PENEMU ALAT KOPI POUR OVER PERTAMA - Majalah Otten Coffee
Pour over bisa dibilang merupakan alat kopi manual yang paling popular sekarang ini. Tapi jika ditanya sejarahnya, sebagian besar orang mungkin tak tahu siapa penemu pertama alat kopi yang satu ini.
DARI banyaknya metode seduh manual, pour over merupakan alat seduh kopi yang paling banyak digunakan banyak orang. Pour over sendiri mengacu pada metode seduh menggunakan coffee dripper dan disaring dengan penyaring kertas. Adapun yang termasuk ke dalam pour over antara lain Hario V60, Kinto Brewer, Chemex, Melitta, Kalita Flat Bottom, Kalita Wave, dan masih banyak lagi yang sejenisnya. Namun jika ditilik ulang, siapa sebenarnya manusia jenius yang pertama kali menemukan alat seduh ini? Siapa orang di balik kenikmatan kopi yang jernih, seimbang, dan nikmat ini?

Masa Sebelum Pour Over Ditemukan
Kehadiran kopi sudah sangat popular pada tahun 1800-an. Kopi menjadi gaya hidup dan dirayakan di kedai-kedai kopi. Bahkan mereka yang duduk di kedai kopi biasanya membahas hal-hal penting. Mulai dari perdagangan hingga peperangan. Dan coffee shop pada masa itu dianggap sesuatu yang eksklusif. Hanya para bangsawan dan tokoh-tokoh penting yang layak menikmati si biji hitam ini.
Eropa Hanya Mengenal Kopi Tanpa Filter
Tapi pada masa itu kopi untuk mereka adalah minuman pekat, pahit dengan serbuk ampas yang menganggu. Kopi selain yang digambarkan tadi tidak dikenal. Padahal menurut beberapa orang kopi seharusnya memilki potensi besar untuk hadir dalam wujud lebih baik. Salah satu orang tersebut adalah seorang perempuan asal Jerman bernama Melitta Bentz yang kemudian menciptakan satu alat seduh yang popular hingga hari ini.
Penemu Alat Kopi Pour Over Adalah Perempuan

Jika penemu paper filter adalah perempuan, maka sudah tentu penemu alat kopi pour over pertama pun adalah orang yang sama. Ya, Melitta Bentz seorang perempuan asal Jerman menciptakan alat kopi yang ingin menghilangkan rasa pahit berlebihan dan tidak nyaman, menjernihkan seduhan kopi dari ampas-ampas yang tak perlu serta mengurangi kadar minyak pada seduhan kopi akibat proses sangrai. Jadi pada awal tahun 1900-an Melitta Bentz menciptakan satu alat kopi sederhana dari kuningan. Alat seduh itu berbentuk wadah dan kemudian dia beri lubang. Di dalamnya dia sertakan penyaring kopi yang terbuat dari kertas buku tulis anaknya. Dari eksperimen sederhana inilah kemudian dikembangkan alat seduh pour over yang bisa kita gunakan hingga hari ini.

Pour Over Mengubah Citra Kopi Pada Masa Itu

Kehadiran alat kopi pour over ciptaan Melitta Bentz kemudian mengubah citra kopi pada masa itu. Bayangkan dulu kopi adalah secangkir rasa pahit, warna hitam pekat dan cairan keruh berampas. Setelah diciptakannya pour over, kopi bertranspormasi menjadi jernih, ringan, memiliki profil rasa yang seimbang da tentunya mampu dinikmati dengan lebih jelas. Dari sana Melitta Bentz mengembangkan coffee dripper Melitta yang berbentu kerucut dengan tiga lubang di bagian dasarnya yang kemudian dikenal sebagai Melitta Dripper. Di era modern kita lebih umum mengenal coffee dripper ini dalam brand Kalita yaitu Kalitta Flat Bottom.

Pour Over di Era Sekarang
Berterima kasihlah pada kegeniusan Melitta Bentz sehingga di masa kini kita bisa menikmati sajian kopi pour over lewat macam-macam coffee dripper. Bayangkan ada banyak sekali coffee dripper tak hanya dari desain yang berbeda, tapi materialnya juga. Pun ada banyak jenis sehingga para peminum kopi seperti kita bisa bermain-main dan bereksperimen lewat banyak variabel. Kini pour over tak sekadar untuk menjernihkan warna kopi dan rasa. Tetapi juga sebagai keseruan perihal seduh yang kita jalani setiap hari.
