PENGARUH KONSUMSI KOPI TERHADAP BEBERAPA DAMPAK KESEHATAN - Majalah Otten Coffee
Kopi sebagai minuman yang populer di dunia memiliki manfaat bagi kesehatan ketika dikonsumsi secara teratur, namun jika berlebihan dan kondisi tubuh tidak mendukung malah berakibat buruk bagi kesehatan.
SEBUAH jurnal kesehatan mempelajari keterkaitan antara konsumsi kopi dan kesehatan, meninjau secara umum melalui meta-analisis terhadap berbagai hasil kesehatan. Mengobservasi beberapa penelitian dan mengkelompokannya sekaligus mengkaji ulang temuan sehingga dirangkum menjadi data yang mudah dilihat. Metode penelitiannya begitu cermat dengan membuat konsep tinjauan umum, melakukan observasi, pemilihan studi, mengekstraksi data, serta menyusun dan kemudian merevisi makalah.
Kesimpulannya, konsumsi kopi telah diselidiki hubungannya dengan beragam hasil kesehatan. Hubungan yang menguntungkan atau merugikan dari minum kopi menampilkan data bervariasi berdasarkan hasil kesehatan yang diteliti. Minum kopi tampaknya aman dalam pola konsumsi biasa, kecuali selama kehamilan dan pada wanita yang berisiko tinggi mengalami patah tulang.

Bukti penelitian yang digunakan bersifat observasional dan kualitasnya terbilang lebih rendah, sehingga diperlukan uji coba terkontrol secara acak. Uji coba terkontrol secara acak di masa depan ke semua potensi masalah kesehatan yang intervensinya adalah meningkatkan konsumsi kopi kemungkinan besar tidak akan menimbulkan kerugian yang signifikan bagi peserta partisipatif.
Kopi lebih sering dikaitkan dengan manfaat dibandingkan dampak buruk pada berbagai dampak kesehatan, para peneliti mengidentifikasi 201 meta-analisis penelitian observasional dengan 67 hasil unik dan 17 meta-analisis uji coba terkontrol secara acak dengan sembilan hasil unik.
Hubungan Manfaat Konsumsi Kopi dan Dampak Kesehatan

Mempelajari hubungan keterkaitan antara konsumsi kopi dan semua penyebab kematian yang menampilkan risiko lebih rendah. Konsumsi kopi dikaitkan dengan rendahnya risiko kanker tertentu, termasuk kanker prostat, kanker endometrium, melanoma, kanker kulit non-melanoma dan kanker hati. Hubungan yang menguntungkan antara kopi dengan kondisi metabolik termasuk diabetes tipe 2, sindrom metabolik, batu empedu, asam urat, dan batu ginjal. Pada kondisi hati termasuk fibrosis hati, sirosis, kematian akibat sirosis dan hati kronis gabungan penyakit memilik hubungan menguntungkan terkait konsumsi kopi.
Hubungan konsumsi kopi dan kondisi hati secara konsisten memiliki besaran tertinggi dibandingkan dengan hasil lain di seluruh kategori paparan. Temuan yang terakhir yang memiliki hubungan menguntungkan antara konsumsi kopi dan penyakit parkinson, depresi dan penyakit alzheimer.
Hubungan Dampak Konsumsi Kopi

Secara keseluruhan, tidak ada bukti konsisten mengenai hubungan berbahaya antara konsumsi kopi dan dampak kesehatan, terkecuali kehamilan dan risiko patah tulang pada wanita. Hubungan berbahaya konsumsi kopi pada kehamilan dikaitkan dampak buruk dengan berat badan lahir rendah, kelahiran prematur dan keguguran. Konsumsi kopi pada masa kehamilan, diketahui meningkat dua kali lipat penyerapan tubuh akan kafein pada masa kehamilan dibandingkan dikonsumsi ketika di luar masa kehamilan.
Walaupun terdapat hubungan yang tidak konsisten namun data ini menampilkan ada hubungan buruk menyebabkan risiko patah tulang karena konsumsi kopi. Pada pria dikaitkan rendahnya risiko patah tulang, sedangkan pada wanita risiko potensi patah tulang meningkat dikaitkan dengan masalah penyerapan kalsium dan kepadatan mineral tulang. Namun penelitian ini tidak menyertakan temuan hubungan lain pada faktor perancu penting sepertin indeks massa tubuh, kebiasaan merokok, atau asupan kalsium, vitamin D dan alkohol sehingga disimpulkan sebagai hubungan tidak konsisten.

Tabel. kelompok konsumsi dan hasil keterkaitan pada dampak kesehatan.
Jurnal diterbitkan daring di National Library of Medicine diteliti oleh Robin Poole beserta para peneliti ahli.
Ilustrasi gambar utama: pexels
