pahitnya Kopi

Buah kopi itu manis rasanya. Lalu kenapa kopi bisa pahit? Pahitnya kopi lahir karena proses penyangraian (roasting) meski ada juga yang berasal dari karakteristik bijinya. Selain itu ada alasan lain yang menunjang pahitnya kopi yaitu suhu dan tingkat kehalusan. Semakin tinggi suhu air yang digunakan untuk menyeduh kopi maka makin pahitlah kopinya. Dan semakin halus tingkat kehalusan bubuk kopi, maka kopi juga akan semakin pahit. Sesederhana itu.
7. Kopi Juga Bisa Menciptakan Teh
Iya, teh yang dimaksud adalah cascara atau teh dari kulit ceri kopi. ceri kopi yang dilepas dari biji kopi kemudian dikeirngkan kulitnya dan diproses sedemikian rupa sehingga bisa diseduh menjadi teh yang nikmat untuk dinikmati. Tapi rasanya tidak sama seperti kopi melainkan lebih terasa buah-buahan yang segar. Beda kopinya, beda pula cascaranya. Cascara ini bisa dicampur dengan teh buah, bunga atau teh pucuk daun. Cascara bisa juga dijadikan cold brew.
8. Kopi Tak Hanya Robusta dan Arabika Saja
Jika selama ini kamu kira kopi hanyalah dua jenis yaitu arabika dan robusta saja maka kamu salah besar. Karena ada varietas kopi bernama liberika juga. Liberika ini tumbuh di Indonesia juga salah satunya di daerah Jawa Timur. Meski tak sebanyak arabika dan robusta banyaknya, tapi kopi liberika juga memiliki cita rasa dan kenikmatannya sendiri.
Beberapa di antara pengetahuan kopi untuk pemula, masih banyak yang belum mengetahuinya dan menjadi fakta menarik.
Artikel ini diperbaharui oleh Mustika T. Yuliandri Pada 31 Juli 2025
Rekomendasi Kopi Terbaru Otten Coffee untuk V60, French Press, AeroPress dan metode manual brew.

